Selamat pagi teman-teman investor sekalian yang baik hati dan tidak sombong. Melanjutkan seri artikel panduan investasi reksadana bagi pemula, kali ini saya ingin membahas tentang bagaimana cara berinvestasi di reksadana saham tanpa ribet dan yang paling penting murah meriah.

Untuk isi artikel ini sendiri saya ambil dari pengalaman saya pribadi, yang kebetulan sejak akhir tahun 2015 lalu sudah terjun langsung mencicipi dunia investasi reksadana dan saham hingga sekarang – walaupun yaa masih sering on/off juga sih. Hehe.

Jadi buat teman-teman yang penasaran dengan bagaimana cara berinvestasi di reksadana equity atau saham, monggo dibaca artikel ini sampai tuntas. Tapi maaf, sebelum saya langsung ke topik intinya, saya akan terlebih dahulu mengajak teman-teman untuk mengenal lebih jauh tentang apa itu reksadana saham, keuntungan, dan kerugiannya.

Sebab saya yakin kamu yang membaca artikel ini kemungkinan besar pasti adalah seorang pemula. Toh kalau sudah pro (alias: jago) ngapain lagi sih baca artikel ini, ya kan? So, bekicot. *eh cekidot!

Daftar isi: tampilkan

Mengenal Reksadana Saham

Reksadana saham adalah salah satu jenis investasi reksadana yang mengalokasikan sebagian besar dana investor untuk membeli portofolio saham – minimal 80% dari total dana kelolaan. Karena tujuan investasi utamanya adalah instrumen saham, otomatis tingkat resiko dari jenis reksadana ini pun menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan jenis reksadana yang lain. Namun hal ini tetap sebanding dengan potensi imbal hasil yang akan investor peroleh.

Jadi it’s okay lah – high risk high return.

Nah, diantara semua jenis reksadana, adalah reksadana saham yang saya rasa paling pas untuk dijadikan instrumen investasi bagi teman-teman sekalian yang cenderung agresif, berani menanggung resiko, serta berorientasi jangka panjang.

Sebaliknya buat kamu yang cenderung lebih konservatif dan suka dengan hal-hal yang stabil (aman), barangkali jenis reksadana pasar uang, pendapatan tetap, atau reksadana campuran-lah yang lebih cocok untuk kamu, karena tingkat resikonya yang lebih rendah.

Untuk itu sebelum berinvestasi, sebaiknya ketahui terlebih dahulu apa profil resiko kamu. Caranya adalah bisa dengan langsung mengunjungi laman cek profil resiko ini. Kemudian jawab seluruh pertanyaan yang tersedia di sana dengan jujur.

Artikel terkait:

Keuntungan Reksadana Saham:

  • Memiliki potensi keuntungan (imbal hasil) yang paling besar – rata-rata 15 – 20% per tahun.

Fakta: Sepanjang tahun 2018, reksadana saham Archipelago Equity Growth dan Simas Syariah Unggulan sukses mencatakan return  masing-masing sebesar 34,88% dan 32,63% yoy. Artinya jika di bulan Januari 2018 kamu berinvestasi Rp1 Jt, maka pada bulan Desember 2018, duit kamu sudah jadi ±Rp1,3 Jt. Wuih, sadees!

  • Diversifikasi optimum karena dana investasi disebar ke banyak instrumen saham yang berbeda. Diversifikasi ini sulit dilakukan jika kita berinvestasi saham secara langsung, karena dana yang dimiliki cenderung terbatas.
  • Investasi aman, karena dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman yang sudah diseleksi dan senantiasa diawasi langsung oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
  • Transaksi jual dan beli bisa dilakukan via online (contoh di IpotFund). Jadi nggak perlu lagi repot panas-panasan dan ngantri di bank/sekuritas.

Kerugian Reksadana Saham:

Cara Berinvestasi Reksadana Saham

1. Pilih Platform Investasi Reksadana Online

Agar proses transaksi jual beli reksadana saham menjadi lebih mudah, murah, dan bebas ribet, maka gunakanlah platform investasi reksadana online. Contohnya seperti Bareksa, KlikMami, IPOTFUND Indopremier, Mandiri Investasi, dan lain-lain.

Dan semuanya bagus-bagus kok, jadi terserah kamu mau pilih yang mana. Hanya saja untuk tulisan kali ini, saya ingin menggunakan IPOT sebagai contohnya, karena memang sudah terbiasa menggunakannya sejak tahun 2015 lalu.

2. Daftarkan Diri Kamu

Dulu pertama kali saya mendaftar di IPOT Indopremier, pengalamannya agak ribet sih. Soalnya saya masih harus ngeprint berlembar-lembar dokumen PDF untuk pendaftaran, terus mengisinya secara manual pakai pulpen, memberikan paraf, tanda tangan, fotokopi KTP, beli materai, beli map, dan terakhir mengirimkan semua dokumen tersebut ke kantor pusatnya di Jakarta. Apakah itu ribet? Ooh, SANGATLAH RIBET ferguso!

