Selama ini, saya banyak menulis tentang topik perencanaan keuangan dan investasi di blog Zaipad namun jarang sekali membahas soal ekonomi secara umum, terutama ekonomi makro.

Padahal, kebijakan ekonomi makro yang tepat memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap tingkat kesejahteraan penduduk di suatu negara.

Alasannya sih tidak jauh dari tujuan kebijakan ekonomi makro itu sendiri, yakni untuk mengendalikan harga barang, inflasi, ketimpangan pendapatan, dan tingkat pengangguran dalam negeri.

Kamu pasti masih ingat kan tentang krisis moneter (krismon) 1998? Nah, salah satu alasan yang menyebabkan krismon 1998 terjadi adalah akibat dari kebijakan ekonomi makro yang kurang tepat pada saat itu sehingga menyebabkan harga barang-barang pokok melambung tinggi dan inflasi mencapai 77% .

Berbicara tentang ekonomi makro, ada satu hal yang menurut saya menarik banget untuk dibahas, yaitu mengenai ekspor impor dan mengapa ekspor memegang peranan penting terhadap perekonomian suatu negara.

Yuk, kita bahas di sini!

Apa yang dimaksud dengan Ekspor?

Ekspor adalah bagian dari kegiatan perdagangan internasional yang berarti mengirim barang ke luar negeri untuk dijual. Sebaliknya, impor adalah kegiatan memasukkan/membeli barang dari luar ke dalam negeri untuk dikonsumsi.

Ekspor dilakukan ketika suatu negara kelebihan suplai barang tertentu sehingga mencari negara lain yang mau membeli barang tersebut untuk mendapatkan devisa sebagai imbalannya.

Sedangkan impor dilakukan ketika suatu negara kekurangan suplai barang di dalam negeri dan memutuskan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara membeli dari negara lain.

Dalam pengertian sederhana, ekspor impor adalah kegiatan jual beli yang dilakukan pada skala internasional dan melibatkan lebih dari satu negara.

Manfaat Ekspor Terhadap Perekonomian Negara

Apa sih pentingnya ekspor terhadap perekonomian suatu negara?

Awalnya, saya berpikir ekspor hanya menguntungkan pihak pedagangnya saja yang menjual barang ke luar negeri. Sedangkan negara tidak mendapat apa-apa.

Namun, seiring saya belajar lebih banyak tentang ekonomi, terutama ketika baca bukunya om Randy Charles Epping, A Beginner’s Guide to The World Economy, saya akhirnya tahu bahwa kegiatan ekspor juga memberikan banyak sekali manfaat kepada negara, misalnya:

1. Menambah cadangan devisa negara

Perusahaan eksportir yang mengekspor barang ke luar negeri umumnya akan menerima bayaran dalam bentuk valuta asing. Bisa itu berupa Dollar (Amerika), Yen (Jepang), Euro (Eropa), Poundsterling (Inggris), atau mata uang lainnya yang sudah diakui sebagai alat pembayaran yang sah oleh semua negara di dunia.

Nah, valuta asing ini, ketika dikonversi menjadi rupiah, akan dicatat sebagai pemasukan devisa oleh Bank Indonesia sehingga membuat cadangan devisa negara menjadi bertambah.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa itu cadangan devisa, kamu bisa nonton video penjelasan di bawah ini ya:

2. Sebagai salah satu sumber pendapatan negara

Perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor, baik itu ekspor barang maupun jasa, akan dikenakan pajak ekspor sebagaimana yang telah diatur oleh Undang-Undang.

Dana yang didapat dari pajak ekspor ini dianggap sebagai salah satu sumber pendapatan negara yang uangnya bisa digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

3. Menciptakan lapangan kerja baru

Jika barang yang diekspor ke luar negeri memiliki banyak peminat, perusahaan bisa saja mempertimbangkan untuk membuka pabrik-pabrik baru agar kapasitas produksinya meningkat.

