Kenapa sih ada bisnis yang bisa sukses dan banyak yang justru gagal? Apakah karena memang nasibnya sudah seperti itu? Ataukah ada faktor-faktor lain yang menjadi sebab kenapa hal tersebut bisa terjadi? Nah pada artikel kali ini, saya akan coba menyoroti tanda tanya tersebut berdasarkan sudut pandang dan pengalaman saya pribadi. Khususnya dalam hal menjawab alasan kenapa bisnis selalu gagal.

Akan tetapi, sebelumnya, perlu diketahui bahwa saya disini masih bisa dikatakan baru dalam dunia bisnis. Terhitung pertama kali saya mulai berbisnis itu di tahun 2015 – 2016, atau baru sekitar 4 – 5 tahun saja. Dan ironisnya, selama itu tidak ada barang satu buah bisnis pun yang berhasil bertahan lebih dari 6 bulan. Rata-rata seluruhnya pailit dalam waktu kurang dari satu semester.

Sehingga bila dilihat dari sisi track record, jelas saya disini bukanlah individu yang tepat untuk mengajarkan seseorang mengenai bisnis. Terutama mengajar kalian yang sudah senior dan memiliki penghasilan ratusan juta cash di tangan setiap bulan. Namun jika hanya sekedar membahas apa saja penyebab gagalnya sebuah bisnis, maka saya rasa saya cukup ahli untuk menjawabnya. Jadi tidak usah khawatir! Hehe

Nah kalau begitu apa saja sebetulnya yang menjadi alasan kenapa bisnis selalu gagal? Kuy simak penjelasannya di bawah ini:

1. Karena tidak memecahkan masalah

Inilah salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan oleh seseorang saat hendak memulai bisnis. Termasuk saya sendiri. Yakni, asal mulai bisnis tanpa melihat apakah usaha yang akan dibuat itu bisa memecahkan masalah yang ada atau tidak. Alias langsung main cebur begitu saja.

Padahal kita tahu sendiri bahwa alasan lahirnya sebuah bisnis itu adalah untuk memecahkan masalah. Dan bukan untuk ajang ikut-ikutan dan gaya-gayaan belaka. Makanya, kadang saya suka lucu melihat model-model bisnis zaman sekarang yang terlalu menggembor-gemborkan konsep dan desain. Sementara bila saya lihat tujuan bisnisnya itu ..uhh.. masih sangat rentan. Atau dengan kata lain, tidak betul-betul menyoroti masalah yang terdapat di masyarakat. Alhasil, ujung-ujungnya collapse juga. Cepat pula.

Karena itu penting sekali bagi kita untuk senantiasa memulai bisnis dari sebuah masalah terlebih dahulu jika tidak ingin gagal. Misal kita hanya boleh mendirikan sebuah cafe bila memang masyarakat butuh itu atau jumlah cafe-nya kebetulan masih kurang di wilayah tersebut. Jangan seperti di daerah saya kemarin, Kota Gorontalo, yang ketika bisnis warkop lagi trendnya di Jakarta, tiba-tiba disini semuanya juga pada berlomba-lomba ikut bangun warkop. Hasilnya? Dalam waktu singkat, sudah banyak banget warkop yang buka dengan nama dan konsep yang macam-macam. Namun ya seperti dugaan saya, tidak lama setelah itu juga banyak yang ditemukan tutup.

Baca juga: Usaha sering Gagal? Bisa jadi Kamu suka Ngelanggar Prinsip yang satu ini!

Jadi, sekali lagi buatlah bisnis yang orientasinya adalah bertujuan untuk memecahkan masalah. Kalau masalahnya tidak ada atau sudah diselesaikan oleh pihak lain, maka tidak usah repot-repot nawarin solusi (bisnis) lagi.

2. Bisnis memang bisa memecahkan masalah, tapi sayang pasarnya kurang gede

Bisa jadi salah satu alasan kenapa bisnis kita selalu gagal adalah karena kita membuat bisnis yang calon konsumennya (pasarnya) itu kurang banyak. Atau kurus. Sehingga potensi penghasilan yang bisa diraup pun hanya sedikit. Sedangkan biaya produksi dan operasional yang sudah atau akan kita keluarkan itu jumlahnya jauh lebih banyak daripada potensi penghasilan tersebut.

Bila demikian, maka jangan heran kalau bisnis kita gagal. It is simply not worth it. Saya sendiri juga dulu sempat melakukan kesalahan yang sama saat mendirikan usaha kursus bahasa inggris di sebuah desa yang terletak di Sulawesi Utara.

Tempo itu sebelum memulainya, saya tidak meluangkan waktu terlebih dahulu untuk melakukan survei di wilayah sana. Yang saya lakukan hanyalah yakin yakin dan yakin bahwa jika saya mendirikan kursus disana, serta juga melakukan promosi yang agresif, maka pasti bakalan ada banyak peminat yang mau mendaftar di tempat kursus saya. Toh lagipula saya melihat saat itu di daerah sana tidak ada satupun kursus bahasa inggris yang berdiri. Jadi dengan naifnya saya kemudian bilang: ‘ah, ini pasti adalah tanda peluang yang sangat potensial’. Hehe..

Alhasil, hanya dalam kurun waktu 6 sampai 8 bulan berjalan, kursus bahasa inggris itu pun terpaksa harus saya tutup. Peminatnya ternyata sangat sedikit. Atau sangat tidak sepadan dengan biaya operasional, tenaga, dan waktu yang saya keluarkan untuk mengelola bisnis tersebut setiap harinya.

