Apa itu reksadana? Sebagai instrumen investasi yang menguntungkan, reksadana nampaknya cukup mendapat banyak perhatian dari masyarakat pemodal di Indonesia belakangan ini.

Jika kamu adalah salah satunya dan ingin belajar lebih banyak tentang reksadana, kamu berada di tempat yang tepat. Soalnya pada tulisan ini saya akan menjelaskan semua hal tentang reksadana supaya kamu dapat memperoleh modal pemahaman yang cukup sebelum mulai terjun berinvestasi.

Saya harap tulisan ini bisa menjadi titik awal bagi kamu dalam mengenal dan belajar reksadana sekaligus menjadi teman yang akan selalu menemani di setiap tahap perjalanan reksadana kamu.

Apabila panduan reksadana ini membantu kamu, please share it to your friends. Salam cuan!

Apa itu Reksadana?

Reksadana adalah instrumen investasi yang mengumpulkan dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Reksadana terdiri atas tiga unsur utama, yaitu dana dari masyarakat pemodal, portofolio efek, dan Manajer Investasi. Berikut penjelasannya:

  1. Masyarakat pemodal adalah pihak yang berinvestasi atau membeli unit penyertaan reksadana. Masyarakat pemodal dapat berupa investor perseorangan maupun institusi/perusahaan.
  2. Portofolio efek adalah surat-surat berharga seperti deposito, obligasi, dan saham yang dapat mengalami kenaikan/penurunan harga seiring waktu dan/atau memberi keuntungan berupa bunga dan dividen secara berkala.
  3. Manajer Investasi adalah pihak (perusahaan, bukan individu) yang mengelola dana investor untuk diinvestasikan ke berbagai portofolio efek dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Contoh manajer investasi antara lain PT. Bahana TCW Investment Management, PT. Danareksa Investment Management, dan PT. Schroder Investment Management Indonesia.

Ilustrasi reksadana dijelaskan lewat gambar:

Cara Kerja Reksa Dana

Video pengertian dan cara kerja reksadana:

Jenis Reksadana

1. Reksadana Pasar Uang, yaitu reksadana yang menempatkan 100% modal pada instrumen pasar uang seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), atau efek bersifat utang (obligasi) dengan jangka waktu kurang dari satu tahun.

Reksadana pasar uang cocok dijadikan sebagai pilihan investasi jangka pendek atau sebagai tempat untuk menyimpan dana darurat. (Baca: 7 Hal Penting yang Perlu Kamu Tahu sebelum Berinvestasi Reksadana Pasar Uang)

2. Reksadana Pendapatan Tetap, adalah jenis reksadana yang menempatkan minimal 80% modal pada instrumen obligasi atau surat utang dengan jangka waktu lebih dari satu tahun.

3. Reksadana Saham, yaitu reksadana yang menempatkan sekurang-sekurangnya 80% dana kelolaan pada instrumen pasar modal berupa saham. Reksadana saham termasuk jenis reksadana dengan potensi keuntungan dan risiko tinggi sehingga kerap kali dijadikan sebagai investasi jangka panjang.

4. Reksadana Campuran, adalah jenis reksadana yang menempatkan modal pada gabungan antara instrumen pasar uang, obligasi, dan saham dengan catatan setiap efek tidak boleh menerima alokasi dana melebihi 79% dari total dana kelolaan.

5. Reksadana Indeks, adalah reksadana yang dikelola secara pasif oleh Manajer Investasi dengan tujuan untuk menyamai performa indeks yang dijadikan acuan, baik itu indeks saham maupun indeks obligasi. Reksadana indeks menginvestasikan minimal 80% modal pada aset-aset yang terdapat di indeks acuan. (Baca:Daftar 20 Reksadana Indeks di Indonesia, Mana yang Terbaik?)

6. Exchange Traded Fund (ETF). Ini adalah reksadana indeks yang diperjualbelikan di Bursa Efek layaknya saham. Produk ETF memiliki ciri berupa huruf “X” atau “R” di-depannya. Contoh:

  • R-ABFII -> Reksa Dana Asian Bond Fund – Indonesia Bond Index Fund
  • XIIT -> Reksa Dana Premier ETF IDX30
  • XIJI -> Reksa Dana Syariah Premier ETF JII

7.  Reksadana Terproteksi atau biasa disebut CPF (Capital Protected Fund) adalah jenis reksadana yang memberikan perlindungan terhadap 100% nilai investasi awal kamu selama kamu tidak melakukan penarikan dana sebelum jatuh tempo.

