Kalau kita sering nonton acara motivasi atau sekedar dengar kaset rekaman para motivator seperti Merry Riana, Tung Desem Waringin, Mario Teguh, dan lain sebagainya, pasti kita pernah mendengar salah satu pesan mereka yang bunyinya Just Be Yourself. Yang dalam bahasa Indonesia memiliki makna kurang lebih untuk mengajak kita supaya menjadi diri sendiri. Yakin dengan keadaan diri kita. Apa adanya.

Saya tahu pesan ini mungkin terdengar klise. Tapi serius! message ini penting banget untuk kita resapi baik-baik sekalian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Alasannya kenapa? ya jelas rasanya karena akan sulit bagi kita, iya termasuk kamu, untuk bisa merasa benar-benar bahagia kalau kita selalu menghindar dari menjadi diri sendiri.

Menghindar dari keyakinan bahwa kita itu bisa. Serta selalu mencoba meniru dan mengimitasi perilaku orang lain. 

Itu alasan utamanya.

Selain itu, jika kamu masih kurang yakin, dibawah ini saya kasih liat beberapa alasan lain kenapa menjadi diri sendiri itu sangat penting buat siapa saja. Alasan ini saya lansir dari laman pickthebrain (one of the most visited personal development sites). Berikut ulasannya:

  1. Kamu bakal menjadi lebih happy/bahagia. (Ini alasan utamanya tadi)
  2. Kamu akan memperoleh teman-teman yang lebih tepat. Yang lebih klop dengan jati diri kamu.
  3. Kamu tidak lagi merasa perlu membuktikan sesuatu kepada orang lain. Kamu udah tahu siapa dirimu dan apa yang kamu yakini. Sehingga upaya untuk membuktikan bahwa kamu bisa ini dan bisa itu ke orang lain jadi kerasa gak penting lagi buat kamu. If only you know what I mean.
  4. Tidak akan ada lagi orang yang mau menahan kamu untuk melakukan sesuatu. Karena mereka sudah tahu siapa kamu juga paham kalau kamu selalu berpihak pada sisi yang benar.
  5. Tingkat percaya diri kamu akan bertambah.
  6. Kamu jadi bisa menginspirasi orang lain.
  7. Kamu akan mendapatkan rasa hormat yang tinggi dari orang-orang. Soalnya respect itu sulit…. sulit banget didapatkan oleh tipe individu yang labil. 
  8. Kamu akan cenderung membuat keputusan yang lebih baik.
  9. Kamu jadi terbebas dari perasaan menipu/membohongi dirimu sendiri. (INI JELAS YA)
  10. Terakhir, orang-orang akan cenderung menjadi lebih percaya sama kamu.

Baca juga: Apa itu Mental Gratisan? dan Kenapa Selalu ada aja Orang Seperti Itu?

……. Bentar, mau ngopi dulu. Ini sedikit intermezzo buat kamu.

Always be yourself, express yourself, have faith in yourself, do not go out and look for a successful personality and duplicate it.” 

– Bruce Lee

BE YOURSELF
Everyone Else is Already
TAKEN.
– Oscar Wilde

Yuk, lanjut… 

Nah, berhubung tadi kamu barusan selesai membaca mengenai beberapa manfaat dari menjadi diri sendiri, maka sekarang gilirannya saya untuk lanjut penjelasan tersebut ke tips-tips cara menjadi diri sendiri. Biar complete gitu.

Oke, kalau gitu kita langsung masuk saja pada bagian pertama. So cekidot .

1. Berhenti Sok Nyenengin Orang Lain

DON’T LIVE YOUR LIFE TRYING TO PLEASE OTHERS

Ini adalah satu pola pikir yang harus kamu tanamkan baik-baik di kepalamu. Kalau perlu kamu tanam sampai di bagian ujung paling bawah. Ibarat lapisan bumi itu di simpan pada bagian lempengan tanah sebelum menyentuh area magma. Supaya tidak ada alasan lagi bagi kamu untuk lupa. 

cara menjadi diri sendiri

Oke, kamu boleh saja menganggap dirimu sebagai tipe orang yang baik banget kepada setiap orang. Tapi, please…, jangan jadikan ini sebagai alasan buat kamu untuk terus nyenangin orang lain. Soalnya saya yakin kamu pasti punya urusan Lo sendiri yang pastinya butuh perhatian lebih.

