To the point aja, setiap orang pasti pernah merasa malas. Saya, kamu, dan kita semua adalah manusia yang memiliki sifat ini. Namun, ironisnya kita selalu melihat sifat ‘malas’ ini dalam makna yang negatif. Malas pangkal miskin atau sifat malas akan membuat hidupmu sengsara. Yang benar saja?

Seandainya manusia tidak malas, pasti hidup kita tidak akan bisa maju dan berkembang seperti sekarang ini. Kalau manusia itu rajin, pasti saat ini kita masih menggunakan hewan sebagai kendaraan. Jika manusia memang rajin, pasti sampai saat ini kita masih mengirim pesan lewat burung merpati. Tidak ada internet, sosial media, ponsel, dan semua bentuk keajaiban yang saat ini kita nikmati.

Jadi, sejatinya rasa malas itu juga ada baiknya. Sebab karena akibat dari sifat malas manusialah sehingga kini kita bisa hidup lebih nyaman dan praktis. Mau ke mall, tinggal nyalakan motor atau mobil trus langsung cus. Tidak perlu lagi naik kuda, apalagi jalan kaki. Tidak punya kendaraan? Ya naik angkot, taksi, ojek, dan sebagainya. Tidak punya uang? Nebeng aja sama teman yang satu arah.

Sehingga sebelum jauh-jauh kita membahas bagaimana cara mengatasi rasa malas, alangkah baiknya jika kita membagi sifat ‘malas’ ke dalam dua jenis terlebih dahulu. Yaitu jenis malas baik dan jenis malas buruk.

Malas baik vs Malas buruk

cara mengatasi rasa malas

Malas baik adalah jenis sifat malas manusia yang datang bersama dengan inspirasi. Atau sifat malas alami yang datang untuk mencegah kita melakukan hal yang sebetulnya tidak penting.

Contoh jenis malas yang menginspirasi seperti saat seseorang merasa malas untuk keluar dan membeli makanan. Jadinya, timbul sebuah ide atau inspirasi untuk memecahkan masalah ‘bagaimana ya saya bisa beli makanan tanpa harus keluar rumah?’

Singkat cerita, jadilah sistem delivery atau Go-Food.

Sementara contoh jenis malas baik yang satunya lagi adalah ketika kita merasa malas untuk melakukan pekerjaan yang remeh alias pekerjaan yang sedikit bahkan sama sekali tidak memiliki pengaruh terhadap tujuan kita. Mencuci baju, menyapu halaman rumah, dan membersihkan kamar mandi merupakan beberapa contoh pekerjaan yang remeh.

Jika jenis rasa malas seperti ini datang, itu adalah pertanda baik. Pertanda bahwa kamu harus segera mendelegasikan pekerjaan tersebut pada orang lain.

Sementara untuk jenis malas buruk adalah perasaan malas yang muncul disaat kita ingin melakukan pekerjaan yang penting. Yang mampu membuat kita menjadi lebih dekat lagi dengan tujuan kita.

Nah, jenis sifat malas seperti inilah yang harus kita atasi. Tidak boleh hanya kita biarkan setiap kali ia datang, sehingga menjadi sebuah kebiasaan buruk.

Lantas, bagaimana sih cara mengatasi sifat malas yang buruk ?

1. Melakukan aktivitas fisik

/ima

Saya akui kadangkala saya merasa malas ketika mau melakukan pekerjaan yang penting. Seperti menulis dan menerbitkan artikel setiap hari di blog. Ketika perasaan malas seperti ini muncul, saya langsung saja bergerak.

Entah itu berjalan kaki atau melakukan sedikit olahraga ringan seperti melakukan lompatan kecil hingga push up.

Ketika perasaan malas muncul, saya sangat menghindari berdiam diri. Karena lama kelamaan pasti saya akan melamun, membayangkan yang tidak-tidak, sampai perasaan malas itu kemudian menjadi kuat.

Saat melakukan aktivitas fisik, meskipun hanya beberapa saat, perasaan malas pun menjadi berkurang. Seketika itu pula saya gunakan momentum tersebut untuk mulai mengerjakan pekerjaan yang seharusnya saya kerjakan.

2. Konsumsi makanan sehat

Saya tahu ini memang bukan termasuk cara mengatasi rasa malas, tetapi lebih kepada pencegahan. Tapi, yaudahlah. Lagipula, bukannya mencegah lebih baik daripada mengobati (mengatasi)?

