Setiap orang pasti ingin mencapai titik dimana mereka tidak perlu bekerja lagi hanya untuk menghasilkan uang. Kalau kata ayah saya situasi seperti ini disebut “uang cari uang”, bukan lagi tenaga cari uang. Pekerjaan umum seperti menjadi pegawai atau karyawan suatu instansi/perusahaan adalah contoh dari tenaga cari uang. Meski ada beberapa pegawai/karyawan yang memiliki gaji melampaui pengeluaran mereka setiap bulan, bagi saya tetaplah mereka belum termasuk bebas secara finansial.

Pada umumnya orang beranggapan bebas secara finansial adalah situasi ketika jumlah pendapatan seseorang setiap bulan melebihi jumlah pengeluarannya. Hal ini berarti bila seseorang memiliki gaji 5 juta setiap bulan, dan ia hanya menggunakan 3 juta rupiah untuk porsi pengeluaran, maka pantas baginya bila disematkan gelar bebas secara finansial. Pertanyaannya apa iya begitu?

Jika demikian, dalam contoh situasi yang lain, kalau seseorang hanya memiliki gaji 1 juta setiap bulan dan ia hanya mengeluarkan 500 ribu saja untuk keperluan dalam satu bulan tersebut, apakah tetap pantas kelompok individu seperti ini disebut telah meraih kebebasan finansial? Tidak masuk akal. Makanya saya agak kesal ketika membaca beberapa sumber di internet yang mendefinisikan arti kebebasan finansial sesempit itu.

Jauh lebih cocok istilah “hidup hemat” yang disematkan daripada bebas secara finansial. Masa iya mengeluarkan uang maksimal 500 ribu rupiah saja setiap bulan sudah termasuk bagian dari golongan orang yang memiliki kebebasan finansial? Ampun deh. Kalau tercekik secara finansial mungkin saya bisa setuju. Hehe

Makanya di artikel kali ini saya ingin meluruskan terlebih dahulu arti dari kebebasan finansial. Bebas secara finansial menurut saya adalah situasi ketika seseorang tidak perlu bekerja lagi untuk memenuhi segala keperluannya (pengeluaran-nya) setiap bulan. Nah, inilah yang baru namanya bebas secara finansial. Gak perlu lagi kerja banting tulang siang malam, tetapi segala keperluan tetap bisa dipenuhi.

Dengan menggunakan definisi tersebut, lantas bagaimana sih cara meraih kebebasan finansial itu?

Cara Meraih Kebebasan Finansial

Sebelum membahas hal tersebut ada satu hal yang harus kita pahami bersama terlebih dahulu. Yaitu untuk meraih kebebasan finansial seseorang membutuhkan waktu yang tidak cepat. Kecuali kamu terlahir dari keluarga kaya (konglomerat), mencapai tahap bebas secara finansial adalah hal yang butuh kerja keras dan kerja pintar secara konsisten dan dalam waktu yang lama.

Mustahil bagi seseorang untuk bebas secara finansial dalam waktu satu tahun atau dua tahun saja. Apalagi ketika mulai dari nol. Sehingga saran pertama saya bagi kamu yang ingin memiliki kebebasan finansial adalah banyak-banyaklah melatih kesabaran. Sebab jika tidak, kemungkinan besar kamu akan menyerah dan berhenti di tengah jalan. Menjadi pasrah dengan keadaan dan nyaman dengan gaji tetap setiap bulan.

Jadi, sekali lagi pahamilah dengan baik bahwa perjalanan kamu kedepannya itu masih sangat panjang. Untuk meraih kebebasan finansial kamu bisa saja membutuhkan waktu bertahun-tahun. Dan waktu itu sungguh lebih dari cukup untuk membuyarkan konsentrasi dan kesabaran kamu saat berusaha meraihnya. Maka anggaplah ini sebagai sebuah perlombaan lari maraton yang yang tidak mengharuskan pesertanya untuk cepat-cepat. Selama bisa mencapai garis finish, kecepatan lari seseorang tidaklah menjadi masalah sama sekali.

Tetaplah fokus dan sabar dalam meraih kebebasan finansial. Saya yakin selama kamu fokus, sabar, dan selalu mengusahakan yang terbaik, pastilah lama kelamaan kamu bakalan sampai juga di posisi tersebut. Sekarang, apakah kamu sudah siap untuk meraih kebebasan finansial? Sudah cukup sabarlah kamu untuk terus menerus berusaha setiap hari meskipun hasilnya tak akan segera terlihat di ujung sana? Jika iya, maka berikut ini saya berikan dua cara untuk mencapai kebebasan finansial yang bisa kamu coba.

1. Membangun Sebuah Bisnis

Apa kesamaan yang terlintas ketika kamu melihat daftar orang terkaya di dunia atau di Indonesia? Tentu satu kesamaan yang paling jelas terlihat adalah jumlah kekayaan mereka yang berlimpah. Namun ternyata ada lagi satu kesamaan lain yaitu rata-rata profesi mereka adalah seorang pemilik bisnis atau investor. Kamu jelas tidak akan menemukan orang terkaya di dunia yang berprofesi sebagai karyawan dari sebuah perusahaan. Kalau hanya sekedar daftar orang terkaya di kelurahan, maka sangat mungkin orang dengan profesi tersebut juga termasuk di dalamnya.