Reksadana terproteksi menempatkan sebagian besar modalnya pada surat utang pemerintah atau perusahaan dan umumnya memiliki periode tenor 3 – 4 tahun.

Berbeda dengan ke-enam jenis reksadana di atas, reksadana terproteksi memiliki masa penawaran terbatas (maksimal 120 hari kerja) dan hanya dapat dibeli dalam nominal tertentu sesuai jumlah maksimal unit penyertaan yang ditawarkan.

8. Reksadana Penyertaan Terbatas. Ini adalah jenis reksadana yang hanya ditawarkan khusus kepada Pemodal Profesional a.k.a Sultan jadi bukan termasuk penawaran umum.

Reksadana penyertaan terbatas memiliki ciri-ciri antara lain minimum investasi Rp5 miliar, tidak boleh dimiliki lebih dari 50 orang/pihak, serta penyaluran investasi tidak terbatas pada portofolio efek saja, melainkan boleh juga investasi langsung ke Sektor Riil seperti proyek infrastruktur pengerjaan bandara, jalan tol, dan lain-lain.

9. Reksadana syariah, adalah reksadana yang dikelola berdasarkan prinsip syariah atau tidak bertentangan dengan ajaran agama islam.

Bagaimana reksadana menghasilkan keuntungan/kerugian?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, reksadana berinvestasi pada sejumlah portofolio efek seperti obligasi, saham, dan deposito.

Ketika portofolio efek tersebut mengalami kenaikan atau penurunan harga, maka ini otomatis akan membuat nilai dari reksadana juga ikut bergerak naik/turun.

Dimana melihat nilai reksadana? Gampang. Cek saja indikator Nilai Aktiva Bersih (NAB) per Unit Penyertaan (UP) atau NAB/UP reksadana yang biasanya diupdate setiap hari kerja (Senin – Jumat).

NAB/UP BNI AM Indeks IDX30
sumber: Bareksa

Selain lewat kenaikan harga portofolio efek, keuntungan investasi reksadana juga dapat berasal dari dividen saham dan bunga obligasi atau deposito yang dibayarkan secara berkala sehingga turut menambah Nilai Aktiva Bersih Reksadana.

Bagaimana mengetahui harga Reksadana?

Harga reksadana didapat dari hasil pembagian Nilai Aktiva Bersih (NAB) dengan Unit Penyertaan (UP) atau NAB/UP.

Unit Penyertaan yang dimaksud di sini adalah UP outstanding pada saat itu, bukan total jumlah UP yang ditawarkan oleh reksadana tersebut.

Berikut contoh perhitungan harga reksadana yang benar:

Data salah satu produk Reksa Dana per 30 September 2020

  • NAB atau NAV -> IDR 6.713.127.165.774 (Rp6,7 triliun)
  • UP outstanding -> 4.439.273.566 (4,4 miliar unit)
  • UP penawaran -> 10 miliar unit

Berdasarkan data tersebut, maka harga reksadana atau NAB/UP yang benar adalah Rp6,7.. triliun / 4,4.. miliar = Rp1.512

*catatan:

  • Secara istilah, NAB (Nilai Aktiva Bersih) memiliki pengertian yang sama dengan AUM (Assets Under Management)
  • Di Indonesia, harga reksadana atau NAB/UP seringkali hanya disebut sebagai NAB.
  • Dalam bahasa inggris, NAB adalah NAV (Net Asset Value)

Biaya investasi reksadana

Berinvestasi reksadana tentu ada biaya-biayanya dan hal ini juga sudah pernah saya tulis di artikel sebelumnya (Baca: 11 Biaya Reksadana yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Berinvestasi).

Informasi lengkap tentang apa saja biaya yang dikenakan untuk mengelola reksadana bisa kamu baca di bagian Prospektus reksadana tersebut.