Jadi, sederhanya kalau kita ingin tidak merasa malas atau paling tidak mengurangi frekuensi perasaan itu datang, konsumsilah makanan-makanan yang sehat. Terutama jenis makanan yang tidak membuat kita malas seperti junk food (pizza, burger, chicken nugget, dll), makanan instan, dan makanan yang memiliki banyak kandungan lemak, magnesium, dan melatonin. Informasi lengkap tentang ini bisa kamu dapatkan di halaman epainassist.

Saya bukan dokter ataupun ahli gizi. Jadi, jelas saya tidak punya kualifikasi untuk menjelaskan hal-hal yang tidak saya pelajari.

3. Jangan terlalu banyak berpikir

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya sangat menghindari berdiam diri ketika perasaan malas itu datang. Alasannya sekali lagi karena saya tidak ingin pikiran saya menjadi-jadi hingga memperkuat perasaan malas yang saya rasakan.

Makanya, setiap kali rasa malas itu datang saya akan melakukan aktivitas fisik kecil-kecilan atau jika tidak, saya akan memfokuskan pikiran saya pada hembusan nafas saya. Masuk dan keluar. Dengan melakukan ini, pikiran saya jadi lebih terkontrol dan lambat laun perasaan malas pun bisa saya kurangi perlahan-lahan.

4. Bikin deadline

Kadangkala perasaan malas yang buruk itu muncul karena kita tidak memiliki deadline yang jelas kapan pekerjaan itu harus sudah selesai. Makanya kita cenderung merasa malas dan menunda-nunda pekerjaan. Logikanya toh tidak ada tenggat waktunya. Jadi buat apa kita harus melakukan pekerjaan itu sekarang?

Makanya ketika saya membuat tantangan pertama saya di blog ini; Menulis minimal 1 artikel per hari selama satu tahun – saya menentukan dengan jelas kapan deadlinenya. Deadlinenya yaitu sebelum jam 24.00 setiap harinya sampai tanggal 17 Juli 2019.

Sehingga saya tidak punya alasan sama sekali untuk merasa malas apalagi sampai menunda untuk menulis. Andaipun perasaan malas itu datang, saya selalu bisa mengatasinya dengan baik karena saya sadar deadlinenya jelas. Sebelum pukul 24.00 setiap hari.

Update: Tantangan menulis setiap hari di blog ini tidak selesai karena saya pikir hanya akan memberikan dampak yang kecil atau bahkan tidak sama sekali terhadap pengembangan blog ini kedepannya.

Kesimpulan

Identifikasi dulu apakah jenis perasaan malas yang kamu alami adalah rasa malas baik atau justru yang buruk. Jika itu baik, gunakan momentum tersebut untuk terinspirasi. Namun, bila itu buruk, lakukan beberapa tips cara mengatasi rasa malas seperti yang sudah saya jelaskan diatas.

Jika kamu menyukai artikel ini, kamu mungkin juga suka dengan Cara Menjadi Sukses dan10 Perbedaan Cara Berpikir Orang Kaya vs Orang Pada Umumnya

Author

Freelance Writer, Blogger, and Finance enthusiast. Blog ini saya buat untuk berbagi tips finansial, investasi, dan berbagai cara menghasilkan uang dari internet. Hubungi halo@zaipad.com untuk perihal pertanyaan dan kerjasama.

Write A Comment

EBOOK GRATIS

Download Ebook

Masukkan nama dan alamat email kamu di bawah ini  untuk mendapat akses mendownload Ebook 53 Cara Mendapatkan Uang dari Internet secara GRATIS.
close-link
Ikuti Blog Zaipad via Email
---------
close-link

Mau Informasi GRATIS tentang Tips Finansial dan How to Make Money Online dari Zaipad?

*Bonus E-Book 53 Cara Mendapatkan Uang dari Internet khusus untuk kamu yang mendaftar hari ini. 
IYA, SAYA MAU
Zaipad.com menjamin 100% kerahasiaan informasi nama dan email kamu. Selengkapnya, baca kebijakan privasi.
close-link

Download Ebook

Masukkan nama dan alamat email kamu di bawah ini  untuk mendapat akses mendownload Ebook 53 Cara Mendapatkan Uang dari Internet secara GRATIS.
close-link