Memiliki sebuah bisnis adalah salah satu cara yang paling masuk akal untuk menjadikan seseorang bebas secara finansial. Dengan menjadi pemilik sebuah bisnis, seseorang menjadi berpotensi untuk menghasilkan pendapatan tanpa perlu bekerja bak pegawai. Masuk pagi pulang sore. Bekerja 9 jam per hari lima hari dalam satu minggu.

Walaupun tidak serta merta seorang pebisnis menjadi seperti itu, setidaknya target yang ada di depan mata jelas. Dan realistis. Sehingga jika saat ini kamu bercita-cita agar bebas secara finansial, pastikan dari sekarang kamu telah mempunyai rencana untuk membangun sebuah bisnis kelak. Tentu kamu tidak mesti langsung membangun bisnis, melainkan mulailah perlahan-lahan. Apabila belum memiliki modal yang cukup, bekerjalah dulu sembari mengalokasikan sebagian gaji untuk keperluan modal usaha. Setelah cukup, barulah kamu bisa mulai merintis bisnis secara perlahan.

Artikel terkait: Alasan Mengapa Kita Mudah Terdistraksi oleh Sosial Media dan Bagaimana Solusinya

Secara modal sih saya sudah cukup, tapi masalahnya saya tidak tahu harus mendirikan bisnis apa dan bagaimana cara menjalaninya? Bila demikian, cobalah minta bantuan pada kenalan kamu yang sudah berpengalaman, minta saran dari mereka, atau kalau perlu bekerjasamalah dengan mereka. Seandainya tidak ada yang mau memberikan kamu bantuan, pelajarilah cara berbisnis lewat sejumlah buku bisnis dan pengembangan diri yang bisa kamu dapatkan lewat online atau belanja di berbagai toko buku yang ada di Indonesia.

…… Atau tempuh opsi terakhir dan paling jelek, yakni melalui proses trial dan error. Proses mencoba terus menerus sampai berhasil. Gagal, coba lagi. Gagal lagi? coba terus sampai berhasil. Proses ini memerlukan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan dengan dua cara sebelumnya. Kamu murni belajar dari pengalaman demi pengalaman yang kamu lewati saat membangun sebuah bisnis. Sehingga bisa dikatakan medan yang kamu lalui akan sangat tidak mulus, berkerikil dan berduri tajam.

2. Menjadi Seorang Investor

Salah satu dari 5 orang terkaya di dunia saat ini adalah Warren Buffet. Namun ia bukanlah orang yang datang dari kalangan pebisnis. Ia tidak pernah membangun bisnis sama sekali layaknya orang lain yang terdapat dalam daftar tersebut. Tetapi ia pandai sekali dalam mengelola uang dan membeli bisnis. Warren Buffet adalah seorang investor ulung.

Nah, selain dengan membangun sebuah bisnis, kamu pun bisa meraih kebebasan finansial dengan cara menjadi seorang investor. Sebagai investor atau penanam modal, kamu tidak perlu pusing dengan manajemen dan operasional bisnis. Kamu hanya perlu menilai secara berkala kinerja dari perusahaan secara keseluruhan. Hal ini bisa kamu lakukan dengan melihat laporan keuangan perusahaan yang biasanya dikeluarkan setiap semester.

Jika dirasa baik kinerjanya, kamu bisa terus menambah modal yang diletakkan pada saham tersebut. Sementara bila dirasa buruk, kamu bisa menarik modal kamu di perusahaan tersebut sesegera mungkin sebelum harga pasarnya berubah. Namun, ingatlah! Menjadi investor bukanlah merupakan perkara yang mudah. Kamu harus banyak belajar tentang dunia investasi dan pasar modal ( terutama saham). Di Indonesia, ada banyak website dan blog yang cocok menjadi referensi belajar kamu. Pemahaman yang cukup tentang ilmu ekonomi mikro, makro, dan ilmu manajemen juga penting sekali untuk kamu miliki sebelum menyeburkan diri ke dalam kolam dunia permodalan.

Nah, sampai disini, sudahkah kamu mengerti dengan cara untuk meraih kebebasan finansial? Dirikanlah sebuah bisnis atau jadilah seorang investor. Tidak perlu buru-buru. Pelan-pelan sajalah. Warren Buffet saja membutuhkan waktu bertahun-tahun baru bisa meraih kebebasan finansial. Jadi bersabarlah dan nikmati prosesnya.

Bagaimana menurutmu?

Jika kamu menyukai artikel ini, mungkin kamu juga suka dengan Bagaimana Cara Saya Menulis dan 10 Perbedaan Cara Berpikir Orang Kaya vs Orang Pada Umumnya

Author

I write, therefore I Am | Blog ini saya gunakan untuk menulis tentang opini, pengalaman, maupun tips2 yang berkaitan dengan topik finansial dan blogging. Buat kamu yang ingin bertanya (request artikel), silahkan langsung melalui halaman Ask ME . Sosial media: Twitter | Instagram Business inquiries: Kontak

Write A Comment