Tiap reksadana memiliki persentase biaya yang berbeda-beda tergantung kebijakan dari Manajer Investasi pengelola reksadana.

Prospektus Reksa Dana Bibit

Biaya pengelolaan reksadana umumnya dibagi ke dalam beberapa kategori sebagai berikut:

Biaya yang menjadi beban Reksa Dana:

  • Imbalan jasa Manajer Investasi
  • Imbalan jasa Bank Kustodian
  • Biaya transaksi dan registrasi Efek
  • Biaya pembaharuan Prospektus
  • Biaya pemasangan berita/pemberitahuan di surat kabar
  • Biaya percetakan
  • Biaya jasa auditor
  • Pengeluaran pajak, dll

Biaya yang menjadi beban Manajer Investasi:

  • Biaya persiapan
  • Biaya administrasi pengelolaan portofolio reksadana
  • Biaya pemasaran
  • Biaya pencetakan dan distribusi Formulir Pembukaan Rekening
  • Imbalan jasa Konsultan Hukum

Biaya yang menjadi beban investor (pemegang unit penyertaan reksadana):

  • Biaya pembelian dan penjualan reksadana (jika ada)
  • Biaya pengalihan investasi (switching fee)
  • Pajak-pajak yang berkenaan dengan Pemegang Unit Penyertaan dan biaya-biaya di atas (jika ada)

Keuntungan dan Kerugian Investasi Reksadana

Berinvestasi reksadana memiliki sejumlah keuntungan dan risiko kerugian yang wajib diketahui agar kamu dapat mengantisipasinya serta tidak salah dalam mengambil keputusan investasi.

Berikut adalah beberapa keuntungan dan kerugian reksadana yang waib diketahui investor:

Keuntungan Investasi Reksadana

1. Imbal hasil lumayan tinggi

Terlepas dari apa jenis reksadana yang kamu beli, reksadana dapat memberikan imbal hasil rata-rata yang lebih besar daripada kamu menabung di bank, membuka rekening deposito, atau berinvestasi emas.

2. Diversifikasi

Instrumen reksadana menyebarkan uang yang kamu investasikan ke berbagai portofolio efek sehingga risikonya pun menjadi terdiversifikasi

3. Dikelola oleh pihak profesional

Dalam investasi reksadana, kamu tidak perlu repot menganalisa saham atau obligasi apa yang layak dibeli dan bisa menghasilkan keuntungan optimal.

Akan tetapi, kamu cukup mempercayakan uang kamu dikelola oleh pihak profesional saja, yaitu Manajer Investasi, dan biarkan mereka bekerja pada bidang yang sudah mereka pelajari bertahun-tahun.

3. Minimum Investasi Terjangkau

Berkat kehadiran internet dan inovasi dalam teknologi finansial, kini berinvestasi reksadana sudah bisa dilakukan dengan modal seminim mungkin, yaitu mulai dari Rp10 ribu saja.

Beberapa aplikasi reksadana yang memberikan layanan investasi reksadana modal minim di Indonesia, antara lain aplikasi Bibit, Ajaib, Tanamduit, BukaReksa dan masih banyak lagi.

4. Mendaftar dan Jual Beli Reksadana Praktis via Online

Jika dulu memulai investasi reksadana seseorang harus mengisi formulir dan mengurus dokumen hard copy, menandatanganinya satu per satu, lalu menyerahkannya ke bank atau perusahaan sekuritas, sekarang tidak lagi.  

Cukup dengan modal smartphone, kini kamu sudah bisa mendaftar hingga melakukan jual/beli reksadana secara online dari rumah, bahkan tanpa perlu beranjak dari kasur. LMAO.

5. Transparan

Informasi tentang produk reksadana yang kamu beli dapat diakses secara publik lewat dokumen Prospektus dan fund fact sheet yang selalu di-update setiap bulannya. Jadi, sangat sangat transparan.

6. Aman

Reksadana dikelola oleh Manajer Investasi (MI) yang resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia sehingga aman.

Bagaimana jika produk reksadananya bubar atau Manajer Investasinya-nya bangkrut? Tenang aja. Uang kamu gak akan tiba-tiba hilang kok.