Tapi Alhamdulillah sekarang kamu sudah nggak perlu melalui kerumitan seperti itu lagi lho guys. Pasalnya, untuk mendaftar di IPOT, kini kamu cukup melalui seluruh proses pendaftarannya via online saja. Tidak perlu lagi ada ngeprint-ngeprint, fotokopi KTP, dan bayar ongkir segala rupa. NO! Amit-amit.

Semuanya sekarang sudah serba online, sehingga jadi lebih mudah. Nah, untuk mengetahui bagaimana update tata cara pendaftaran akun di IPOT Indopremier, kamu bisa langsung membaca penjelasan lengkapnya pada artikel berikut ini:   1 Jam Langsung Jadi, Cara Daftar Akun IndoPremier Sekuritas + Beli Saham.

3. Deposit Dana, Biasanya Rp. 100.000 saja

Salah satu alasan kenapa saya memilih IPOT waktu itu ialah karena minimal dana investasinya yang terbilang murah, yaitu cukup Rp. 100 ribu saja. Sementara pada beberapa platform investasi yang lain, mereka justru mensyaratkan minimal investasi Rp. 1 Jt bahkan Rp. 5 Jt which is saya nggak punya, karena emang baru lulus SMA dan juga masih banyak pengeluaran yang lebih penting, terutama buat makan dan melancong. Hehe. 

Terus apakah dananya bakal dikasih ke pihak IPOT? Jawabannya adalah tidak. Tetapi dana yang kamu depositkan akan masuk seluruhnya tanpa potongan ke rekening bank kustodian kamu yang sudah dibuatkan saat proses pendaftaran sebelumnya. Nah, uang deposit inilah yang bisa kamu gunakan untuk membeli reksadana saham yang kamu inginkan.

4. Beli Reksadana

Cara membeli reksadana saham di IPOT sangatlah mudah, yaitu:

#1 Masuk ke akun IPOT kamu terlebih dahulu dengan mengakses alamat indopremier.com/ipotfund
#2 Setelah itu, masuk ke menu reksadana dan lihatlah daftar reksadana yang tersedia di IPOT
reksadana saham
Dok. Pribadi

Tip: Gunakanlah filter reksadana yang terdapat pada bagian atas untuk menyeleksi jenis reksadana mana saja yang akan ditampilkan. Berhubung yang akan dibeli adalah jenis reksadana saham, maka pastikan kamu mencentang kolom “EF” saja ya. Sementara untuk kolom “MM”, “FI”, dan “BF”, lebih baik di kosongkan saja. Selain itu, bagi kamu yang hanya ingin berinvestasi pada jenis reksadana saham syariah saja, maka silahkan centang kolom “reksadana syariah” atau “ETF syariah”.

#3 Pilih produk reksadana yang ingin kamu beli. Pada contoh tulisan ini, saya memilih reksa dana Simas Syariah Unggulan
Dok. Pribadi
#4 Lihat dan analisa riwayat kinerja dari produk reksa dana
Dok. Pribadi

Beberapa istilah yang harus kamu ketahui dalam menganalisa reksadana, antara lain:

  • NAV (Net Asset Value) – atau dalam bahasa Indonesia disebut Nilai Aktiva Bersih (NAB) merupakan nilai total kekayaan bersih dari suatu produk reksadana setiap harinya. Semakin tinggi semakin bagus.
  • AUM (Asset Under Management) – ini adalah total jumlah dana yang dikelola oleh suatu reksadana. Semakin tinggi semakin bagus.
  • #Unit – adalah nilai persentase kenaikan/penurunan unit penyertaan reksadana pada periode tertentu relatif terhadap
  • NAV Hi Lo – merupakan nilai yang menggambarkan grafik perubahan NAV suatu reksadana pada suatu periode tertentu (3 bulan/6 bulan/1 tahun, dst). Semakin besar nilainya semakin bagus.
  • JCI – adalah nilai dari Jakarta Composite Index atau yang sering kita kenal dengan IHSG (Indek Harga Saham Gabungan)
  • Relative to JCI – adalah nilai selisih antara persentase kenaikan/penurunan NAV produk reksadana terhadap persentase kenaikan/penurunan JCI (IHSG)
#5 Klik tombol “Buy Fund”
Dok. Pribadi
#6 Baca dan pahami syarat Subscription (pembelian) dan Redemption (penjualan) yang berlaku pada reksadana yang akan dibeli
Dok. Pribadi
#7 Centang kolom “saya setuju…” lalu klik tombol “Add to Basket”
#8 Arahkan kursor kamu ke ikon keranjang di bagian kanan atas, setelah itu akan timbul PopUp, lalu klik tombol “Checkout”
reksadana saham
Dok. Pribadi
#9 Ketik nominal rupiah yang ingin kamu investasikan pada kolom “Net Investment”. Pada contoh ini, saya menaruh angka Rp. 100 ribu saja.
reksadana saham
Dok. Pribadi
#10 Klik “Confirm”
#11 Masukkan 6 angka Secure PIN yang sudah kamu buat saat mendaftar sebelumnya

Dok. Pribadi
#12 Centang kolom “saya telah membaca….” kemudian klik “Confirm”
#13 Setelah itu, dana investasi reksadana kamu akan segera diproses oleh IPOT dan biasanya sih akan memakan waktu. Jadi harap bersabar, ini ujian.

