Apa itu saham? Pertanyaan mendasar yang banyak dilontarkan orang awam. Salah satunya mungkin kamu yang tengah membaca tulisan ini.

Kata saham bagi sebagian besar masyarakat pasti sudah cukup akrab di telinga. Tapi rasanya tidak banyak yang betul-betul memahami pengertian dari saham itu sebenarnya. Hanya sekadar tahu bahwa saham itu ada kaitannya dengan perusahaan.

Secara sederhana, saham memang sebuah alat bukti kepemilikan sebuah perusahaan atau badan usaha. Artinya, setiap pemegang saham dapat dipastikan menjadi pemilik perusahaan tersebut.

Karena itu, saham pun masuk dalam surat berharga. Laiknya sertifikat tanah atau ragam investasi lain, seperti surat obligasi pemerintah.

Wujud saham juga seperti sertifikat tanah atau surat berharga lainnya. Berupa kertas yang berisi keterangan bahwa pemilik surat tersebut adalah benar menjadi salah satu pemegang saham dari perusahaan yang menerbitkan surat tersebut.

Untuk diketahui, saham ini merupakan bukti kepemilikan bagi sebuah perusahaan dengan status perseroan terbatas (PT). Karena syarat pembentukan PT adalah keberadaan pemilik saham yang menjadi modal awal dari perusahaan tersebut.

Jumlah pemilik saham awal bisa tunggal ataupun jamak. Tidak ada batasan khusus bagi pemilik saham awal. Namun biasanya hanya terdiri dari beberapa orang saja.

Ketika perusahaan berkembang dengan baik dan butuh tambahan modal untuk melakukan ekspansi, maka masuklah mereka ke bursa yang di Indonesia dikelola oleh Bursa Efek Indonesia.  Istilahnya adalah melakukan IPO (Initial Public Offering) alias penawaran saham perdana.

Nah, saat itulah masyarakat luas bisa ikut memiliki saham dari perusahaan yang melakukan IPO tersebut. Inilah yang kemudian menjadi salah satu pilihan dalam berinvestasi di kalangan luas. 

Pengertian saham menurut pakar

Selain pengertian saham dalam bahasa sederhana, sejumlah pakar juga punya konsep khusus soal saham ini. Pada umumnya, mereka juga menyebut saham sebagai kepemilikan perusahaan, meski diimbuhi dengan kalimat pelengkap yang berbeda.

Seperti yang diutarakan Tjiptono Darmaji dan Hendy M. Fakhrudin. Menutur keduanya, saham adalah bukti kepemilikan seseorang/instansi terhadap suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham berwujud selembar surat berharga yang menerangkan bahwa pemilik surat tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.

Baca juga: Panduan Belajar Saham untuk Pemula, Mudah Kok!

Nofie Iman punya pengertian soal apa itu saham yang sedikit berbau keuntungan. Karena, menurut Nofie, saham merupakan surat berharga yang memberikan peluang keuntungan tinggi. Tapi juga menyimpan potensi risiko yang tinggi.

Sementara Swadidji Widoatmodjo menyebut saham merupakan jenis surat berharga yang dikeluarkan sebuah perusahaan yang sudah berbentuk perseroan terbatas. Perusahaan ini disebut emiten.

Jenis-jenis saham

Setelah mengetahui pengertian saham, kini saatnya kamu mengenal lebih dalam soal jenis-jenis saham. Sehingga kamu tidak lagi merasa bingung saat mulai menekuni investasi saham ini.

Jenis saham ini secara garis besar bisa dilihat berdasarkan hak tagih atau klaim dan berdasarkan kinerja perdagangan. Berikut rinciannya:

Jenis saham berdasarkan hak tagih atau klaim

1. Saham Biasa

Apa itu saham biasa? Ini merupakan jenis saham yang bisa diklaim terhadap semua aktiva dari perusahaan. Untuk jenis ini, pemilik saham akan memiliki hak dan kewajiban terbatas. Salah satu hak yang masih melekat adalah hak suara dalam memilih dewan komisaris.

Nah, jika perusahaan mengalami likuidasi, maka kerugian maksimum dari pemegang saham adalah sesuai dengan nilai investasi saat membeli saham.

Dengan kewajiban seperti itu, pemegang saham bisa juga akan berada di urutan terakhir dalam pembagian dividen ketika perusahaan menjual aset-asetnya.

2. Saham Preferen

Secara gampangnya, saham jenis ini mirip dengan obligasi dengan karakter saham biasa yang masih melekat. Banyak investor yang meminati jenis saham ini, karena menjanjikan pendapatan tetap.

Berbeda dengan saham biasa, saham preferen justru akan memposisikan pemilik saham di prioritas utama saat perusahaan membagikan dividen hasil penjualan aset.  Persamaannya, saham preferen juga bisa mewakili kepemilikan ekuitas dan tanpa tanggal jatuh tempo di lembaran saham.

Baca juga: Yuk Belajar Saham di 10 Komunitas Saham Indonesia Ini

Selain itu, pemilik saham preferen bisa melakukan penukaran dengan saham biasa. Tak heran jenis saham ini juga punya banyak peminat.