Pasalnya, semua uang yang kamu investasikan di reksadana itu disimpan oleh Bank Kustodian, bukan Manajer Investasi. Sehingga sekalipun MI-nya bangkrut, uang kamu tetap dijamin 100% aman dan akan dicairkan ke rekening pribadi kamu secara proporsional setelah proses likuidasi reksadana selesai.

Kerugian Investasi Reksadana

1. Investasi merugi

Layaknya semua jenis investasi, reksadana juga dapat mengalami penurunan nilai dan menyebabkan kerugian bagi kamu.

Dalam berinvestasi dikenal hukum high risk high return yang berarti risiko sejalan dengan potensi keuntungan. Semakin tinggi risiko yang diambil semakin besar pula potensi keuntungan yang dapat kamu peroleh.

Berikut 4 jenis reksadana dengan risiko (kerugian) paling rendah hingga paling tinggi:

  • Reksadana Pasar Uang
  • Reksadana Pendapatan Tetap
  • Reksadana Campuran
  • Reksadana Saham

2. Biaya investasi menggerus keuntungan dalam jangka panjang

Berinvestasi reksadana berarti kamu menyewa pihak lain (Manajer Investasi) untuk mengelola dana kamu. Hal ini tentu menimbulkan biaya-biaya sebagaimana yang sudah saya jelaskan di bagian sebelumnya.

Meskipun kecil, dalam jangka panjang, biaya tersebut bisa sangat menggerus keuntungan investasi reksadana kamu sebagaimana dijelaskan dalam ilustrasi di bawah ini yang dilansir dari laman website Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat.

biaya investasi menggerus keuntungan reksadana

Perhatikan bahwa biaya investasi yang dikenakan memang sedikit, hanya 0,25 – 1 persen.

Namun ketika melihat hasil investasinya dalam 20 tahun, ternyata terdapat perbedaan yang cukup jauh antara hasil investasi dengan biaya 0,25 persen dan 1 persen.

Perbedaannya bahkan mencapai US $30.000 atau setara dengan Rp420 juta.

3. Pencairan dana membutuhkan waktu

Saat kamu menaruh uang di bank, kamu dapat mengambilnya kapan saja secara instan lewat fasilitas ATM atau transfer ke rekening bank lain.

Di reksadana, hal seperti ini tidak mungkin. Mengapa? karena berdasarkan aturan OJK, pencairan reksadana membutuhkan waktu maksimal hingga 7 hari kerja sejak diterima perintah pencairan dana oleh Manajer Investasi.

Meski begitu, saat ini sudah ada beberapa platform yang menghadirkan layanan pencairan reksadana instan seperti BukaReksa (jika kamu membeli produk Reksadana Syariah Mandiri BukaReksa Pasar Uang) dan IPOTFUND lewat mekanisme penalangan dana yang dikenakan biaya sekian persen.

4. Reksadana dibubarkan

Sebuah produk reksadana dapat dibubarkan karena satu atau beberapa alasan tertentu. Kasus seperti ini pernah terjadi pada enam reksa dana Minna Padi yang dibubarkan OJK akhir November 2019 lalu lantaran menawarkan imbal hasil pasti.

Apa ruginya bagi investor jika reksadana dibubarkan? Pertama, sebelum bubar, biasanya reksadana akan disuspensi (tidak bisa dibeli, namun boleh dijual) terlebih dulu.

Nah, isu reksadana disuspensi ini dapat menyebar dengan cepat di media massa sehingga berpotensi memicu rush, yaitu keadaan dimana investor buru-buru menjual sebagian/semua kepemilikan unit penyertaan reksadana mereka dalam waktu singkat.

Jika ini terjadi, harga reksadana secara keseluruhan dapat turun secara drastis (puluhan persen) dan menyebabkan kamu investor reksadana tersebut mengalami kerugian.

Kedua, jika pada akhirnya reksadana tersebut dibubarkan OJK, maka kamu terpaksa harus menunggu proses pencairan sisa uang kamu di reksadana tersebut (jika belum dijual semuanya) pada saat proses likuidasi dilakukan.

