Ada satu masalah sosial yang rasanya mustahil hilang dari muka bumi ini. Masalah tersebut tidak lain adalah kemiskinan. Walau berbagai cara sudah ditempuh oleh sejumlah individu, lembaga, hingga pemerintah, tetap saja problem yang satu ini masih belum bisa teratasi sepenuhnya. Saya bahkan berani bertaruh meskipun dalam kurun waktu 10, 20, sampai 100 tahun kedepan, masalah ini tetap masih akan bisa kita lihat. Pertanyaannya adalah kenapa? Apakah ini semacam fitrah dari Tuhan yang tidak mungkin “tidak ada” ibarat adanya pagi dan malam, laki-laki dan perempuan?

Well, saya tidak tahu soal itu.

Namun jika kita mengamatinya dengan seksama, kita akan menemukan bahwa sebetulnya masalah ini terjadi karena masih belum teratasinya beberapa faktor penyebab kemiskinan. Baik itu karena alasan tidak adanya usaha proaktif dari si individu miskin itu sendiri, lamanya waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil, maupun karena ada faktor yang sedianya tidak bisa dicegah.

Faktor Penyebab Kemiskinan

Dengan menggunakan definisi kemiskinan dari wikipedia, saya menyimpulkan bahwa setidaknya ada 12 faktor penyebab kemiskinan, yaitu:

1. Tingkat pendidikan yang rendah

faktor penyebab kemiskinan

Umumnya, individu dengan tingkat pendidikan yang rendah akan cenderung mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang minim. Konsekuensinya mereka akan menjadi sulit bersaing dan mendapatkan posisi yang layak di dunia kerja maupun dunia usaha. Bahkan tak jarang situasinya lebih parah – bisnis yang didirikan bangkrut meninggalkan hutang atau tidak mendapatkan posisi sama sekali (tidak bekerja).

Namun, maksud dari tingkat pendidikan yang rendah disini bukanlah berarti seseorang tidak memperoleh pendidikan formal sampai perguruan tinggi dan mendapatkan gelar S1 sampai profesor, doktor, P.hd, dan bla bla bla.

Bukan! Maksudnya bukan seperti itu.

Karena toh faktanya di dunia banyak orang yang tidak mendapatkan privilege dan fancy title seperti diatas namun tetap bisa berakhir sukses dan kaya raya. Contoh mainstreamnya seperti Thomas Edison dan Leonardo Da Vinci. Sementara mereka yang memiliki gelar, tidak sedikit hanya bisa menjadi pengangguran, linglung, dan menggantungkan hidupnya kepada orang lain.

Barangkali arti yang lebih tepat untuk menggambarkan tingkat pendidikan yang rendah adalah kondisi dimana seseorang kurang terekspos dengan ilmu pengetahuan (teori atau praktik) yang berguna dan relevan, juga minim akan pengalaman. Atau situasi dimana seseorang punya kedua hal diatas tetapi masih tidak mampu memanfaatkan keuntungan tersebut untuk peningkatan kemampuan ekonomi pribadi.

2. Malas bekerja/berusaha

malas bekerja - faktor penyebab kemiskinan

Dalam konteks pemahaman spiritual, sifat malas bekerja/berusaha yang dimiliki seseorang bisa diartikan sebagai suatu bentuk ketidaksyukuran terhadap nikmat tubuh, pikiran (akal), tenaga, dan lain sebagainya yang telah diberikan oleh Tuhan yang maha esa sejak lahir. Jadi jangan tanya mengapa sifat ini juga menjadi salah satu faktor penyebab kemiskinan. Toh lagipula, mana ada orang yang bisa memiliki taraf kehidupan yang layak jika orangnya malas bekerja dan berusaha? Kerjaannya tidak lain hanya tidur dan bermain saja.

Ya TIDAK MUNGKIN!

Kecuali kamu adalah anak dari konglomerat yang pola menghasilkan uangnya sudah tersistem sedemikian rupa tanpa harus lagi repot-repot bekerja ataupun berusaha. Kalau seperti itu ya mungkin saja.

But you must know, that the chance everyone has to be the next crazy rich kid asian is definitely near zero.

3. Menderita penyakit

sakit jantung - faktor penyebab kemiskinan

Selain kedua hal diatas, menderita jenis-jenis penyakit “mahal” seperti kanker, stroke, jantung, gagal ginjal, dan sebagainya juga dapat menjadi satu alasan penyebab seseorang jatuh miskin. Perhatikan saja bagaimana kehidupan orang-orang di sekitar kita, biasanya tidak susah kita mendapatkan contoh kasus seperti ini.