Pembukaan pabrik baru ini dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia dan secara tidak langsung membantu negara dalam meningkatkan produktivitas, menumbuhkan ekonomi, dan mengurangi tingkat kemiskinan penduduk. 

Selain ketiga hal di atas, ada juga beberapa manfaat ekspor lainnya bagi perekonomian negara seperti membantu mengenalkan produk dalam negeri ke pasar internasional, mempererat kerjasama antar negara, menjaga kestabilan harga barang dalam negeri, dan menekan inflasi terhadap mata uang Rupiah.

Jadi, manfaat ekspor itu ada banyak dan memang sepenting itu lho guys bagi perekonomian negara.

Bahkan saking pentingnya ekspor, Presiden Jokowi sendiri sampai berulang kali berpesan kepada jajaran menterinya untuk terus menggenjot ekspor agar perekonomian terus bertumbuh. [1]

Bagaimana Cara Meningkatkan Ekspor Indonesia?

Dari penjelasan sebelumnya, kita tahu bahwa ekspor memiliki peranan yang sangat penting terhadap perekonomian suatu negara.

Untuk itu, negara perlu berusaha meningkatkan ekspor sambil mengurangi jumlah impor setiap periodenya sehingga tercipta neraca perdagangan yang positif yang dapat menguntungkan ekonomi negara secara keseluruhan.

Lantas, apa saja sih cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan jumlah ekspor di Indonesia?

Menurut saya, paling tidak ada 3 cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan potensi ekspor di Indonesia, yakni:

Pertama, Tingkatkan Produktivitas.

Indonesia dianugerahi sumber daya alam yang melimpah. Mulai dari tanah yang subur, laut yang luas, serta cadangan minyak dan mineral yang sangat banyak. Sayangnya, kita belum bisa memanfaatkan sumber daya alam ini secara optimal untuk kesejahteraan rakyat.

Dalam industri perikanan, misalnya, meskipun memiliki laut yang lebih luas daripada China, produksi tahunan ikan di Indonesia ternyata masih kalah jauh dibandingkan China. Perbedaannya bahkan hampir mencapai 10x lipat.[2,3]

Begitu pun dengan produktivitas sawit Indonesia yang masih kalah dari Malaysia. Padahal Malaysia belajar menanam sawitnya itu pertama kali dari Indonesia lho dan memiliki lahan kebun yang relatif kurang luas dibandingkan Indonesia.[4] Hmm..

Rendahnya tingkat produktivitas ini secara tidak langsung membuat potensi ekspor Indonesia menjadi kurang optimal. Karena itu, kita, terutama pemerintah, perlu membuat berbagai kebijakan untuk meningkatkan produktivitas.

Misalnya, dengan membangun infrastruktur yang terintegrasi sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan membuat harga produk ekspor Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional, memberikan insentif pajak, kemudahan akses permodalan dan pengurusan izin ekspor bagi pengusaha yang bergerak di industri orientasi ekspor.

Menambah anggaran untuk riset dan pengembangan dalam negeri sehingga dapat tercipta teknologi-teknologi baru yang dapat didayagunakan untuk meningkatkan hasil produksi komoditas ekspor Indonesia, dan masih banyak lagi.

Begitu pun dengan pihak swasta, semestinya swasta juga ikut berperan dalam melakukan pengembangan riset sebagaimana banyak perusahaan-perusahaan di negara maju, agar kita bisa mandiri tanpa harus mengandalkan kucuran dana dari pemerintah lagi.

Kedua, Perluas Pasar Ekspor.

Saat ini pasar ekspor Indonesia masih didominasi oleh negara-negara mitra dagang utama  seperti Amerika Serikat, Jepang, Cina, Singapura, dan beberapa negara di Eropa. Padahal, di luar sana masih ada banyak sekali negara-negara lain yang dapat menjadi pasar ekspor potensial di masa depan.

Misalnya, negara-negara di kawasan Afrika dan Amerika Latin, seperti Afrika Selatan, Nigeria, Tunisia, Maroko, Argentina, Brazil, hingga beberapa negara di kawasan Asia Selatan seperti Pakistan, India, Sri Lanka, dan Bangladesh.

