Beberapa tahun belakangan ini, perlahan saya melihat reksadana mulai menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati masyarakat zaman sekarang. Terutama mereka yang tergolong anak milenial seperti saya. Hal ini tentu tidak lepas dari peran sejumlah perencana keuangan (termasuk para blogger finansial) dan institusi/lembaga tertentu yang dengan gencarnya melakukan promosi reksadana setiap saat. Lantas apa sih itu reksadana?

Well, sebelum saya menjelaskan tentang pengertian reksadana dan lain-lain, saya ingin terlebih dahulu mengingatkan kepada kalian pembaca setia blog ini bahwa dalam berinvestasi, tidak ada yang namanya instrumen investasi terbaik maupun terburuk. Semuanya tetap bergantung pada situasi dan tujuan kalian masing-masing sebagai seorang investor (pemodal).

Saya sendiri meski telah menulis banyak artikel mengenai reksadana, tetap saja pada kenyataannya saya tidak begitu tertarik berinvestasi pada produk investasi yang satu ini. Saya justru lebih memilih untuk berinvestasi di instrumen saham dan P2P (peer to peer) lending ketimbang reksadana.

Untuk itu, kalian jangan terlalu mudah kemakan tulisan saya disini maupun nasihat dari beberapa blogger finansial dan perencana keuangan di luar sana. Seluruhnya harus tetap kembali pada situasi kalian masing-masing.  

Jadi…

Apa itu reksadana?

Menurut Undang-Undang Pasar Modal nomor 8 tahun 1995, reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Reksadana terdiri atas empat unsur utama, yaitu 1) wadah yang menghimpun dana, 2) masyarakat pemodal, 3) portofolio efek, dan 4) manajer investasi.  

  1. Wadah yang menghimpun dana maksudnya adalah lembaga atau institusi tertentu yang secara hukum (diatur oleh undang-undang) dibolehkan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat (termasuk sobat missqueen sekalian). Contohnya seperti bank, perusahaan asuransi, BPJS, dan lain-lain.
  2. Masyarakat pemodal yaitu kita semua yang punya duit dan berminat untuk memodali.
  3. Portofolio efek itu tidak lain adalah surat berharga yang diperjualbelikan. Contohnya seperti saham, obligasi, deposito, sukuk, surat berharga negara, dan seterusnya.
  4. Manajer Investasi adalah mereka yang dalam hal ini bertugas untuk mengelola dana yang sudah terkumpul dari masyarakat. Caranya adalah dengan menginvestasikan dana tersebut ke sejumlah portofolio efek (saham, obligasi, dll) dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Namun ingat, yang dimaksud dengan manajer investasi (MI) disini adalah suatu perusahaan bukan individu (banyak yang salah kaprah soalnya). Contoh perusahaan manajer investasi adalah Danareksa Investment dan Manulife Asset Management.
    Lalu apakah MI bekerja mengelola dana investasi kita secara gratis? ya nggak-lah, tetap bayar.

Reksadana dana merupakan salah satu instrumen investasi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) berikut perusahaan manajer investasinya (MI). Jadi secara garis besar, reksadana bisa dibilang aman!

Cara Kerja Reksadana

Berdasarkan pada pengertian reksadana diatas, maka bisa dibilang reksadana memiliki cara kerja yang kurang lebih sama seperti pihak perantara dalam berinvestasi. Artinya disaat kita membeli reksadana, itu sama saja seperti kita sedang membeli portofolio efek (saham, obligasi, deposito, dll) tapi secara tidak langsung.

Kenapa tidak langsung? ya karena yang melakukan analisa investasi, yang mengambil keputusan Efek mana yang mau dibeli, hingga yang bertugas untuk memonitor pergerakan pasar itu bukan kita, melainkan si manajer investasi yang sudah kita pilih itu sendiri.

Jadi kita sebagai masyarakat (pemodal) itu tugasnya tinggal duduk diam santai sambil menunggu hasil dari investasi yang dilakukan oleh pihak manajer investasi. Bisa untung, bisa juga rugi.

Secara ringkas, kita bisa melihat cara kerja reksadana pada video ilustrasi oleh Bareksa dibawah ini:

Baca juga: 7 keuntungan reksadana bagi investor pemula

Jenis Reksadana

Berdasarkan portofolio efeknya, reksadana dikelompokkan ke dalam empat jenis berbeda, yaitu:

1. Reksadana saham

Reksadana saham adalah jenis reksadana yang menempatkan sebagian besar dana kelolaannya untuk membeli efek saham di bursa – sekurang-kurangnya 80% dari total dana kelolaan. Reksadana saham sendiri adalah reksadana dengan return (imbal hasil) dan resiko yang paling tinggi diantara jenis reksadana lainnya.

