Sebelum menulis tentang topik ini saya sempat mengecek terlebih dahulu seberapa besar jumlah pencarian dengan kata kunci “Cara Menjadi Sukses” melalui platform google trends. Hasilnya ternyata cukup menggembirakan bagi saya karena dua alasan. Yang pertama adalah hasil pencariannya cukup tinggi dan relatif stabil dalam 12 bulan terakhir dan ini menunjukkan bahwa di Indonesia ternyata banyak orang yang mencari tahu bagaimana cara menjadi sukses. Sementara alasan kedua karena saya akhirnya bisa mendapatkan topik artikel dengan jumlah pencarian yang cukup tinggi dibandingkan dengan topik-topik artikel yang sudah saya tulis sebelumnya.

Jadi, saya memutuskan untuk menulis artikel ini. Tapi harus saya katakan, jika sukses bagi kamu berarti seseorang yang memiliki harta berlimpah, maka jelas saya tidak memiliki kualifikasi untuk mengajari kalian bagaimana cara menjadi sukses. Silahkan lewati membaca artikel ini atau langsung sekalian keluar dari blog saya. Sebaliknya, jika kamu memandang arti sukses bukan hanya dari gelimangan harta, maka kamu bisa melanjutkan membaca artikel dan mendengar apa yang akan saya katakan.

Saya akan coba membahas topik ini secara keseluruhan menggunakan berbagai sudut pandang dan beberapa fakta tentang kesuksesan yang saya tahu hingga sekarang. Saya sangat berharap apa yang saya katakan disini bisa membantu kamu dalam satu atau beberapa hal. Seandainya tidak, saya persilahkan kamu untuk membenci saya, memaki saya, dan berjanji untuk tidak akan lagi mengunjungi blog saya seumur hidup.

Mari kita mulai dari bagian pertama

Pola Pikir: Apa itu Sukses?

pola pikir cara menjadi sukses

Jika kita berbicara tentang sukses ironisnya orang akan selalu mengaitkan kesuksesan dengan jumlah harta yang dimiliki seseorang. Contohnya seperti ini jika saya memiliki pendapatn bersih sejumlah 2 miliar per tahun, masyarakat umum pasti akan berkata saya sukses. Namun, coba jika saya katakan saya adalah seorang profesor ilmu hukum dengan gaji tidak lebih 10 juta sebulan, besar kemungkinan orang akan menggolongkan saya ke dalam kelompok orang yang tidak sukses.

Lihat? Inilah yang salah dari paradigma masyarakat saat ini tentang kesuksesan. Masyarakat kita cenderung mengenyampingkan semua hal baik yang dimiliki seseorang ketika dia diketahui tidak memiliki harta yang banyak. Sehingga kebanyakan menyebut orang ini dengan sebutan gagal. Padahal, mungkin saja sudah banyak prestasi, penghargaan, pencapaian dari orang tersebut. Sebut saja beberapa atlet Indonesia yang kini berada di usia senja dan dalam keadaan yang melarat. Apakah kamu akan menyebut mereka sukses? Kemungkinan besar, tidak. Kenapa? Karena hidup mereka saat ini miskin dan tidak punya apa-apa. Lantas, bagaimana dengan sejumlah prestasi yang pernah mereka torehkan sebelumnya untuk Indonesia? Ya, itu kan dulu. Sekarang kan berbeda. Sekarang mereka gagal.

Pola pikir seperti ini jelas keliru. Kita tahu sukses memang relatif. Tergantung bagaimana kita mengartikan istilah sukses itu sendiri. Bagi kamu sukses mungkin berarti menjadi juara kelas atau berhasil mengencani cewek/cowok yang kamu idamkan. Sementara bagi saya sendiri lain artinya. Saya mungkin akan mengartikan sukses sebagai saat dimana jumlah pengunjung blog saya bisa menyentuh angka 500.000 per bulan atau ketika saya bisa mendapatkan ROI (Return On Investment) 1000% dari portofolio saham saya 10 tahun terakhir.

Sedangkan si “A” paling mendefinisikan sukses sebagai saat dimana ia memiliki istri yang cantik dan seksi, rumah mewah dengan kolam renang luas, serta mobil sport yang canggih. Di sini kita bisa melihat bahwa jelad setiap orang memiliki definisi sukses yang berbeda-beda.