5. Jual Reksadana

Jika tujuan investasimu telah tercapai atau kebetulan kamu sedang membutuhkan dana yang mendesak, silahkan jual reksadana kamu. Tapi ingat, proses pencairan reksadana biasanya membutuhkan waktu hingga maksimal T+7 hari kerja.

Sedikit Tips dalam Berinvestasi

1. Tentukan tujuan investasi

Jangan asal ada duit, trus langsung dipakai buat investasi di reksadana saham. Atau jangan juga setelah selesai membaca artikel ini, trus kamu langsung cus investasi tanpa pikir panjang terlebih dahulu. Ingat, reksadana saham adalah instrumen investasi dengan resiko yang tinggi. Jadi, kalau mau investasi disarankan harus ada tujuannya dulu – investasinya untuk apa. Misal untuk keperluan beli rumah impian 15 tahun yang akan datang, menyiapkan dana pendidikan anak, dana pensiun, dan lain-lain. 

2. Gunakanlah dana dingin

Yaitu dana sisa yang sifatnya nganggur. Dana ini adalah dana yang masih tersisa ketika seluruh kebutuhan pokok plus lain-lain kamu setiap bulan sudah terpenuhi. Baik itu untuk keperluan konsumsi, membayar tagihan wajib, asuransi, alokasi dana darurat, kesehatan, dan sebagainya.

3. Pilihlah produk reksadana dengan kinerja yang apik

Caranya adalah dengan membeli produk reksadana saham terbaik atau produk reksadana dari top 5 manajer investasi terbaik.

4. Kenali syarat dan ketentuan produk reksadana tersebut sebelum membeli

Ini penting! Terutama melihat biaya-biaya reksadana yang dikenakan saat berinvestasi di reksadana tersebut.

5. Belilah reksadana yang berbasis syariah

Sebab apa gunanya return investasi yang tinggi, kalau hartanya nggak berkah? *Ini sekedar mengingatkan saja ya guys, terutama buat sobat muslim*

6. Hasil investasi yang diperoleh sebaiknya diinvestasikan kembali untuk memperoleh efek compounding atau bunga berbunga

7. Berinvestasilah jangka panjang

Minimal 5 tahun atau bagusnya sih lebih dari 15 tahun agar efek compoundingnya bisa lebih sedap. Tapi sebaiknya tetap disesuaikan dengan apa tujuan investasi kamu sejak awal.

8. Jangan takut menjualnya bila tujuan sudah tercapai

Remember, Always Stick to The Plan!


Jadi itulah cara berinvestasi di reksadana saham tanpa ribet dan murah meriah. Kalau kamu ada pertanyaan, silahkan langsung titip komentar di bawah ini ya. Cheers mate!

Author

Freelance Writer, Blogger, and Finance enthusiast. Blog ini saya buat untuk berbagi tips finansial, investasi, dan berbagai cara menghasilkan uang dari internet. Hubungi halo@zaipad.com untuk perihal pertanyaan dan kerjasama.

5 Comments

  1. Lu masih SMA nak?

    Gila hebat banget masih muda udah kenal investasi reksadana. Salut gw.

    Gw juga inves di reksadana saham sama investasi saham. Enakan saham sebenernya, lebih gigit. Walaupun naik turunnya bikin mau semaput.

    • Zai Z Reply

      Nggak lah bang. Tahun 2015 lulus saya-nya. Hehe.

      Iya, sekarang saya emang lebih prefer invest di saham dibandingkan reksadana. Keuntungannya bisa lebih besar dan kita juga punya kontrol penuh buat milih portofolio.

  2. Menggiurkan juga ni melihat keuntungannya. Tapi harus nabung dulu seperti saya, biar bila mengalami kerugian tidak terlalu kepikiran..

  3. saya sekarang ga prefer inves di saham atau reksadana, karena sadar kalau ilmu masih cetek… sekarang total investasi ke p2p lending syariah semua.

    memang sih saya masih inves di reksadana cuma 100k perbulan untuk alokasi dana gadget,

  4. dulu pilih reksadana pendapatan tetap, sekarang pingin beli RD saham. Masih banyak baca2 referensi dulu nih

Write A Comment

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!

Mau Informasi GRATIS tentang Tips Finansial dan How to Make Money Online dari Zaipad?

*Bonus E-Book 53 Cara Mendapatkan Uang dari Internet khusus untuk kamu yang mendaftar hari ini. 

Pendaftaran Berhasil! Silakan cek Inbox kamu untuk Konfirmasi Email.