Saya cinta dengan internet! – Itulah alasan kenapa saya memulai blog dan mencari uang di dunia maya sejak pertengahan tahun 2018 kemarin.  Kehadiran internet tak bisa dipungkiri memunculkan sumber-sumber mata pencaharian baru bagi masyarakat yang bisa dimanfaatkan jika mau. Contohnya seperti pada platform blog, youtube, sosial media (instagram), Quora, hingga aplikasi Pomona.

Update 9 Juli 2019: Penambahan screenshot bukti penarikan cashback dari aplikasi pomona.

Bahkan untuk aplikasi investasi reksadana seperti Bibit, dan aplikasi investasi P2P lending seperti Amartha, keduanya juga sejak dulu telah memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi kita yang hendak berinvestasi untuk memperoleh modal tambahan melalui program referral yang mereka berlakukan.

Misalnya, kalau kamu memasukkan kode referral “zaipad50” (tanpa tanda kutip) saat pertama kali mendaftar di aplikasi Bibit, maka kamu akan memperoleh bonus cashback Rp50.000 secara cuma-cuma. Dan modal Rp50ribu tersebut juga bisa kamu gunakan sebagai tambahan modal untuk berinvestasi reksadana di aplikasi Bibit. Keren bukan?

Sementara keuntungannya bagi saya ialah saya akan mendapatkan bonus Rp25.000 dari Bibit karena telah berhasil mengajak orang lain untuk mulai berinvestasi reksadana.

Pun untuk platform investasi P2P Lending Amartha juga begitu. Jika kamu mendaftar di Amartha dengan menggunakan link ini, maka di saat kamu mulai mendanai produk pinjaman di Amartha katakanlah nominalnya Rp1.000.000, kamu akan secara otomatis mendapatkan bonus Rp100.000 yang langsung dipotong saat itu juga.

Jadi, alih-alih membayar Rp1.000.000, kamu justru hanya akan diharuskan untuk membayar Rp900.000 saja. Sehingga bisa lebih hemat.

Nah, ketika kamu resmi melakukan pendanaan tersebut serta mendapatkan bonus berupa potongan Rp100.000, maka di saat yang sama saya pun akan memperoleh Rp100.000 karena telah mengajak kamu berinvestasi di Amartha.

That is the way Internet Economy works by far.

And that’s why I love it so much.


Di awal paragraf artikel ini, saya sempat menyebut tentang beberapa contoh platform yang bisa menghasilkan uang seperti blog, youtube, dan aplikasi Pomona.ID. Berbicara tentang blog dan Youtube, pastinya saya yakin kalian semua sudah paham bagaimana cara menghasilkan uang dari kedua platform tersebut. Akan tetapi, bagaimana dengan aplikasi Pomona? Sudahkah kalian tahu?

Nah, untuk itu, kali ini saya akan membahas tentang Pomona sekaligus memberikan review sedikit tentang pengalaman saya setelah menggunakan aplikasi Pomona selama beberapa waktu. Semoga bermanfaat!

Apa itu Pomona

Secara garis besar, Pomona adalah platform yang memungkinkan seseorang untuk mendapatkan cashback dari setiap transaksi belanja yang dilakukannya. Dalam hal ini ialah transaksi belanja kebutuhan sehari-hari, seperti pembelian minyak goreng, sabun cuci, peralatan mandi, sirup, susu, snack dan lain-lain.

Sejauh ini, Pomona telah bekerjasama dengan berbagai produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods) dan sejumlah brand ternama untuk menghadirkan cashback bagi setiap orang. Adapun beberapa contoh brand dan produk yang telah bekerjasama dengan Pomona antara lain: Indofood (Indomie), Sosro (Teh botol), Unilever (Vaseline, Rinso, Pepsodent, dll), Pocari (Pocari Sweat), dan seterusnya.

Bagaimana cara saya mendapatkan cashback dari Pomona?

Jawabannya mudah, yakni sebagai konsumen, kamu cukup melakukan upload struk belanja kamu saja ke platform Pomona (bisa via aplikasi maupun web). Setelah itu, tunggu dan biarkan tim Pomona melakukan penilaian terhadap struk belanja yang sudah kamu upload.