Lucu memang melihat tingkah orang-orang dewasa ini yang bekerja keras siang dan malam hanya untuk menghasilkan uang, yang pada akhirnya juga habis mereka gunakan untuk mengembalikan kondisi kesehatan yang hilang akibat dari kesibukan itu.

Duit jelas penting, tapi kesehatan harus selalu menjadi yang paling diutamakan ya guys.

4. Tidak peduli

Orang-orang yang kehilangan gairah, semangat, dan tujuan hidupnya lambat laun akan berubah menjadi tipe pribadi yang tidak lagi peduli dengan diri sendiri maupun keadaan di sekitarnya. Mereka menjadi pesimis dan ‘memilih’ untuk lebih baik menyerah daripada berjuang memperoleh kehidupan yang layak. Kalau sudah seperti ini jangan heran jika hidup mereka ujung-ujungnya kere.

Baca juga: Cara Mengembangkan Potensi Diri dengan 3 Langkah Sederhana

5. Memiliki mental ketergantungan

Pernahkah kamu mendengar kalimat “orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin” ? Jika iya, maka sebetulnya pendapat ini bukan hanya isapan jempol belaka ya guys, melainkan benar-benar fenomenanya terjadi di dunia nyata. Salah satu alasan kenapa ini terjadi adalah karena adanya perbedaan mental dan cara berpikir yang bertolak belakang antara si kaya dan si miskin.

Saat orang kaya menjunjung tinggi sifat ‘mandiri’, si miskin justru memilih untuk bermental ketergantungan (baca: menerima/minta-minta). Sedangkan di satu sisi kita tahu bahwa mental ‘menerima’ sendiri bukanlah sebuah solusi untuk mengatasi kemiskinan yang terjadi. Bahkan justru memperparahnya.

6. Lahir dari keluarga miskin

Salah satu nikmat yang sangat saya syukuri dalam hidup ini adalah terlahir sebagai anak dari keluarga yang berkecukupan. Tidak kaya dan tidak pula miskin. Kenapa? karena dengan nikmat inilah, Alhamdulillah saya masih bisa berkesempatan memperoleh asupan nutrisi yang cukup bagi tubuh dan otak, mendapatkan akses pendidikan yang layak, dan berteman dengan orang-orang yang memiliki mental dan pemikiran yang mayoritasnya masih ‘normal’.

Sedangkan mereka yang lahir dari keluarga miskin, hal-hal seperti diatas rasanya sulit sekali untuk mereka dapatkan. Sehingga pada akhirnya kelak ketika dewasa, kualitas hidup mereka pun tidak akan jauh berbeda dari kehidupan yang mereka jalani sejak kecil.

7. Konflik/Peperangan

peperangan

Adanya suatu konflik/peperangan yang terjadi dalam suatu kelompok masyarakat merupakan salah satu faktor penyebab kemiskinan yang perlu senantiasa kita waspadai. Lihatlah sendiri bagaimana keadaan saudara-saudara kita yang tinggal di suatu negara yang tengah memiliki konflik. Baik itu konflik internal dalam negeri (cth: adanya krisis ekonomi, isu SARA) maupun yang menyangkut dengan negara lain (cth: perang).

Mayoritas hidup mereka miskin. Rumah dan hampir sebagian besar harta benda mereka hancur dan hilang hangus terbakar akibat konflik yang terjadi. Barangkali satu-satunya alasan mengapa mereka masih bisa bertahan hidup sampai sekarang adalah karena adanya sejumlah bantuan yang datang dari berbagai pihak.

8. Bencana Alam

Bencana alam adalah satu faktor penyebab kemiskinan yang pada dasarnya tidak bisa kita cegah. Bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir bandang, dan lain-lain dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan-bangunan infrastruktur dan sistem jaringan penting yang terletak di area sekitar terjadinya bencana.

Selain itu, bencana alam secara tidak langsung juga dapat mengakibatkan masyarakat yang terkena dampaknya menjadi jatuh miskin. Terutama jika bencana alam yang terjadi memiliki skala yang besar (cth: tsunami di aceh).

9. Keterbatasan sumber daya alam

Terbatasnya sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu daerah/wilayah juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab kemiskinan yang terjadi pada masyarakat setempat. Contohnya adalah mereka yang tinggal di benua afrika dengan kondisi tanah yang tandus dan kering.