5. Wanprestasi

Wanprestasi adalah risiko yang terjadi ketika Manajer Investasi dan para pihak yang terkait dalam pengelolaan reksadana seperti bank kustodian, pialang, hingga agen penjual efek reksa dana (APERD) tidak dapat melaksanakan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam Prospektus reksadana.

Untuk mengantisipasi risiko ini, kamu perlu melihat bagaimana track record kinerja Manajer Investasi selama ini sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada produk reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi tersebut.

Langkah atau Cara Investasi Reksadana

1. Tentukan tujuan investasi

Sebelum berinvestasi reksadana, kamu harus tahu dulu apa tujuan investasi kamu. Kalau belum tahu, ya ditentukan aja.

Termasuk menentukan berapa perkiraan total dana yang dibutuhkan sampai tujuan investasi tersebut tercapai dan berapa lama jangka waktu investasinya.

Contoh tujuan investasi seperti mengumpulkan dana darurat sebesar Rp30 juta dengan cara dicicil dalam jangka waktu dua tahun. Atau bisa juga seperti ini -> mengumpulkan dana tabungan umroh sebesar Rp40 juta dalam tiga tahun ke depan.

Jadi, apa tujuan investasi kamu saat ini? ngumpulin dana buat nikah, liburan, beli mobil/rumah impian, atau buat dana pensiun?

Baca juga: 5 Hal Sangat Penting yang Wajib Disiapkan Sebelum Berinvestasi Apapun

2. Cek Profil Risiko

Setelah menentukan apa tujuan investasi kamu, langkah selanjutnya adalah cek profil risiko.

Langkah ini penting dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan kamu dalam menerima berbagai risiko yang timbul saat berinvestasi reksadana.

Setiap orang memiliki profil risiko investasi yang berbeda-beda tergantung pola pikir, situasi,  keadaan finansial orang tersebut, dan masih banyak lagi.

Secara umum, profil risiko investasi dibagi ke dalam tiga kategori, antara lain:

  • Konservatif – investor dengan tingkat toleransi risiko rendah atau tidak menyukai risiko. Tipe investor ini disarankan berinvestasi pada reksadana pasar uang.
  • Moderat – investor dengan tingkat toleransi risiko menengah. Tipe investor ini disarankan berinvestasi pada reksadana campuran antara pendapatan tetap, pasar uang, dan saham.
  • Agresif – investor dengan tingkat toleransi tinggi. Tipe investor ini umumnya memiliki jangka waktu investasi yang panjang (lebih dari 5 tahun) sehingga cocok berinvestasi pada produk reksadana saham.

Bagaimana cara mengetahui profil risiko kamu? cek profil risiko dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan atau kuesioner yang biasanya disediakan oleh APERD (cth: Bibit) ketika kamu mendaftar di aplikasi mereka.

Ingin mengecek profil risiko kamu sekarang? klik di sini.

3. Beli Reksadana

Dimana membeli reksadana? Pembelian reksadana dapat dilakukan lewat bank, perusahaan sekuritas, perusahaan asuransi, dan sejumlah Agen Penjual Efek Reksadana (APERD).

Untuk meminimalisir biaya, disarankan kamu berinvestasi lewat APERD online, seperti aplikasi Bibit, Ajaib, Bareksa, Tanamduit, dan lain-lain.

Sebelumnya, saya sudah pernah menulis tentang sejumlah aplikasi reksadana terbaik di Indonesia.

Jika kamu membaca artikel tersebut, di situ saya merekomendasikan pembaca untuk berinvestasi reksadana di aplikasi Bibit dan lupakan aplikasi yang lain.

Walau demikian, rekomendasi tersebut cuma berlaku untuk kamu yang hanya tertarik berinvestasi reksadana.

Kalau kamu juga ingin berinvestasi di instrumen investasi lain selain reksadana, misalnya emas, Surat Berharga Negara (SBN), saham, cryptocurrency, dan lain sebagainya, maka Bibit bukan rekomendasi yang tepat.