Apabila memenuhi persyaratan, maka nanti kamu akan mendapatkan cashback dari setiap produk yang tertera di struk belanja yang sudah kamu upload tadi. Dengan asumsi bahwa produk yang kamu beli tersebut kebetulan juga telah menjalin kerja sama dengan pihak aplikasi Pomona.

Dengan adanya cashback dari Pomona yang berasal dari setiap transaksi belanja yang kamu lakukan, tentunya kamu bisa menjadi lebih hemat dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Apa Syarat Foto Struk Belanja Saya Dapat Diterima?

  1. Foto struk belanja tampak jelas, terbaca, tidak terlipat, tidak diedit, dan tidak robek.
  2. Tanggal struk sesuai dengan periode kupon Cashback yang Anda miliki pada akun Pomona.
  3. Struk harus terdapat Nama Toko, Alamat Retail yang Jelas (kecuali retail besar), Nomor telepon retail terkait, Transaction ID, Tanggal Pembelian, Nominal Total Belanja dan Metode Pembayaran.
  4. Pastikan struk belanja tersebut sudah lunas dibayar.
  5. Pengguna hanya dapat upload foto struk belanja konsumen asli
  6. Pengguna hanya dapat upload foto struk belanja yang sama sebanyak satu kali.

— Dikutip dari website resmi Pomona.ID.

Mengapa Foto Struk Saya Ditolak?

Ada beberapa alasan kenapa struk belanja Anda ditolak:

  1. Tidak berlaku untuk struk pembelanjaan online, toko baju, tempat makan (cafe, restoran, warung nasi) dan bank receipt.
  2. Sales receipt dan struk re-print akan ditolak.
  3. Tanggal struk telah melewati batas periode kupon Cashback.
  4. Produk yang dibeli tidak sesuai dengan produk yang ada di Pomona (varian rasa, varian bentuk dan varian ukuran).
  5. Tidak ada nama Toko dan lokasi Toko di struk belanja.
  6. Informasi pada struk belanja tidak terbaca, foto struk blur, struk terlipat, struk robek, struk diedit, struk discan atau bukan foto asli.
  7. Struk belanja Anda sama dengan pengguna lain: satu struk belanja hanya dapat digunakan oleh satu pengguna selama satu kali.
  8. Anda sudah melewati batas jumlah upload struk perhari (20 struk belanja perhari)

— Dikutip dari website resmi Pomona.ID.

Apakah Pomona menerima upload Struk Belanja dari seluruh mini/supermarket yang ada di Indonesia?

Berdasarkan pengalaman saya selama ini sih, IYA. Selama foto struk belanja yang di-upload tersebut memenuhi syarat seperti yang sudah saya tulis di atas, maka seharusnya tidak ada masalah.

Darimana Cashback yang kamu Peroleh berasal?

Dari perusahaan atau brand yang bekerjasama dengan Pomona.

Lantas, apa untungnya buat mereka? Untungnya adalah mereka bisa mendapatkan data perilaku dan kebiasaan belanja konsumen secara real lewat struk belanja yang di-upload di Pomona. Perlu diketahui, data ini merupakan data yang penting bagi perusahaan untuk dijadikan acuan dalam menentukan strategi pemasaran produk-produk mereka berikutnya.

Review Pengalaman Menggunakan Aplikasi Pomona

Sejauh ini saya menilai Pomona sebagai aplikasi yang cukup membantu saya dalam berhemat dan menghasilkan recehan dari setiap transaksi belanja yang saya lakukan.

Meski baru bisa menghasilkan Rp5.656 , tetapi so far nominal tersebut sudah terbilang lumayan jika dibandingkan dengan kebiasaan belanja kebutuhan sehari-hari saya yang masih jarang dan memang lebih sering dilakukan di toko-toko biasa, alih-alih di mini/supermarket.