10. Korupsi

Korupsi yang dilakukan oleh para oknum pejabat pemerintah – mulai dari tingkat yang paling rendah hingga pusat – juga menjadi salah satu penyebab tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia. Pasalnya, uang yang dikorupsi adalah uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Biasanya melalui pembangunan proyek-proyek infrastruktur strategis (jalan, pembangkit listrik, jalur kereta, bendungan, dll), impor bahan pokok (beras, jagung, daging sapi, dll), pemberian bibit tanaman atau ternak kepada para petani, hingga untuk keperluan menunjang program-program baru pemerintah seperti pada kasus pengadaan ktp elektronik.

Dengan adanya tindak pidana korupsi atau ‘tipikor’, beberapa proyek diatas berpotensi menjadi mangkrak dan/atau memberikan hasil yang tidak bahkan jauh dari ekspektasi. Alhasil, upaya pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya pun semakin terhambat.

11. Pengangguran

pengangguran - faktor penyebab kemiskinan
Pengangguran via rendhart.blogspot.co.id

Tingginya jumlah angkatan kerja per tahun yang tidak dibarengi dengan tersedianya lapangan kerja yang memadai mengakibatkan sebagian besar dari angkatan kerja ini terpaksa harus menjadi pengangguran. Semakin banyak yang menganggur, maka akan semakin banyak pula orang yang miskin dan menggantungkan hidup pada orang lain. Bagaimana tidak mau miskin kalau penghasilan saja tidak punya?

12. Kebijakan pemerintah

Kemiskinan di Korea Utara – sumber: borgenproject

Sebagai pihak yang berwenang dalam membuat kebijakan, pemerintah tentu memiliki pengaruh yang besar dalam mengatasi persoalan kemiskinan di suatu negara. Di Indonesia sendiri, berbagai kebijakan yang diambil pemerintah saat ini seperti pembangunan infrastruktur yang masif di berbagai daerah, program dana desa, hingga kebijakan penyederhanaan aturan (deregulasi) dalam mendirikan bisnis, ternyata sejauh ini cukup efektif dalam mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Data terakhir dari BPS bahkan menunjukkan angka kemiskinan di Indonesia telah berhasil menyentuh angka single digit (9,82%) per Maret 2018.

Foto: Dok CNBC

Karena besarnya wewenang yang dimiliki oleh pemerintah, maka tak jarang pula ada kejadian dimana beberapa kebijakan yang diambil justru hanya memperparah masalah kemiskinan di masyarakat. Contohnya adalah seperti yang terjadi di Korea Utara (korut). Kebijakan pemerintah Korea Utara yang mengurung diri dari dunia luar mengakibatkan sebagian besar rakyatnya miskin, penyakitan, dan seringkali menderita kelaparan.

Kesimpulan

Kemiskinan merupakan masalah yang kompleks yang terjadi dimana-mana, dan dipicu oleh berbagai macam hal. Beberapa diantaranya adalah ke-12 faktor penyebab kemiskinan diatas yang paling tidak bisa memberikan kita gambaran tentang bagaimana sebaiknya cara kita dalam mengatasi permasaalahan ini.

Apapun solusi kemiskinan yang diperoleh, intinya adalah dibutuhkan peran kerjasama dari semua pihak agar masalah kemiskinan di dunia ini bisa benar-benar teratasi. Atau setidaknya berkurang drastis.

Artikel selanjutnya:

  1. 9 Dampak Kemiskinan yang Sering Kita Temui dalam Kehidupan Sehari-hari
  2. Cara mengatasi kemiskinan melalui peran individu, masyarakat, dan pemerintah

Catatan: Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat dan cukup membantu kamu, maka please setidaknya bantu saya untuk membagikan manfaatnya ke lebih banyak orang lagi. Lagipula, caranya mudah kok’ – cukup dengan mengklik satu atau lebih tombol share sosial media (twitter, facebook, google plus) yang terdapat pada bagian bawah artikel ini. Kemudian ikuti petunjuk berikutnya. Cheers !!

Author

Freelance Writer, Blogger, and Finance enthusiast. Blog ini saya buat untuk berbagi tips finansial, investasi, dan berbagai cara menghasilkan uang dari internet. Hubungi halo@zaipad.com untuk perihal pertanyaan dan kerjasama.

Write A Comment

Mau Informasi GRATIS tentang Tips Finansial dan How to Make Money Online dari Zaipad?

*Bonus E-Book 53 Cara Mendapatkan Uang dari Internet khusus untuk kamu yang mendaftar hari ini. 

Pendaftaran Berhasil! Silakan cek Inbox kamu untuk Konfirmasi Email.