Mending, pilih platform online yang menyediakan lebih dari satu layanan investasi, seperti:

  • Ajaib (investasi reksadana dan saham)
  • Bareksa (investasi reksadana, emas, SBN)
  • Tanamduit (investasi reksadana, emas, SBN, dan asuransi)
  • Pluang (investasi reksadana, emas, saham amerika S&P 500 index futures, dan mata uang kripto)

Tips investasi Reksadana

1. Pilih reksadana dengan expense ratio terkecil

Expense ratio adalah perkiraan biaya yang dikeluarkan oleh Manajer Investasi dalam mengelola reksadana. Semakin kecil persentasenya, semakin murah biaya operasional reksadana tersebut, dan semakin menguntungkan pula bagi kamu.

Bagaimana cara menghitung expense ratio? Expense ratio didapat dengan cara membagi total beban operasional pengelolan dana investasi reksadana dalam satu tahun dengan rata-rata Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana dalam satu tahun.

Beban operasional reksadana termasuk biaya jasa manajer investasi, biaya pajak, biaya jasa bank kustodian, biaya broker/pialang, dan seterusnya.

Dimana mengecek expense ratio reksadana? Saat ini, sesuai pengamatan saya, baru satu aplikasi reksadana yang mencantumkan indikator expense ratio di aplikasi mereka, yaitu Bibit.

2. Sesuaikan jenis reksadana dengan tujuan dan jangka waktu investasi

Untuk investasi:

  • Jangka pendek (1-3 tahun), pilih reksadana pasar uang
  • Jangka menengah (3 – 5 tahun), pilih reksadana pendapatan tetap dan/atau reksadana campuran
  • Jangka panjang (lebih dari 5 tahun), pilih reksadana saham, reksadana indeks, dan/atau reksadana campuran

Untuk memperoleh saran terbaik sesuai dengan profil risiko dan kondisi kamu masing-masing, sebaiknya lakukan konsultasi dengan perencana keuangan profesional. Misalnya, dengan perencana keuangan Finansialku.

3. Manfaatkan promo investasi

Biasanya, banyak sekali aplikasi reksadana yang mau memberikan promo investasi setiap kali tanggal gajian (akhir dan awal bulan) atau setiap momen-momen tertentu, seperti hari kemerdekaan, awal tahun baru, bulan ramadhan, dan lain-lain.

Selain itu, di beberapa aplikasi reksadana juga ada program referral yang boleh kamu manfaatkan untuk menambah cuan. Contohnya, aplikasi Ajaib (bonus reksadana Rp10 ribu), Bibit (bonus reksadana Rp25 ribu), dan Pluang (bonus uang tunai s.d. Rp500 ribu).

F.A.Q.

1. Apa itu Reksadana?

Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi menguntungkan yang mengumpulkan dana dari (banyak) masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan ke sejumlah portofolio efek oleh Manajer Investasi.

2. Apa itu Reksadana Pasar Uang?

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang menempatkan 100% dana kelolaan investasi pada instrumen pasar uang seperti obligasi dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun, deposito, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

3. Apa itu Reksadana Pendapatan Tetap?

Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang menempatkan sekurang-kurangnya 80% dari total dana kelolaan investasi pada instrumen obligasi atau surat berharga utang dengan jangka waktu lebih dari satu tahun.

4. Apa itu Reksadana Campuran?

Reksadana campuran adalah jenis reksadana yang menempatkan dana kelolaan pada gabungan antara instrumen pasar uang, obligasi, dan saham secara proporsional (sesuai kebijakan Manajer Investasi) dengan aturan setiap instrumen cuma boleh mendapat maksimal 79% alokasi modal.

5. Apa itu Reksadana Saham?

Reksadana saham adalah reksadana yang mengalokasikan minimal 80% modal untuk berinvestasi saham. Reksadana saham memiliki risiko dan potensi cuan yang tinggi sehingga cocok untuk investasi jangka panjang.

6. Apa itu Reksadana Indeks?

Reksadana indeks adalah jenis reksadana yang dikelola secara pasif oleh Manajer Investasi dengan tujuan untuk menyamai performa indeks yang dijadikan acuan, entah itu indeks obligasi ataupun indeks saham.

Reksadana indeks umumnya memiliki expense ratio yang rendah. Artinya, jenis reksadana ini murah dan tidak akan menggerus keuntungan kamu terlalu banyak.

