Bekerja memang merupakan cara yang paling bisa diandalkan untuk menjadi kaya. Meski begitu, bekerja saja tidak cukup. Kamu perlu melakukan hal lain agar kekayaan kamu bisa bertambah lebih banyak dan dalam waktu yang relatif singkat. Salah satunya adalah dengan berinvestasi.

Berinvestasi, terutama bila dilakukan sejak dini, dapat memberikan kamu berbagai keuntungan luar biasa, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Simak 5 keuntungan berinvestasi sejak dini yang tak boleh dilewatkan berikut ini.

1. Mendapatkan keuntungan

Tujuan utama seseorang berinvestasi adalah untuk mendapatkan keuntungan, yakni berupa pertambahan nilai kekayaan. Aturannya, semakin dini seseorang berinvestasi, maka semakin banyak pula nilai uang yang bisa ia akumulasikan.

Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia, pertama kali berinvestasi saat ia berusia 11 tahun. Pada saat itu, ia membeli 6 lembar saham Cities Service, perusahaan minyak Amerika Serikat dengan harga $38 per saham.

Sekarang, saat saya menulis artikel ini, total kekayaan Warren Buffet tercatat berada di 81,7 miliar dollar Amerika Serikat atau setara dengan  Rp1.185 triliun. Bayangkan!

Baca juga: 13 Pilihan Investasi yang Menguntungkan, Cocok untuk Pemula!

2. Mendapatkan Pasif Income

Dalam dunia perencanaan keuangan, dikenal dua jenis pendapatan, yaitu active income dan passive income. Active income adalah pendapatan yang kamu peroleh dari hasil kamu bekerja. Contohnya, seperti gaji bulanan.

Sedangkan passive income adalah pendapatan yang bisa kamu peroleh tanpa harus terlibat secara langsung dalam kegiatan yang menghasilkan pendapatan tersebut. Contohnya, royalti penulis, bisnis yang bisa berjalan sendiri, pendapatan sewa kos/ruko, dan investasi.

Nah, jika kamu ingin mendapatkan pasif income setiap bulannya, sebaiknya mulailah berinvestasi dari sekarang. Saat ini ada banyak sekali pilihan instrumen investasi  yang bisa kamu pilih. Beberapa diantaranya meliputi investasi emas, reksadana, saham, dan p2p lending.

3. Mencegah dari perilaku konsumtif

Selain untuk mendapatkan keuntungan, berinvestasi sejak dini juga dapat mencegah kamu dari peilaku yang konsumtif. Hal ini karena kebiasaan berinvestasi secara tidak langsung akan mendorong kamu untuk disiplin menyisihkan uang setiap bulan, bahkan sebelum kamu menggunakannya untuk hal-hal lain.  

4. Compound interest

Salah satu keuntungan yang paling diincar investor saat berinvestasi adalah compound interest atau efek bunga berbunga.  Sesuai namanya, efek bunga berbunga berarti bunga atau keuntungan yang kamu peroleh dari hasil investasi tersebut akan berbunga lagi dan menghasilkan lebih banyak uang, jika uangnya tidak kamu ambil dan tahan dalam jangka waktu yang lama.

Misal, jika kamu berinvestasi di reksadana senilai Rp10 juta dengan asumsi bunga 10% per tahun, maka di tahun ke-10 nanti, jumlah uang yang akan kamu peroleh bukan hanya Rp20.000.000 (Rp10 jt + (10%xRp10 jt) x 10 tahun) saja, melainkan Rp25.937.425 karena efek dari compound interest.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Dipersiapkan sebelum Berinvestasi

5. Melawan Inflasi

Inflasi adalah fenomena kenaikan harga barang secara umum dan terjadi terus menerus dalam jangka waktu tertentu yang disebabkan oleh berbagai faktor. Inflasi dapat menyebabkan turunnya nilai uang seiring berjalannya waktu.

Itulah alasan kenapa uang Rp1.000 saat ini tidak lagi begitu bernilai dibandingkan 10 atau 20 tahun yang lalu.

Inflasi tidak bisa dihilangkan namun masih bisa dikurangi atau dikendalikan efeknya melalui berbagai kebijakan moneter dan fiskal. Selain itu, inflasi juga bisa kamu akali dengan cara berinvestasi.

Dengan berinvestasi, terutama berinvestasi di instrumen berisiko rendah seperti reksadana pasar uang dan obligasi pemerintah, nilai uang kamu niscaya tidak akan termakan inflasi.

Bahkan keuntungan investasinya juga masih sangat mungkin berada di atas rate inflasi tahunan. Hal ini tentu jauh lebih baik dan menguntungkan daripada sekadar menabung di bank yang secara logika hanya akan mengurangi nilai uang kamu dalam jangka panjang.

Investasi lebih untung di Cashwagon

Seperti yang saya sampaikan di awal, terdapat berbagai macam pilihan instrumen investasi yang bisa kamu pilih untuk mengembangkan uang kamu. Salah satunya adalah melalui instrumen investasi P2P Lending, seperti Cashwagon.

Cashwagon adalah platform investasi P2P Lending Indonesia yang telah terdaftar di OJK sejak tahun 2017 sehingga aman bagi kamu yang tertarik berinvestasi di sini.

Di Cashwagon, kamu bisa mendapatkan imbal hasil hingga 25% per tahun yang mana tergolong sangat tinggi jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain.

Selain itu, di Cashwagon minimal investasinya juga lumayan terjangkau, yakni mulai dari Rp500.000. Adapun tenor pinjamannya bervariasi, mulai dari 10 hari, 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, hingga satu tahun.

Bagi kamu yang mementingkan likuiditas pinjaman, sebaiknya ambil produk pendanaan dengan tenor jangka pendek, yaitu 10 atau 30 hari.

Sedangkan bagi kamu yang tertarik mendapatkan imbal hasil tinggi, kamu bisa ambil produk pendanaan dengan tenor yang lebih lama.

Meski begitu, perlu diingat bahwa semakin lama tenor pinjaman yang diambil berarti semakin berisiko pula produk pinjaman tersebut. Selain itu, jangan lupa untuk menyiapkan dana darurat terlebih dulu sebelum berinvestasi.

Bagi kamu yang tertarik mendanai di P2P lending Cashwagon, jangan lupa gunakan kode referral saya -> CWA6Z1 untuk mendapatkan bonus atau daftar melalui link berikut: Register to Cashwagon

Author

Pekerja teks komersial. Tertarik dengan dunia ekonomi, investasi, dan perencanaan keuangan sejak 2016. Hubungi saya di halo@zaipad.com untuk penawaran kerjasama, konsultasi, pertanyaan, dan lain-lain.

Write A Comment