Kalau kamu terus bersikap nyenangin orang lain. Dan memenuhi setiap ekspektasi mereka terhadap kamu, maka kapan lagi waktu kamu untuk mengurus diri sendiri? Terutama dalam konteks, perkembangan diri dan mental kamu sebagai seorang individu yang mandiri & merdeka sebenar-benarnya.

Dan yang paling parah adalah kamu gak akan bisa atau sulit merasa menjadi diri kamu sendiri. Logikanya, bagaimana kita bisa jadi diri sendiri kalau toh waktu kita sebagian besar habis hanya untuk melakukan segala hal buat orang lain. Buat nyenangin mereka doang. Bahkan sekalipun hal tersebut bertentangan dengan diri sendiri, kita tetap masih saja melakukannya. Sekali lagi, hanya demi membuat orang lain merasa senang.

It’s Stupid, dude!

cara menjadi diri sendiri
sumber: shonymorg

Jadi, takeaway pertama buat kamu adalah mulai sekarang berhentilah jadi orang yang suka sok nyenengin orang lainEnough is enough.

2. Biarkan Orang Lain Berpendapat

“Eh, si Fulan itu orangnya ngeselin ya? Dua bulan lalu dia pinjam buku saya, tapi sampai sekarang belum juga dibalikin”

“Arrgh! Malas saya lihat mukanya si Fulan nih, kemarin saya cuman pinjam duit 50.000 ribu aja gak dikasih… PELIT Asli!”

“Idiih… baru aja sekali ke luar negeri, pamernya MINTA AMPUN beet! Fulan.. Fulan…”

Andaikan kamu si Fulan, kamu pasti merasa kesal kan? Seketika jadi pingin ngambil balok gede buat nabokin kepala mereka satu-satu.

Baca juga: Apa yang harus dilakukan jika saya tidak tahu apa yang sebenarnya saya inginkan dalam hidup?

But… I tell you now that’s all worthless bro/sis. Alias cuman buang-buang waktu kamu saja.

sumber: boldomatic

Sebab berpendapat itu adalah murni hak setiap orang. Dan kita gak boleh seenaknya main merampas hak tersebut dari diri seseorang. Termasuk orang yang sering ngomongin tentang kita. Terserah mereka mau ngomongin kita kayak pinggiran asbak kek’, seperti bisulnya Raditya Dika kek’, atau sampai ngomongin hidup kita seperti hoax-nya Ratna Sarumpaet pun itu semua terserah mereka. Jadi biarin ajalah mereka berpendapat. Tidak usah dipeduliin.

Apalagi kalau sampai mendorong kamu untuk merubah jati diri hanya karena sudah merasa jenuh atau enek mendengar pendapat orang-orang tentang lo. Ooh… ini bahaya banget. Misal sebelumnya kamu tahu kamu pada dasarnya adalah orang yang introvert dan lebih suka bekerja di kondisi yang tenang dan sendirian. Tapi kemudian hanya karena lo mulai mendengar pendapat orang-orang yang bilang kalau kamu itu orangnya sombong, gak asik, gak suka nongkrong dan bekerja bareng di kafe, Loe pun jadi terpengaruh dan mulai merubah jati diri dan karaktermu sendiri.

Padahal kamu sendiri pun sudah tahu, tak peduli sekeras apapun kamu mencoba, kamu akan tetap merasa kesulitan fokus bekerja di lingkungan yang ramai. Alhasil, orang lain aja yang senang. Keinginan mereka kamu turutin. Sementara kamunya malah susah. Goblog kan ya ?!

Jadi, udahan lah yang namanya peduli dengan pendapat orang lain. Jadi diri loe sendiri aja. It’s more than enough.

Btw, gak semua pendapat orang itu dampaknya buruk buat kita. Ada sebagian opinions yang justru sifatnya membangun dan memaksa diri kita untuk berubah menjadi lebih baik. Terlepas dari apakah pendapat orang lain itu baik atau buruk buat kita, yang jelas pastikan kita berubah atas kemauan diri kita sendiri. Dan bukan sebagai respon dari pendapat si A, B, C, dan lain-lain. 