Jenis saham berdasarkan kinerja perdagangan

Saham (stocks) jenis ini punya varian lebih banyak. Dan kamu harus memahami betul perbedaan setiap jenis untuk bisa meraih cuap dalam setiap transaksi yang dilakukan di bursa. Jenisnya adalah:

1. Blue Chip Stocks

Saham ini wajib dimiliki para investor pemula. Bahkan tetap jadi favorit di mata investor senior sekalipun. Karena menjanjikan penghasilan stabil dan konsisten dalam membayar dividen. Saham ini biasanya dimiliki perusahaan bereputasi bagus dan menjadi yang terdepan di industry yang sama.

2. Income Stocks

Saham ini masih termasuk favorit di kalangan investor. Karena emiten dikenal punya kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen tahun sebelumnya.

Kemampuan dalam memberikan dividen secara rutin dan besar jadi daya tarik sendiri dari saham jenis ini. Termasuk membayarkan dividen secara tunai.

3. Growth Stocks

Jenis ini dibagi lagi dalam dua kelompok. Yaitu Well-Known dan Lesser-Known. Well-Known sedikit mirip dengan Blue Chip Stocks, karena berasal dari emiten yang punya kestabilan laga dan jadi leader di industri yang sama.

Sementara Lesser-Known adalah saham yang berasal dari emiten yang tidak popular di kalangan investor. Biasanya dari perusahaan-perusahaan daerah. Namun, tetap menunjukkan ciri-ciri sebagai emiten yang terus berkembang positif.

4. Speculative Stocks

Biasanya saham jenis ini berasal dari perusahaan yang belum bisa menghasilkan laba secara rutin. Namun punya potensi yang cukup besar untuk memberi penghasilan tinggi di masa depan. Tergolong sebagai saham berisiko tinggi, sekaligus menjanjikan penghasilan yang tinggi juga.

5. Counter Cyclical Stocks

Saham jenis ini adalah jenis yang tahan banting saat kondisi ekonomi mengalami resesi. Tak akan terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro.

Nilai saham jenis ini bisa tetap tinggi saat ekonomi dilanda resesi karena kemampuan emiten untuk tetap mendapatkan laba yang tinggi. Sehingga mampu membagikan dividen yang tinggi kepada para pemilik saham.

Keuntungan memiliki saham

Keuntungan memiliki saham dari artikel apa itu saham - Zaipad

Setelah mengetahui jenis saham, kamu tentu akan bertanya apa sih keuntungan yang didapat dengan memiliki saham? Sebagai sebuah investasi tentu saham juga harus menjanjikan keuntungan, bukan hanya sekadar kerugian.

Saat kamu memiliki saham, pada dasarnya ada dua hal yang bisa memberikan keuntungan. Apa saja?

1. Dividen

Ini adalah sumber keuntungan yang akan bisa kamu dapatkan saat memiliki saham dari sebuah emiten. Syaratnya, kamu harus tetap memiliki saham hingga hari terakhir sebelum emiten melakukan tutup buku.

Jangka waktunya bisa berbeda-beda. Ada yang 3 bulan, 6 bulan, hingga satu tahun sekali.

Pembagian dividen ini akan berbanding lurus dengan jumlah kepemilikan saham kamu. Semakin besar saham yang dimiliki, semakin besar pula dividen yang akan didapat.

Tapi ingat, ada kalanya perusahaan tidak membagikan dividen di akhir tahun buku. Biasanya hal ini terjadi ketika perusahaan tidak mendapatkan laba dalam satu tahun buku. Saat itulah kamu bisa mulai mempertimbangkan untuk tetap mempertahankan saham kamu atau justru melepaskannya kembali ke bursa (menjual saham).

Baca juga: Ketahui 2 Cara Mendapatkan Dividen Saham Di Sini

2. Capital Gain

Selain dividen, keuntungan lain yang bisa didapat dengan memiliki saham adalah selisih harga dalam setiap transaksi saham alias capital gain. Hal ini akan kamu dapatkan saat melepas saham dengan harga yang lebih tinggi dibanding saat membelinya.

Ilustrasinya, kamu membeli 1.000 lembar saham perusahaan A dengan harga per lembar Rp 1.000. Artinya kamu mengeluarkan dana Rp 1 juta untuk memiliki 1.000 lembar saham perusahaan tersebut.

Suatu waktu, harga saham yang kami miliki tersebut bertambah menjadi Rp 1.250/lembar. Artinya ketika kamu memutuskan menjual saham tersebut saat mencapai harga tersebut, kamu sudah mendapatkan capital gain sebanyak Rp 250 ribu.

Untuk bisa memahami apa itu saham memang tidak bisa serta merta langsung mengerti. Kamu tetap butuh waktu untuk melakukan praktik dan latihan.

Lakukan terus latihan dan banyak bertanya kepada mereka yang lebih expert, sehingga kamu bisa mendapatkan cuan dari investasi di dunia saham ini.

Author

Pencinta olahraga dan penikmat musik high octane yang masih terus mengejar impian besarnya dengan cara sederhana, Riding the Wave.

Write A Comment

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!

Mau Informasi GRATIS tentang Tips Finansial dan How to Make Money Online dari Zaipad?

*Bonus E-Book 53 Cara Mendapatkan Uang dari Internet khusus untuk kamu yang mendaftar hari ini. 

Pendaftaran Berhasil! Silakan cek Inbox kamu untuk Konfirmasi Email.