Kemarin sore ketika saya tengah membantu ayah membangun sebuah taman bunga di halaman depan rumah, saya berceletuk “Yah, kenapa pohon ini tidak dicabut saja? Itu daunnya sudah layu, trus batangnya juga udah jadi coklat. Mendingan dicabut saja!” sambil memegang batang pohon mangga di depan saya yang ukurannya masih kecil.

Dengan nada yang agak tinggi, ayah saya menjawab “Jangan, jangan disentuh pohon mangganya. Itu umurnya belum sampai seminggu ayah tanam. Jadi barangkali aja masih bisa tumbuh. Jangan mendahului tuhan!”

Wah, mendengar kalimat terakhir ayah, badan saya langsung lemas. Dan dalam sekejap jua hilang motivasi saya untuk berdebat dan membantah asumsi ayah. Pasalnya, kalimat terakhir dari ayah itu ibaratnya seperti pukulan T.K.O di olahraga tinju. Terlampau telak hingga membuat lawan oleng dan tidak bisa berdiri lagi.

Jangan mendahului Tuhan!

Singkat, padat, tapi sarat akan makna.

Kalimat jangan mendahului Tuhan dengan tegas memberi pesan kepada kita untuk senantiasa menghindari asumsi dalam bentuk apapun sebelum kita melakukan usaha nyata dan bersabar menunggu hasil. Terutama asumsi yang sifatnya menjatuhkan mental atau bisa juga dikatakan asumsi negatif.

Terkait: Berhentilah Membaca!

Sebagai orang yang beragama, kita percaya bahwa Tuhan adalah sang maha penguasa. Ia berkuasa atas segalanya termasuk berkuasa atas hasil yang akan kita peroleh setelah berusaha.

Salah seorang pengusaha (konglomerat) Indonesia, Chairul Tanjung, bahkan beberapa kali terdengar mengamini pendapat diatas. Dalam beberapa seminar yang diisi olehnya, ia kerap menyampaikan bahwa kita sebagai manusia itu tugasnya hanyalah bekerja. Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Sementara soal hasil itu seluruhnya adalah urusan Tuhan.

Sebab tak peduli seberapa besar usaha yang kita keluarkan, kita tetap tidak akan bisa mengontrol hasil yang akan keluar. Usaha dan hasil menempati lingkaran yang berbeda. Usaha berada di lingkaran “Kontrol”, sementara hasil justru terletak di lingkaran “Tanpa Kontrol”.

Menutup artikel ini, saya berpesan kepada diri saya sendiri dan kepada kamu yang sedang membaca agar sekali-kali Jangan Mendahului Tuhan.

Bekerjalah sebaik mungkin tanpa sibuk mengkhawatirkan hasilnya seperti apa. Dengan begitu niscaya hidup kita akan senantiasa terasa tenang dan damai.

Berprinsiplah layaknya kutipan yang tertulis pada bio akun twitternya pak Sandiaga Uno; #Kerja4As: Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas.

Tip: Saya bukan pendukung pasangan Prabowo – Sandiaga Uno. Saya hanya sekedar mengutip saja.

Author

Freelance Writer, Blogger, and Finance enthusiast. Blog ini saya buat untuk berbagi tips finansial, investasi, dan berbagai cara menghasilkan uang dari internet. Hubungi halo@zaipad.com untuk perihal pertanyaan dan kerjasama.

3 Comments

  1. Jadi ingat Bapak saya dulu juga bilang hal yang sama waktu mindahin pohon belimbing dari halaman belakang ke depan. Dan sekarang pohonnya rindang dan sering banget berbuah! 😀

Write A Comment

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!