Kamu yang sedang membaca artikel ini pasti dalam beberapa waktu belakangan merasa penasaran tentang bagaimana sih cara menjadi juara kelas? Biasanya rasa penasaran tersebut timbul akibat tekanan sosial yang kamu dapat dari luar seperti keluarga, teman, dan kerabat. Kalau sekarang kamu adalah seorang siswa(i) (pelajar), maka besar probabilitas tekanan yang kamu terima berasal dari kedua orangtuamu.

Sementara bila kamu adalah orangtua dari siswa(i), tekanan yang kamu terima paling banyak bersumber dari teman atau kerabat di lingkungan kerja. Terutama yang berasal dari rekan kerja yang kebetulan anaknya termasuk pelajar berprestasi. Sering menjadi juara kelas, dan kerap mengikuti lomba/kompetisi tingkat Kota, Provinsi, Nasional, bahkan tingkat Internasional.

Setiap kali mereka mulai membicarakan tentang prestasi anaknya, pasti seketika kamu menjadi merasa tidak nyaman dan takut kalau-kalau mereka beralih menanyakan tentang kondisi anakmu yang dalam hal ini minim bahkan nol prestasi di sekolah. Untuk itu, pada artikel ini saya ingin coba memberikan solusinya berdasarkan pengalaman pribadi. Let’s take a look!

Catatan: Gaya penulisan yang saya gunakan dalam artikel ini cenderung lebih santai serta pembahasannya lebih cocok bagi kamu yang masih merupakan seorang siswa(i). Jadi, bila kebetulan kamu yang membaca ini adalah orangtua siswa(i), saya minta maaf sebelumnya.

Menjadi juara kelas itu tidak penting-penting amat

Nah, sebelum saya masuk ke pembahasan inti, saya mesti katakan bahwa menjadi juara kelas sejatinya merupakan perkara yang tidak begitu penting dan relevan jika tujuanmu adalah untuk meraih kesuksesan di masa depan. Khususnya dalam hal akumulasi harta kekayaan yang berhasil kamu peroleh.

Dalam buku The Millionaire Mind, yang berisi kumpulan insight hasil survei terhadap 700 jutawan, menemukan bahwa tidak ada korelasi statistik yang kuat antara faktor produktivitas ekonomi (semisal kekayaan dan penghasilan) dengan nilai ujian, peringkat saat kuliah, atau angka di universitas.

Artinya kamu tidak perlu terlalu khawatir dengan nasib masa depanmu jika saat ini kamu tidak pernah masuk 10 besar atau bahkan berada di peringkat paling bawah di kelas sekalipun. Sebab you still have hope, alias masih ada harapan. Namun mbok ya jangan juga kamu jadikan fakta statistik dalam buku diatas sebagai alasan bagi kamu untuk bermalas-malasan di sekolah. Cause it will make you even far away from success, atau bisa membuatmu lebih jauh dari keberhasilan.

Banyak contoh orang yang sebelumnya memiliki performa rendah di sekolah, bisa meraih sukses di kehidupan nyata dibandingkan dengan mereka yang sering masuk dalam daftar top 3 di sekolahan. Mereka berakhir dengan karir yang baik atau memiliki usaha yang mampu membukukan keuntungan melimpah. Sementara mereka yang kerap menjadi juara kelas malah terkesan gagal dalam kehidupan nyata. Mendapati pekerjaan yang kurang pantas bahkan kadangkala ada yang menjadi pengangguran.

Makanya nama-nama besar seperti Richard Branson, Steve Jobs, dan Thomas Edison bisa meraih sukses meski sebelumnya memiliki performa buruk di sekolah, bahkan DO (drop out).

Namun, still janganlah kamu menyimpulkan hal tersebut sebagai sebuah acuan. Sebab sungguh faktanya jauh lebih banyak jumlah orang yang sukses di sekolah yang juga sukses di kehidupan nyata daripada seperti kasus diatas. So be wise, alias bijaklah!

Bagaimana cara menjadi juara kelas?

Selama 6 tahun duduk di bangku SD (madrasah) saya termasuk tipe siswa yang selalu masuk dalam peringkat tiga besar. Selain itu, saya juga kerap menjuarai berbagai lomba seperti olimpiade IPA, Ceramah/Pidato, Puisi, dan Siswa Teladan. Saat SMP, saya berubah menjadi seorang gamer maniak dan pembalap liar akibat pengaruh lingkungan. Sehingga prestasi saya pun menurun sangat drastis.