7. Apa itu Reksadana Terproteksi?

Reksadana terproteksi adalah reksadana yang memberikan perlindungan 100% terhadap nilai investasi awal pemodal selama ia tidak melakukan penarikan dana sebelum jatuh tempo.

Reksadana terproteksi cocok untuk kamu yang memiliki dana dingin untuk ditempatkan dalam jangka waktu yang cukup lama, dan tidak ingin rugi.

8. Apa itu Reksadana Syariah?

Reksadana syariah adalah reksadana yang dikelola menggunakan prinsip syariah serta tidak bertentangan dengan ajaran agama islam. (Baca: 10 Investasi Syariah Online Menguntungkan dan Bebas Riba)

9. Apa itu Reksadana BCA?

Reksadana BCA adalah kumpulan produk reksadana yang ditawarkan oleh Bank BCA kepada nasabahnya. Namun, patut diingat bahwa reksadana bukanlah produk yang dikeluarkan oleh Bank BCA, melainkan di sini Bank BCA hanya bertindak sebagai salah satu Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) saja.

Informasi lebih lanjut tentang reksadana BCA, klik di sini.

10. Apa itu Robo Advisor Reksa Dana?

Robo advisor reksadana adalah fitur yang dapat membantu investor pemula untuk merancang portofolio investasi yang optimal sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Fitur ini memiliki cara kerja seperti berikut:

  • Pertama, robo advisor akan memberikan kamu sejumlah pertanyaan untuk menentukan apa profil risiko kamu.
  • Kedua, robo advisor akan merancang portofolio reksadana yang paling optimal untuk kamu secara otomatis berdasarkan jawaban-jawaban yang kamu berikan dari pertanyaan sebelumnya.
  • Ketiga, robo advisor akan terus memantau dan mempertahankan alokasi portofolio optimal kamu dengan melakukan auto-rebalancing seiring dengan perubahan pasar.

Awalnya, fitur robo advisor tersedia di dua aplikasi reksadana, yaitu Ajaib dan Bibit. Namun tampaknya sekarang tinggal Bibit saja yang memiliki fitur ini.

Kesimpulan

Reksadana merupakan salah satu sarana investasi yang menguntungkan dan cocok untuk berbagai kalangan investor.

Apabila kamu serius ingin belajar reksadana, sebaiknya bookmark halaman ini di browser kamu dan kunjungi kapan saja karena saya akan terus meng-update artikel ini seiring waktu agar informasinya tetap relevan dan sesuai perkembangan zaman.

Terakhir, jika ada informasi tentang reksadana yang ingin kamu lihat ada di artikel ini namun tidak saya masukkan, mohon beritahu agar bisa segera saya tambahkan on the next update

Author

Carpe diem

3 Comments

  1. Sebetulnya sudah cukup lama aku pengin berinvestasi saham, tapi minimnya pengetahuan cara2nya dan berita simpang siur pihak perantara jadi bikin bingung dan ragu bermain saham.
    Seandainya ada yang membimbing orang terpercaya, aku bakalan langsung ikut.

    • Zai Z Reply

      Sebetulnya kalau mas pingin investasi saham jangka panjang, menurut saya cukup perkuat saja pemahaman analisis fundamental (FA) saja. Tapi kalau inginnya trading, maka penting belajar analisis teknikal (TA) dan FA juga. Dua2nya.

      Btw menurut saya lebih baik belajar investasi saham secara otodidak daripada ada yang ngebimbing. Soalnya biasa yang bimbing itu banyak yang suka pom pom terselubung, instead of teaching. Atau mending mas download apps stockbit aja, dan belajar dari para senior disitu.

  2. Saya udah nyobain beli rdn tapi masih belum tau tips n trick dalam memilih rdn yang tepat,,, kalau pilih jenis bisalah,, tapi di dalam jenisnya itu sendiri banyak produk rdn yang beredar… setelah saya nyobain mudah untuk beli, tapi ga dilanjutkan karena belum belajar lebih jauh

Write A Comment

Dapatkan Ilmu dan Tips Cuan dari Investasi Eksklusif setiap hari Selasa! 
Daftar dan bergabunglah dengan 1200+ subscribers lainnya
Subscribe
No spam. Unsubscribe kapan saja.
close-link