Di tengah kondisi perdagangan internasional yang semakin protektif, Indonesia rasanya perlu untuk memperluas pasar ekspor ke pasar non-tradisional sambil terus menjaga hubungan baik dengan negara-negara yang sudah menjalin kerjasama perdagangan dengan Indonesia sejak dulu.

Ketiga, Tingkatkan Ekspor Jasa.

Apa itu ekspor jasa? ekspor jasa adalah semua kegiatan jasa yang dilakukan di dalam negeri (Indonesia) namun penerima manfaatnya berada di luar negeri.

Contoh, perusahaan A yang berlokasi di luar negeri mengirim bahan kain ke Indonesia untuk diproses menjadi pakaian jadi oleh perusahaan B. Setelah selesai, perusahaan B mengirim pakaian yang sudah jadi tersebut ke perusahaan A dengan cara diekspor.

Pada contoh ini, perusahaan B disebut sebagai perusahaan eksportir yang mengekspor jasa “jahit” untuk perusahaan di luar negeri. Sedangkan perusahaan A disebut sebagai perusahaan importir yang mengimpor jasa dari Indonesia.

Selain itu, contoh ekspor jasa lainnya adalah mengirim tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di luar negeri , seperti TKI dan TKW.

Nah, berhubung Indonesia memiliki jumlah sumber daya manusia yang banyak sekali (lebih dari 200 juta jiwa), maka kita perlu memaksimalkan keunggulan ini untuk meningkatkan potensi ekspor jasa Indonesia.

Caranya bisa dengan meningkatkan keterampilan tenaga kerja Indonesia, memberikan akses pendidikan keterampilan yang seluas-luasnya kepada tenaga kerja dan program sertifikasi yang diakui secara internasional, mengurangi pajak ekspor jasa, hingga memberikan insentif fiskal maupun non fiskal kepada setiap pelaku usaha yang ingin melebarkan bisnisnya ke luar negeri.

Ekspor Makin Mudah dengan Mister Exportir

Bagi kamu yang tertarik mengekspor barang ke luar negeri namun tidak tahu bagaimana caranya, kamu tidak perlu khawatir. Sebab kamu bisa mengandalkan Mister Exportir untuk mengurus semua keperluan yang dibutuhkan agar dapat memenuhi seluruh syarat untuk mengekspor barang ke luar negeri.

Mister Exportir menyediakan jasa pengiriman barang ke luar negeri dengan harga yang sangat kompetitif. Tidak hanya itu, Mister Exportir juga menyediakan berbagai jasa lainnya yang berhubungan dengan ekspor barang dengan harga terjangkau seperti jasa undername services (peminjaman lisensi ekspor/impor), custom clearance (layanan administrasi yang berhubungan kepabeanan), jasa transportasi darat, laut, dan udara, pencarian supplier, jasa pengiriman all in door, dan masih banyak lagi.

Yuk, bantu pemerintah Indonesia meningkatkan perekonomian negara dengan menjadi eksportir. Hidup eksportir Indonesia !!


Catatan kaki:

1. Berita Satu (2018) diakses 26 September 2020. Jokowi: Investasi dan Ekspor Kunci Penggerak Ekonomi
2. Okezone (2019) diakses 26 September 2020. 10 Negara Penghasil Ikan Terbesar di Dunia, Ada Indonesia!
3. Detik Finance (2013) diakses 26 September 2020. Laut Lebih Luas, Kok Perikanan RI Bisa Kalah dari China?
4. Kompas (2017) diakses 26 September 2020. Produktivitas Sawit Indonesia Masih Kalah dari Malaysia

Author

Pekerja teks komersial. Tertarik dengan dunia ekonomi, investasi, dan perencanaan keuangan sejak 2016. Hubungi saya di halo@zaipad.com untuk penawaran kerjasama, konsultasi, pertanyaan, dan lain-lain.

Write A Comment