Oke itu dulu. Sebelum lanjut, kamu bisa tengok kutipan dari salah satu penulis kondang ibu pertiwi berikut ini:

Inilah hidupku, dan aku tidak peduli apa pun penilaian kalian. Toh, aku hidup bukan untuk membahagiakan orang lain, apalagi menghabiskan waktu mendengar komentar mereka.

TERE LIYE

3. Kenali dirimu lebih baik

Soal ini saya rasa tidak perlu dijelaskan panjang lebar. Jika kita bersungguh-sungguh ingin menjadi diri sendiri, maka mengenal dan memahami diri kita, mengetahui dimana letak kelebihan dan kekurangan kita, dan lain-lain adalah suatu kewajiban yang harus kita tempuh (lakukan). Jadi, tidak usah banyak mikir, lakukan saja!

9 cara menjadi diri sendiri
sumber: gifer

4. Hindari Membandingkan Dirimu dengan orang lain

Bagi sebagian orang, nasihat ini mungkin terdengar begitu klise. Bahkan, jika boleh dilebih-lebihkan, wejangan ini barangkali sudah dianggap seperti melekat pada daun telinga mereka yang mungil – sama seperti beberapa nasihat sebelumnya dan yang akan saya jelaskan nanti. Oke, saya bisa maklumi ini. Toh faktanya juga berbicara seperti itu.

Akan tetapi, ini selalu bukanlah tentang apa isi nasihat atau wejangan yang kita terima, melainkan lebih kepada apakah kita sudah melaksanakannya ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Atau bila kita terjemahkan ke dalam bahasa ustadz yang sering memberikan ceramah, pertanyaannya akan berbunyi seperti berikut;

Apakah kita sudah mengamalkannya? Jawabannya ya… kamu (dan saya) pikir sendiri.

Jika jawabannya belum atau tidak, maka coba sekarang lo baca dan pahami apa yang akan saya sampaikan ini baik-baik. Sejauh ini kamu sadar gak kalau kamu, semenjak lahir sampai sekarang ini, bisa dikatakan termasuk merupakan suatu keajaiban? Sadar gak sih?

Oke, stop dulu! Sebelum saya lanjut, silahkan kamu bebas mau ngatain saya sok ceramah lah, sok mengguruilah, dan sebagainya. Terserah, bebas. Saya tidak peduli.

Sip? Lanjut yaa.

Nah, sekali lagi, sadar gak kamunya?

Mel Robbins dalam TED TALKS –nya  tahun 2011 yang berjudul “How to stop screwing yourself over” (videonya kamu bisa lihat di bawah – menit 8:04) mengatakan bahwa statistik kemungkinan kamu, saya, dan kita semua bisa lahir dan hidup di dunia sebagaimana kondisi kita saat ini dengan rangkaian kode genetik yang unik adalah sebesar  1 : 400 triliun. Sekali lagi, Satu banding Empat Ratus Trilliun. Gilak !!!

Ini adalah sebuah keajaiban. Kita adalah sebuah keajaiban. (silahkan telaah isi infografis-nya dibawah ini kalau kamu masih ragu)

What Are The Odds?

by sofyay.  from Visually.

Apabila kita menyadari hal ini dan meresapinya dengan baik, maka seharusnya kita bersikap ogah-ogahan dong bandingin diri kita dengan orang lain. Ya, kan? Wong masing-masing dari kita pada dasarnya juga sama, yaitu being born as a miracle. Punya kelebihan masing-masing.  

Sehingga apabila kamu saat ini masih kerap membandingkan dirimu dengan orang lain, bahkan sampai merasa bahwa hidup kamu sekarang tidak bergunalah, atau jadi kepengen menjalani hidupnya orang lain sajalah, dan menghindari sikap menjadi diri sendiri, maka… maaf, ini berarti kamu secara tidak langsung sudah menyalahi fitrahmu sebagai manusia yang lahir dengan keunikan tersendiri.

Artinya salah satu fitrah yang kamu miliki sebagai manusia adalah untuk menemukan dimana sebenarnya letak keunikan yang kebetulan sempat kamu bawa sejak lahir. Dan bukannya merengek berharap bagaimana supaya kamu bisa menjadi seperti si Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan lain sebagainya. Idiih…

Soal bagaimana caranya itu sepenuhnya menjadi urusan kamu. Yang penting adalah kamu tetap senantiasa menjadi diri sendiri. Bersikap dan berperilaku sebagaimana adanya diri kamu. Dan ini semua bisa lebih mudah terwujud jika kamu berhenti membandingkan dirimu dengan orang lain.