Sukses itu relatif dan banyak bidangnya

Sukses itu tidak hanya terletak pada satu bidang saja seperti kekayaan. Istilah sukses sendiri tersebar pada beragam bidang dan peran dari seseorang. Contoh pada bidang pekerjaan, seseorang bisa mengartikan sukses jika dia berhasil memenuhi target perusahaan atau mendapatkan penghargaan atas usahanya. Dalam menjali peran kepala keluarga, seorang ayah bisa saja mengartikan sukses ketika ia mampu memenuhi seluruh kebutuhan hidup keluarganya. Termasuk kebutuhan akan kasih sayang, rasa aman, dan perhatian.

Seorang pelajar baru saja mendapatkan gelar sarjana pendidikannya dari salah satu universitas bergengsi. Namun, setelah 5 tahun dia menamatkan pendidikan formalnya itu, ternyata kehidupan finansialnya tidak berjalan mulus bahkan bisa dikatakan terpuruk. Dalam kasus seperti ini, kita bisa mengatakan bahwa orang tersebut sukses di bidang pendidikan formalnya. Tetapi gagal dalam urusan finansial. Atau mungkin masih sedang berusaha.

Jadi kesimpulannya adalah sukses itu relatif. Dan adalah tidak bijak jika kita hanya menilai kesuksesan pada satu bidang yang sempit saja (jumlah kekayaan). Sukses memiliki arti yang berbeda-beda bagi tiap orang. Dan sukses tidaknya seseorang bisa dinilai dari berbagai macam bidang dan peran.

Cara Menjadi Sukses

Sebelumnya maafkan saya karena tidak langsung to the point dan memberitahukan kamu bagaimana cara menjadi sukses. Pasalnya saya harus memastikan pola pikir kita sama dulu tentang kesuksesan. Kalau belum, tentu penjelasan saya tidak akan nyambung. Saya melihat anjing sebagai sosok hewan yang menakutkan. Tetapi kamu justru melihatnya sebagai sosok teman yang bisa diandalkan. Sehingga demikian apapun hal-hal buruk yang saya bicarakan tentang hewan ini dari sudut pandang saya, kamu selamanya tidak akan pernah bisa menangkapnya alih alih setuju.

Makanya hal pertama yang saya lakukan adalah mensejajarkan pemahaman kita terlebih dahulu. Memastikan kita berdua melihat sosok yang sama dengan makna yang sama pula. Jadi, seandainya sampai disini kamu masih saja menilai kesuksesan hanya dari jumlah harta yang dimiliki oleh seseorang, silahkan baca ulang artikel ini dari awal. Namun, jika kamu sudah satu pemahaman dengan saya. Mari kita melangkah pada bagian pertama cara menjadi sukses.

Target

cara menjadi sukses

Hampir mustahil seseorang bisa meraih kesuksesan bila ia tidak memiliki target sama sekali. Alias menjalani hidup hanya dengan mengikuti arus semata. Jika arus membawanya ke tempat yang baik, maka baik pulalah ia. Dan jika arus membawanya ke jurang yang curam, maka buruklah jua kehidupannya. Jelas ada sejumlah kejadian dimana seseorang sukses dengan prinsip hidup mengikuti arus. Tetapi saya yakin mereka itu adalah pengecualian atau anomali belaka. Sementara mayoritas dari pengikut filososi itu cenderung gagal atau memiliki kehidupan yang biasa-biasa saja.

Alasannya jelas karena mereka membiarkan lingkungan sekitar membentuk kehidupan mereka. Mereka menyerahkan diri sepenuhnya pada apapun yang terjadi di luar sana. Sukses atau gagal bukan mereka yang menentukan, tapi entah apa dan siapa. Maka dari itu membuat atau menciptakan target menjadi satu hal yang krusial bagi setiap orang bila ingin meraih kesuksesan.

Tentukan target dengan menggunakan syarat SMART yaitu Spesific (Spesifik), Measurable (Bisa diukur), Achievable (Bisa Dicapai), Relevant (Relevan dengan target lain atau kondisi kita saat ini), dan Time-Bound (Memiliki tenggat waktu atau deadline).

Lebih jauh tentang penjelasan smart goal bisa kamu lihat di laman Shift Indonesia.

Mencapai target

Setelah memiliki target, langkah selanjutnya adalah mengusahakan agar setiap target bisa tercapai. Caranya adalah dengan membuat rencana atau strategi dan mengerjakannya secara konsisten sampai goal kamu bisa menjadi kenyataan. Dalam proses membuat rencana/strategi, seluruhnya jelas bergantung pada kamu. Namun, jika kamu merasa kesulitan, maka tidak ada salahnya untuk meminta bantuan pada orang lain seperti keluarga, teman, sahabat, atau tenaga profesional (konsultan pengembangan diri).