Tidak lagi menjadi juara kelas, bahkan tidak lagi masuk 10 besar. Namun masih sempat masuk majalah sekolah (Nursigma) karena ikut tergabung menjadi wakil SMP dalam ajang olimpiade biologi tingkat Kota dan Provinsi.

Memasuki SMA barulah kembali saya menjadi mesin pencetak prestasi. Saya selalu menjadi juara kelas selama 3 tahun berturut-turut dan langganan juara umum. Saya kerap menerima beasiswa dari berbagai lomba yang saya ikuti serta dari prestasi yang berhasil saya torehkan. Saya pernah ikut OSN Biologi dan Fisika, dan juga ikut LDBI (Lomba Debat Bahasa Indonesia) Nasional dua kali di Bogor dan Palembang. Keseruan ceritanya ini saya tulis dalam buku pertama saya. (Penasaran? Silahkan beli kalau udah jadi yaa)

Semua penjelasan diatas sama sekali tidak saya maksudkan untuk pamer. Lagipula saya yakin ada ratusan orang di luar sana yang memiliki prestasi jauh lebih banyak dan membanggakan daripada saya. Jika dibandingkan, maka prestasi saya mungkin sangat kecil bahkan tidak ada apa-apanya bagi mereka. Sehingga amatlah merasa malu saya seandainya itu semua saya katakan hanya untuk pamer.

Saya menjelaskan tentang semua prestasi saya diatas itu semata-mata untuk meyakinkan kamu bahwa saya adalah orang yang memiliki kapasitas sebagai pemberi solusi. Termasuk sikap yang munafik jika saya memberikan saran mengenai beberapa cara menjadi juara kelas sementara saya sendiri senantiasa berada di peringkat paling bawah di sekolah.

Jadi, disini saya punya kapasitas untuk membantu kamu menjadi juara kelas seperti yang pernah saya alami dulu saat masih sekolah. Dan caranya itu cukup sederhana, yakni:

1. Usahakan selalu menunjukkan antusias di sekolah

cara menjadi juara kelas

Setiap sekolah tentu memiliki teknik penilaian yang berbeda-beda. Tetapi saya yakin setiap sekolah pasti menilai tingkat keterlibatan siswa dalam setiap bidang pelajaran. Makanya ketika di dalam kelas, saya selalu memperhatikan dengan baik apa yang disampaikan oleh guru. Saya juga selalu mengajukan pertanyaan setiap kali ada yang saya rasa kurang jelas.

Saya mengerjakan tugas dengan cepat, bersikap aktif ketika ada tugas kelompok, dan kerap menjadi pembicara yang menonjol. Ketika saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas, saya tidak ragu untuk menanyakan langsung pada gurunya dengan pergi ke kantor dewan guru dan berkonsultasi.

Intinya adalah selalu menunjukkan antusias yang tinggi dalam setiap proses belajar mengajar yang di adakan sekolah. Jadilah pelajar yang menonjol di mata setiap guru pelajaran. Bukan menonjol nakalnya, melainkan sikap dan antusias kamu untuk belajar.

Lakukan juga hal serupa untuk kegiatan organisasi/ekstrakurikuler yang kebetulan kamu ikuti di sekolah.

2. Dekati Guru

cara menjadi juara kelas

Di sekolah, saya bisa dikatakan sebagai salah satu siswa yang paling dekat dengan guru. Sebisa mungkin saya selalu menyempatkan untuk membantu guru dalam memainkan perannya sebagai seorang pengajar. Saya membantu membawakan buku dan peralatan lainnya yang diperlukan guru untuk mengajar.

Saya bahkan kadangkala menjadi pengganti guru bagi teman-teman sekelas. Terutama untuk mata pelajaran biologi. Pokoknya sebisa mungkin saya berusaha membantu guru ketika ada kesempatan. Dalam hal ini tulus atau tidak niat kamu, tidaklah begitu penting. Yang penting adalah nilai tambah yang bisa saja kamu dapatkan dari sikap jerih payah kamu dalam membantu mereka.