Dari situ kemudian saya tahu bahwa ternyata satu-satunya alasan kenapa tidak ada satu pun kursus bahasa inggris yang beroperasi di daerah sana adalah simply karena memang kurang peminat. Bukan karena disana tidak ada orang yang tahu berbahasa inggris, atau tidak ada orang yang mau atau punya modal untuk mendirikannya.

Dalam berbisnis, orientasi utama kita haruslah tetap pada tujuan untuk mengatasi masalah. Akan tetapi, jika hitung-hitungannya tidak menguntungkan, ngapain repot? Jika pasarnya kurus atau pengguna barang/jasa kita itu sedikit, maka ngapain bersusah-susah payah? Toh meskipun tidak enak didengar, kita tetap harus menerima kenyataan bahwa tujuan utama kita berbisnis adalah untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. Jadi bila tidak ada keuntungannya, mendingan bikin sebuah yayasan saja atau lembaga non profit lainnya.

3. Tidak Inovatif

Di pertengahan tahun 2016, saya bersama beberapa teman SMA berinisiatif untuk sama-sama mendirikan sebuah bisnis baru yang bergerak di bidang kuliner, yaitu menjual minuman dingin. Dengan konsep yang sama seperti Frezzo dan Cappucino Cincau, kami memulai bisnis ini dengan rasa percaya diri. Atau lebih tepatnya saya memulai bisnis ini dengan rasa yang penuh percaya diri.

fakto penyebab bisnis gagal

Awalnya semua berjalan cukup lancar. Omset yang kami peroleh juga bisa dikatakan lumayan walau hampir tak tersisa profit-nya sama sekali karena dipakai untuk membeli bahan baku dan peralatan tambahan.

Akan tetapi setelah beberapa bulan berjalan, saya menemukan performa bisnis kami kian menurun. Angka penjualan semakin hari semakin berkurang. Sampai akhirnya saya pun memutuskan untuk menghentikannya karena sudah tidak worth lagi untuk dilanjutkan. Alias hanya buang-buang waktu saja.

Nah dari peritiwa tersebut saya belajar bahwa selain dari kesalahan manajemen dan ketidakseriusan kami dalam mengelolanya, alasan kenapa bisnis kami gagal waktu itu adalah karena pada dasarnya bisnis kami tidak ada bedanya dengan yang lain. Yang berbeda palingan hanyalah logo dan nama merek saja which is tidak terlalu memiliki efek dongkrak yang berarti khususnya untuk bisnis yang baru saja meluncur.

Singkatnya, bisnis kami tidaklah inovatif. Tidak ada produk maupun cara-cara baru yang kami tawarkan ke masyarakat. Alias bisa dibilang kami hanya sekedar ikut-ikutan saja. Dan oleh karena itu jangan heran bila kisahnya juga berakhir tragis (wagelasih bahasanya).

So, in business, innovation is also important.

4. Tidak serius

Salah satu alasan utama yang menyebabkan kenapa sebuah bisnis itu selalu gagal ialah tidak lain karena ketidakseriusan pemiliknya dalam mengelola. Saya sendiri mengakui bahwa kegagalan saya dalam berbisnis selama ini adalah karena memang saya tidak serius menjalaninya. Saya terlalu gampang bosan, tidak mau belajar, mudah berpuas diri, kurang fokus, serta yang paling parahnya adalah saya tidak mampu bekerja tim.

Baca juga: Cara Mengembangkan Potensi Diri dengan 3 Langkah Sederhana

Itu semua dan beberapa kelemahan saya lainnya-lah yang pada akhirnya menuntun seluruh bisnis saya pada jurang kehancuran dan nestapa (wagelasih bahasanya). Untuk itu saran saya buat kamu dan tentu diri saya sendiri adalah sekali kita berbisnis haruslah betul-betul diseriusi. Tidak boleh setengah-setengah apalagi seperempat-seperempat, kecuali bila kita ingin gagal.

5. Kurang modal

Untuk membuat sebuah bisnis berhasil terkadang kita dilarang hanya memiliki modal (baca: duit) yang secukupnya saja. Hal ini adalah untuk menjaga supaya bisnis kita tidak cepat bangkrut dikala sedang mengalami situasi yang tidak menguntungkan – merugi.

Emang kenapa tidak ditutup saja bisnisnya kalau merugi?

alasan kenapa bisnis selalu gagal

Well, sebelumnya kita harus tahu bahwa dalam dunia bisnis, rugi tidak selalu menandakan bahwa bisnis tersebut buruk dan untuk itu harus ditutup. No! Tidak selamanya seperti itu. Sebab rugi bisa saja hanya bersifat sementara. Contohnya adalah seperti toko online Amazon yang awalnya merugi selama 9 tahun, namun setelah itu berhasil konsisten meraup keuntungan sampai sekarang. Btw, untung disini maksudnya adalah benar-benar untung.

Terkait: 12 Faktor Penyebab Kemiskinan


Demikianlah 5 alasan kenapa bisnis selalu gagal menurut sudut pandang dan pengalaman saya pribadi. Semoga informasi ini bisa membantu kalian yang akan atau sedang berbisnis saat ini. Good luck!

Author

Freelance Writer, Blogger, and Finance enthusiast. Blog ini saya buat untuk berbagi tips finansial, investasi, dan berbagai cara menghasilkan uang dari internet. Hubungi halo@zaipad.com untuk perihal pertanyaan dan kerjasama.

Write A Comment

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!

Mau Informasi GRATIS tentang Tips Finansial dan How to Make Money Online dari Zaipad?

*Bonus E-Book 53 Cara Mendapatkan Uang dari Internet khusus untuk kamu yang mendaftar hari ini. 

Pendaftaran Berhasil! Silakan cek Inbox kamu untuk Konfirmasi Email.