Di zaman sekarang ini yaa kalau dikata peluang untuk ‘mencari duit’ itu gampang banget. Terbuka dengan sangat lebar. Tidak perlu lagi istilahnya kamu harus bekerja di kantor atau perusahaan hanya demi mendulang rupiah. Serius deh. Tidak perlu lagi harus begitu.

Sebab kini dengan hadirnya internet, kamu bisaaa banget jalan-jalan sambil ngasilin duit. Main game sambil ngasilin duit. Maki-maki, nge-jahilin orang, nge-lucu, sampai manjat tiang bendera pas upacara pun sekarang juga bisa dijadikan ladang potensial buat menghasilkan duit.

Pokoknya, banyak banget. Tapi, (ada tapinya nih) diantara semua peluang yang ada karena kehadiran internet, saya lebih memilih untuk sekedar berinvestasi saja, dalam hal ini berinvestasi ala anak milenial alias kekinian. Alasannya karena saya merasa berinvestasi itu lebih adem (tidak ada haters), terus sifatnya juga jangka panjang (semakin lama umumnya duit yang diinvestasikan semakin nambah, tidak seperti popularitas yang cenderung turun dari tahun ke tahun), mencerdaskan, dan lain-lain. Makanya sampai saat ini saya belum juga tergoda untuk cari sensasi supaya viral, atau mencoba peruntungan jadi youtuber, social media influencer, dan semacamnya. Untuk sekarang ini, fokus di investasi rasanya sudah cukup bagi saya.

Nah, berbicara tentang investasi, salah satu tempat berinvestasi ‘kekinian’ yang sedang saya coba dan juga saya rekomendasikan untuk kamu coba adalah berinvestasi melalui platform P2P (peer to peer) Lending. Atau dalam bahasa Indonesia-nya bisa diartikan sebagai aktivitas pinjam meminjamkan yang menghasilkan. Di Indonesia sendiri, sebetulnya sudah banyak startup P2P lending yang beroperasi baik secara legal maupun tidak. Namun disini saya hanya ingin membahas salah satu perusahaan fintek saja yaitu Ammana.

Apa itu Ammana?

sumber: Techinasia

Ammana adalah salah satu jenis perusahaan fintek yang beroperasi di Indonesia dengan konsep P2P Lending syariah. Artinya dalam proses pinjam meminjamkan di Ammana seluruhnya dijalankan dengan kaidah agama islam sesuai syariah. Tidak ada sistem bunga berikut riba seperti yang biasa kita temukan pada sistem perbankan konvensional. Sehingga Insya Allah investasinya aman dan berkah.

Selain itu, Ammana juga merupakan perusahaan yang sudah terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi kamu tidak usah khawatir apalagi takut dengan isu-isu miring yang belakangan ini heboh menyangkut sejumlah perusahaan fintek. Sebab Ammana bisa dipastikan bukan merupakan salah satunya.

Sistem bagi hasil

Jika tidak menggunakan sistem bunga, lantas bagaimana cara kerja yang berlaku di Ammana hingga bisa menguntungkan semua pihak? Jawabannya adalah melalui prinsip bagi hasil! Perusahaan ini menggunakan akad perwakilan dengan upah (wakalah bil ujrah) saat bertransaksi dengan para pemodal atau pemberi pinjaman. Jadi disini Ammana bertindak sebagai pihak ketiga untuk mewakilkan kita (pemodal) dalam melakukan transaksi dengan si yang butuh modal (borrower).

Atas jasanya ini kemudian Ammana mengambil fee sebesar 1% dari total dana yang kita (pemodal) keluarkan untuk si borrower sebagai upah buat mereka.

Jadi, misalnya kamu ingin berinvestasi Rp. 1.000.000, maka harusnya yang akan kamu bayar ke pihak Ammana bukan lagi Rp. 1 juta, melainkan Rp. 1.010.000. Ada lebih 10 ribu untuk upah buat perusahaan. Nah, untuk sementara ini kebetulan besaran upahnya masih segitu, tidak tahu nanti bagaimana kedepannya. Bisa saja berkurang persentasenya atau justru malah bertambah. 