Tapi mbok ya alangkah baiknya jika kamu juga bersikap tulus, supaya ada berkahnya.

3. Gunakan waktu sebaik-baiknya untuk fokus belajar di kelas, sehingga tidak perlu lagi belajar di rumah

cara menjadi juara kelas

Saya sebenarnya termasuk tipe orang yang jarang mengulang pelajaran sekolah di rumah, kecuali kalau ada PR dan mau ujian. Di rumah saya lebih banyak menghabiskan waktu bermain hp, menonton, dan membaca buku pengembangan diri. Sama sekali jarang menyentuh buku pelajaran.

Makanya saya yakin yang menjadi penyebab saya menjadi juara kelas adalah karena fokus dan antusias yang saya tunjukkan ketika proses belajar mengajar berlangsung. Saat diberikan tugas, saya selalu fokus mengerjakan dan berusaha menyelesaikannya saat itu juga. Dan ketika ada yang kurang saya pahami, saya segera bergegas menanyakannya ke guru.

Aktivitas-aktivitas normatif seperti inilah yang mungkin menjadi penyebab besar mengapa materi pelajaran itu mudah lengket di pikiran saya. Serta alasan mengapa saya menjadi juara kelas meski jarang membuka buku pelajaran di rumah.

4. Membiasakan membaca buku apa saja 1 jam sebelum tidur

cara menjadi juara  kelas

Ini mungkin tidak ada kaitannya, tetapi sejak tahun-tahun pertama di SMA saya selalu meluangkan waktu membaca buku apa saja 1 jam sebelum tidur. Dalam kasus saya, saya sering menggunakan waktu itu untuk membaca buku tentang topik pengembangan diri. Baik itu yang merupakan karangan penulis luar negeri atau lokal.

Meski durasinya tidak selalu selama satu jam, intinya adalah saya hanya boleh tidur setelah selesai membaca. Lagipula saya menemukan membaca buku sebagai alat yang efektif untuk memicu rasa kantuk. Hehe

Jika suatu waktu saya bosan membaca buku pengembangan diri, saya beralih untuk membaca buku pelajaran. Biasanya yang berkaitan dengan pelajaran jurusan IPA (fisika, kimia, matematika, dan biologi)

5. Fokus mendapatkan nilai yang bagus (bila tidak maksimal) di setiap mata pelajaran

cara menjadi juara kelas

Terakhir, saya ingin mengakhiri bahasan ini dengan tips inti yang paling simple serta tak bisa dibantah. Yaitu berusahalah untuk mendapatkan nilai terbaik di setiap mata pelajaran. Sebab usaha inilah yang akan menjadi penentu apakah kamu menjadi juara kelas atau tidak.

Keempat tips yang saya berikan sebelumnya adalah semata-mata untuk mempermudah kamu menyelesaikan tips terakhir dari saya ini. Jadikan tips kelima ini sebagai sebuah harta karun yang ingin kamu temukan. Ia bertindak sebagai tujuan, akhir, kunci dari perjalanan yang kamu lakukan, serta yang memberikan kamu fokus. Sementara untuk keempat tips pertama anggaplah mereka bak sejumlah alat yang kamu butuhkan untuk mendapatkan harta karun tersebut. Bisa jadi itu peta, perahu, sepatu, atau pedang.

Saya yakin apabila kamu melakukan seluruh tips yang saya jelaskan disini, besar kemungkinan kamu juga akan menjadi juara kelas seperti saya. Kamu jadi bisa membanggakan kedua orangtua dan keluarga kamu. Serta yang terpenting suatu saat juga bisa membanggakan Indonesia di kancah Internasional.

Bagaimana? Sudah siapkah kamu menjadi juara kelas?

Jika kamu menyukai artikel ini, mungkin kamu juga suka dengan 10 Perbedaan Cara Berpikir Orang Kaya vs Orang Pada Umumnya dan 9 Cara Berhenti Mengkhawatirkan Pendapat Orang Lain

Author

Freelance Writer, Blogger, and Finance enthusiast. Blog ini saya buat untuk berbagi tips finansial, investasi, dan berbagai cara menghasilkan uang dari internet. Hubungi halo@zaipad.com untuk perihal pertanyaan dan kerjasama.

Write A Comment

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!