Setelah target dan rencana tersusun dengan baik, langkah berikutnya adalah mulai mengambil tindakan. Perlahan-lahan sampai goal atau target kamu terwujud.

Demikianlah caranya. Sederhana bukan?

Secara teori, beginilah cara menjadi sukses dalam hal atau bidang apapun. Namun persoalannya adalah secara realitas teori ini sulit untuk dipraktekkan. Seandainya saja mudah, pasti semua orang di dunia sudah sukses. Lantas, kalau begitu apa yang membuat teori ini sulit untuk dipraktekkan?

Pengendalian Diri

Salah satu alasan kenapa tidak semua orang bisa sukses adalah karena ketidakmampuan mereka dalam mengendalikan diri. Terutama dalam hal mengendalikan emosi manusiawai seperti rasa takut, bosan, tidak percaya diri, dan masih banyak lagi. Bayangkan bagaimana jadinya hidup kamu kita jika kita bisa mengendalikan semua emosi diatas? Jika kita bisa mengendalikan diri sepenuhnya? Sudah barangkali kita akan memiliki peluang yang besar untuk sukses.

Oleh karena itu pertanyaan sebenarnya yang harus diajukan bukanlah bagaimana cara menjadi sukses tetapi bagaimana cara kita mengendalikan diri. Sebab masalahnya ada di dalam diri kita sendiri. Bukan di luar sana. Bukan terletak pada cara atau strategi tertentu. Kita boleh mengetahui semua cara dan strategi terbaik untuk menjadi sukses. Namun, apabila kita belum bisa mengendalikan diri sendiri, semua pengetahuan itu akan sia-sia saja.

Baca juga: 7 Cara Melatih Kesabaran dalam Menjalani Berbagai Masalah Kehidupan

Kejutan hidup

Alasan kedua kenapa seseorang sulit mencapai target atau kesuksesan adalah karena hidup ini penuh dengan banyak kejutan. Kadangkala kita sudah sangat dekat dengan target atau tujuan kita, tetapi tiba-tiba terjadi sesuatu yang sangat menyayangkan sehingga kita pun terpaksa harus menunda bahkan mengganti target kita ke target yang lain. Dalam kasus seperti ini, tidak banyak yang bisa kita lakukan. Pasalnya, ini diluar batas kemampuan kita sebagai manusia. Kita tidak bisa mengontrol keadaan yang terjadi di sekitar kita, kita hanya bisa mengendalikan respon kita terhadap setiap kejadian yang terjadi.

Jadi, solusi terbaik adalah menerima semua kejutan-kejutan hidup yang datang menghampiri kita dengan ikhlas. Tidak perlu disangkal apalagi menghindarinya dengan lari dari kenyataan. Cukup bersifat fleksibel terhadap target dan tujuan yang ingin dicapai. Kalau memang realitas menunjukkan target A dan B tidak bisa dicapai, maka gantilah dengan target C dan D. Atau ubah pendekatan untuk mencapai target tersebut. Sesederhana itu.

Kesimpulan

Tidak perlu untuk mencari bagaimana cara menjadi sukses. Karena sukses itu rumusnya sederhana. Punya tujuan yang jelas, punya rencana/strategi, dan bertindak sesuai dengan tujuan dan rencana yang telah dibuat sampai target tersebut tercapai. Sangat simple. Sehingga yang menjadi tantangan disini adalah apakah kita sudah memiliki kontrol diri yang cukup? Apakah kita cukup ikhlas dan tidak akan berkabung terlalu lama ketika hidup memberikan kita kejutan-kejutan yang menyedihkan? Silahkan dijawab.

Jika kamu menyukai artikel ini, kamu mungkin juga suka dengan 10 Perbedaan Cara Berpikir Orang Kaya vs Orang Pada Umumnya dan 5 Cara Menjadi Produktif Menurut Penelitian

Author

Freelance Writer, Blogger, and Finance enthusiast. Blog ini saya buat untuk berbagi tips finansial, investasi, dan berbagai cara menghasilkan uang dari internet. Hubungi halo@zaipad.com untuk perihal pertanyaan dan kerjasama.

Write A Comment

Mau Informasi GRATIS tentang Tips Finansial dan How to Make Money Online dari Zaipad?

*Bonus E-Book 53 Cara Mendapatkan Uang dari Internet khusus untuk kamu yang mendaftar hari ini. 

Pendaftaran Berhasil! Silakan cek Inbox kamu untuk Konfirmasi Email.