Sedangkan terkait persoalan bagi hasil antara pihak pemodal dengan pihak peminjam itu sepenuhnya bergantung pada hasil kesepakatan dari pihak Ammana dan si borrower (peminjam). Gambaran hasil kesepakatannya ini sedikit banyak bisa kita lihat pada bagian Detail Pembiayaan yang terdapat di masing-masing penjelasan jenis usaha yang membutuhkan modal. (contoh ada pada gambar di bawah). Biasanya perbandingan bagi hasil yang diterapkan menggunakan nisbah 60:40, 50:50, atau 40:60.

foto dok. pribadi
foto dok. pribadi

Pengalaman menggunakan Ammana

Image: feedme

Berbeda dengan pengalaman saya dulu di tahun 2015 saat bikin rekening dana investor (RDI) di Indopremier, yang mana saya harus lagi nge-print dokumen yang jumlahnya banyak, harus lagi tanda tangan manual, membungkus dokumennya dengan amplop, lalu kirim ke kantor pusatnya di Jakarta, persyaratan mendaftar di Ammana sangatlah jauh dari kata repot. Semuanya bisa dilakukan secara online, tanpa harus kamu beranjak dari tempat duduk sekalipun. Termasuk dalam menandatangani surat perjanjian, cukup tanda tangan di handphone saja.

Bahkan durasi penyetujuan pembuatan akun baru pun relatif cepat. Tidak sampai berminggu-minggu. Berdasarkan pengalaman saya, kalau tidak salah ingat, tidak butuh lebih dari dua hari (kerja) bagi pihak Ammana untuk mengaktifkan dan memverifikasi akun saya yang baru saja dibuat.

Baca juga: Usaha sering gagal? Bisa jadi kamu suka melanggar prinsip yang satu ini

Adapun terkait alur dalam memulai berinvestasi di ammana pun bisa dikatakan relatif gampang, berikut urutannya:

  1. Pilih jenis investasi usaha yang ingin kamu danai di Ammana. Lihatlah profil resiko investasinya dan baca juga keterangan detail pembiayaan lebih dulu sebelum kamu mulai mendanai.
  2. Setelah yakin, putuskan berapa jumlah dana yang ingin kamu investasikan. Saran saya bagi pemula sebaiknya jangan dulu investasi dengan nominal yang besar. Cukup seadanya saja sebagai permulaan. Saya aja sekarang investasinya masih di nominal yang paling minimal yaitu hanya Rp. 50.000 atau hanya mengambil satu unit saja.
  3. Lakukan transfer dengan mengikuti petunjuk yang ada. Sedikit informasi, kamu juga akan otomatis dibuatkan akun BNI syariah oleh pihak perusahaan saat kamu mendaftar di Ammana. Menurut saya ini adalah rekening escrow yang sengaja dibuat untuk menghindari tindak penyelewengan dana.
  4. Tunggu sampai investasi kamu menghasilkan profit.
screenshot penyertaan modal saya pada usaha ternak udang yang masih dalam tahap pencairan oleh pihak Ammana
screenshot portofolio

Kelebihan berinvestasi di Ammana

berinvestasi di Ammana
Image Dok. pribadi

Berdasarkan pengalaman saya, setidaknya ada enam kelebihan yang bisa kamu temukan pada platform P2P lending Ammana. Berikut daftarnya:

  1. Berbasis syariah
  2. Memberikan alternatif investasi bagi masyarakat
  3. Pendaftarannya mudah dan desain aplikasinya bagus
  4. Tidak perlu lagi repot berurusan dengan dokumen dalam bentuk hard copy, semua persyaratan bisa langsung di kirim via online (di-upload filenya ke ammana)
  5. Resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK
  6. Investasi bisa mulai dari Rp. 50.000 saja. Pakai sistem per unit. Jadi, misalnya ada usaha butuh modal 1 juta, maka itu jumlah unitnya ada sekitar 20 unit (1jt dibagi 50rb). Nah, kamu sebagai pemberi pinjaman disini terserah mau ngambil berapa unit. Boleh satu atau dua unit saja yang diambil, atau boleh juga semuanya. Yang pasti tingkat hasil dan resiko investasinya bakal selalu menyesuaikan.

Kekurangan Ammana

  • Biaya upah yang dibebankan ke investor masih cukup tinggi yaitu sebesar 1 persen, dimana kalau kita berinvestasi saham rata-rata biaya transaksi yang dikenakan hanya sebesar nol koma sekian persen (0,25 – 0,35%) per transaksi (jual/beli)
  • Jumlah daftar usaha yang akan diberikan modal masih relatif sedikit

Jadi, kapan kamu mulai berinvestasi di Ammana?

Featured image: Koran Tempo

Author

I write, therefore I Am | Blog ini saya gunakan untuk menulis tentang opini, pengalaman, maupun tips2 yang berkaitan dengan topik finansial dan blogging. Buat kamu yang ingin bertanya (request artikel), silahkan langsung melalui halaman Ask ME . Sosial media: Twitter | Instagram Business inquiries: Kontak

1 Comment

  1. tapi hasilnya lumayan juga di ammana. saya juga pakai ammana nih. kalau mau coba p2p lending syariah yang lain bisa coba amartha yang berbasis web. Jumlah usaha banyak kok

Write A Comment