Artikel terkait: Cara Berinvestasi di Reksadana Saham Tanpa Ribet dan Murah

2. Reksadana campuran

Reksadana campuran adalah reksadana yang memiliki resiko terbesar kedua setelah reksadana saham. Jenis reksadana ini merupakan reksadana yang menempatkan dana kelolaannya pada berbagai macam efek seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Singkatnya, semua dicampur alias di-diversifikasi-kan sedemikian rupa untuk meminimalisir resiko.   

3. Reksadana pendapatan tetap

Jika pada reksadana saham minimal 80% dana diinvestasikan ke dalam efek yang bersifat ekuitas (saham), maka pada jenis reksadana yang satu ini minimal 80% dana tersebut digunakan untuk membeli efek yang memberikan pendapatan tetap, yaitu berupa obligasi alias surat utang dengan jangka waktu tempo lebih dari satu tahun. Bisa merupakan surat utang negara maupun surat utang perusahaan.

4. Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang adalah reksadana yang memiliki resiko paling minimum diantara keseluruhan jenis reksadana. Reksadana pasar uang menginvestasikan 100 persen dana yang dikelola untuk membeli efek bersifat hutang namun dengan jatuh tempo yang kurang dari satu tahun.

Selain keempat jenis reksadana diatas, sebetulnya masih ada lagi satu jenis reksadana yang lain, yaitu reksadana syariah. Reksadana ini merupakan reksadana yang pengelolaannya sesuai dengan ketentuan dan prinsip yang berlaku dalam agama islam. Seperti tidak berinvestasi pada perusahaan yang menjual produk minuman keras dan/atau bank yang menggunakan sistem riba.

Kesimpulan

  • Apa itu reksadana? reksadana adalah produk investasi yang secara tidak langsung menginvestasikan dana kita (masyarakat pemodal) ke dalam sejumlah portofolio efek (saham, obligasi, deposito, dll) melalui perusahaan manajer investasi.
  • Reksadana memiliki cara kerja yang kurang lebih sama seperti perantara: menghimpun uang dari masyarakat yang kemudian disalurkan ke beberapa portofolio efek untuk memperoleh keuntungan.
  • Dalam berinvestasi reksadana, terdapat empat jenis reksadana yang bisa kita pilih yaitu reksadana saham, pendapatan tetap, campuran, dan reksadana pasar uang.

Catatan: Artikel ini merupakan bagian dari panduan investasi reksadana bagi pemula.

Author

Freelance Writer, Blogger, and Finance enthusiast. Blog ini saya buat untuk berbagi tips finansial, investasi, dan berbagai cara menghasilkan uang dari internet. Hubungi halo@zaipad.com untuk perihal pertanyaan dan kerjasama.

3 Comments

  1. Sebetulnya sudah cukup lama aku pengin berinvestasi saham, tapi minimnya pengetahuan cara2nya dan berita simpang siur pihak perantara jadi bikin bingung dan ragu bermain saham.
    Seandainya ada yang membimbing orang terpercaya, aku bakalan langsung ikut.

    • Zai Z Reply

      Sebetulnya kalau mas pingin investasi saham jangka panjang, menurut saya cukup perkuat saja pemahaman analisis fundamental (FA) saja. Tapi kalau inginnya trading, maka penting belajar analisis teknikal (TA) dan FA juga. Dua2nya.

      Btw menurut saya lebih baik belajar investasi saham secara otodidak daripada ada yang ngebimbing. Soalnya biasa yang bimbing itu banyak yang suka pom pom terselubung, instead of teaching. Atau mending mas download apps stockbit aja, dan belajar dari para senior disitu.

  2. Saya udah nyobain beli rdn tapi masih belum tau tips n trick dalam memilih rdn yang tepat,,, kalau pilih jenis bisalah,, tapi di dalam jenisnya itu sendiri banyak produk rdn yang beredar… setelah saya nyobain mudah untuk beli, tapi ga dilanjutkan karena belum belajar lebih jauh

Write A Comment

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!

Mau Informasi GRATIS tentang Tips Finansial dan How to Make Money Online dari Zaipad?

*Bonus E-Book 53 Cara Mendapatkan Uang dari Internet khusus untuk kamu yang mendaftar hari ini. 

Pendaftaran Berhasil! Silakan cek Inbox kamu untuk Konfirmasi Email.