Don’t compare yourself with anyone in this world… If you do so, you’re insulting yourself

– Bill Gates

4. Bangga dengan dirimu sendiri

cara menjadi diri sendiri

Yup, ini penting banget. Sebab rasanya mustahil kita bisa menjadi diri sendiri bila seandainya kita saja belum atau bahkan tidak bisa menghargai dan merasa bangga dengan diri kita sendiri apa adanya. Bangga dengan jati dirimu sendiri. Untuk itu, mulailah bersikap Gentle serta sebisa mungkin hindarilah sikap pencitraan.

Jangan ragu memperlihatkan jati diri kamu yang sebenarnya kepada orang lain. Walaupun itu mungkin akan terlihat aneh bagi mereka, kamu seharusnya bersikap tidak peduli. Toh itu juga adalah bagian dari dirimu sendiri, lantas kenapa harus malu? Ya, kan? Jadi, hargai saja tingkah anehmu itu dan keluarkan.  

5. Percaya diri

cara menjadi diri sendiri

Sebelum bisa dengan nyaman menjalankan poin sebelumnya yaitu “merasa bangga dengan diri sendiri” , pertama-tama kita harus tumbuhkan rasa percaya pada diri kita sendiri. Salah satu cara melakukannya adalah dengan berhenti berpikiran negatif terhadap diri sendiri. Karena itu hanya akan berpotensi menimbulkan perasaan ragu-ragu terhadap kemampuan dan kompetensi yang ada dalam diri kita. Nah, kalau kita saja sudah merasa ragu, lantas bagaimana caranya bisa muncul perasaan bangga kita terhadap diri sendiri? Berhentilah meragukan dirimu, dan mulailah percaya diri.

Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Percaya Diri yang Terbukti Ampuh

6. Lakukan apa yang kamu suka

Menjadi diri sendiri sama sekali bukan berarti kita harus pasrah dan menerima apa adanya sesuai dengan kondisi diri kita. Tidak, tujuannya tidak seperti itu! Bahkan sebaliknya, menjadi diri sendiri justru mengajarkan kita untuk berani menciptakan target-target besar dalam hidup sembari terus berupaya memenuhinya. Selama tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan jati dirimu, maka tidak ada masalah dengan itu. Bahkan sangat disarankan.

Yang tidak dianjurkan adalah jika kamu berusaha mencapai tujuan-tujuan yang sebenarnya jauh di dalam hati itu bertentangan dengan dirimu yang sesungguhnya. Yang hanya karena diakibatkan oleh pengaruh dari luar, misal keinginan orangtua atau akibat tekanan dari teman-teman, kamu pun jadi merasa terpaksa harus mengejar tujuan itu juga. Padahal, ujung-ujungnya yang bakal jalanin hidup sampai mati tidak lain adalah diri kamu sendiri, bukan orang lain.

Untuk itu, lakukanlah apa saja yang kamu suka yang sesuai dengan jati diri kamu. Kejar tujuan-tujuan yang bisa lebih menunjukkan ke orang lain tentang siapa diri kamu sebenarnya. Intinya, kamu masih bisa terus bertumbuh dan berkembang sambil tetap senantiasa menjadi diri sendiri.

Kesimpulan

Individu itu khas, unik, satu. Meski indah, Matahari bukanlah apa-apa jika jumlahnya ada seribu. Kau, jadilah dirimu sendiri, yang satu.

silviamnque

Nah, Sudahkah kamu menjadi dirimu sendiri?

Catatan: Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat dan cukup membantu kamu, maka please setidaknya bantu saya untuk membagikan manfaatnya ke lebih banyak orang lagi. Lagipula, caranya mudah kok’ – cukup dengan mengklik satu atau lebih tombol share sosial media (twitter, facebook, google plus) yang terdapat pada bagian bawah artikel ini. Kemudian ikuti petunjuk berikutnya. Cheers !!

Author

Freelance Writer, Blogger, and Finance enthusiast. Blog ini saya buat untuk berbagi tips finansial, investasi, dan berbagai cara menghasilkan uang dari internet. Hubungi halo@zaipad.com untuk perihal pertanyaan dan kerjasama.

Write A Comment

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!