Berikut adalah screenshot bukti saldo Cashback saya di Pomona dan riwayat upload struk (ada yang sukses diterima, masih diproses, serta ada juga yang ditolak):

review pengalaman mendapatkan cashback dari Pomona - Saldo Cashback
Screenshot bukti saldo cashback di Pomona
review pengalaman mendapatkan cashback dari Pomona - Riwayat upload Struk
Screenshot riwayat upload struk belanja di Pomona

Adapun sedikit kekurangan dari Pomona menurut saya terletak pada proses verifikasi struk belanja yang tidak konsisten. Kadangkala cepat, kadangkala juga bisa lama sekali. Bahkan sampai 3 – 4 hari kalau tidak salah.

Apakah Pomona betul-betul Membayar?

Berhubung saldo cashback saya belum mencapai batas minimum penarikan (Rp.10.900 untuk penarikan via pulsa dan Rp55.000 untuk penarikan via transfer bank *sudah termasuk biaya admin*) , maka saya pun belum bisa memberikan komentar apa pun di sini.

Update: Biaya admin sekarang dikenakan Rp1.000 untuk setiap kali penarikan cashback via pulsa. Sementara biaya admin untuk penarikan via bank transfer tetap Rp50.000 | Dan untuk penarikan cashback via Go-Pay (minimum penarikan Rp50.000) dikenakan biaya admin Rp1.000

biaya admin sekarang dikenakan Rp1.000 untuk setiap kali penarikan cashback via pulsa

Akan tetapi, apabila saldo saya sudah mencapai batas minimum penarikan (setidaknya via pulsa) serta telah berhasil/bermasalah/gagal dalam melakukan penarikan, maka pastinya info tersebut akan segera saya bagikan di artikel ini.

So, please be patient!

Update: sekarang saldo cashback saya sudah memenuhi batas minimum penarikan dan sudah dilakukan juga penarikan via pulsa. Berikut buktinya:

Bukti penarikan saldo cashback di Pomona via pulsa - review aplikasi pomona
Bukti penarikan saldo cashback di Pomona via pulsa - review aplikasi pomona
Bukti penarikan saldo cashback di Pomona via pulsa - review aplikasi pomona
Bukti penarikan saldo cashback di Pomona via pulsa - review aplikasi pomona
Bukti penarikan saldo cashback di Pomona via pulsa - review aplikasi pomona

Yuk Mulai Berhemat dengan Pomona!

Setelah kamu membaca tulisan saya sampai di sini, lalu tunggu apalagi? Yuk mulai kumpulkan cashback dari setiap transaksi belanja kamu sekarang juga hanya di Pomona.

Klik di sini untuk mendaftar di Pomona dan bergabung menjadi bagian dari konsumen Indonesia yang hemat, cerdas, dan kekinian. #Ceilahbahasanya

As always, jika kalian punya pertanyaan/tanggapan, silakan untuk menitip isi pikiran kalian di bawah ini yaaa..

Thanks for reading!

Author

I write, therefore I Am | Blog ini saya gunakan untuk menulis tentang opini, pengalaman, maupun tips2 yang berkaitan dengan topik finansial dan blogging. Buat kamu yang ingin bertanya (request artikel), silahkan langsung melalui halaman Ask ME . Sosial media: Twitter | Instagram Business inquiries: Kontak

13 Comments

  1. Wah baru tau ada aplikasi bibit, ehehehe. Aku selama ini pake reksadana di Tokopedia doang, tapi goals nya kurang lebih sama. Disaat hasil investasiku selama +- 6 bulan ini cuma 150 ribuan, aku malah senang karena lebih banyak dapet untung dari cashback dan Gift card, ehehehe.

    • Cashback dan Gift Card-nya didapet karena apa mas? Apa karena hasil dari investasi reksadana di Tokped, atau?

  2. iya aku juga baru tau ada aplikasi bernama pomona. penasaran
    pokoknya sekarang kalo bisa ada cashback ya pindah kesana hehehe, biar belanja juga ga rugi2 amat, kan mayan dapat cashback sekian persen, dikumpulin tetap bisa dibelanjain

    • Sejenis tetapi tidak sama. Kalau di Shopback itu sistemnya kita belanja di merchant2 toko online lewat aplikasi mereka baru bisa dapat cashback. Sementara kalau di Pomona, cashbacknya hanya berlaku untuk transaksi pembelian di mini/supermarket which is offline. Itupun harus disertai dengan bukti struk belanjanya. 🙂

    • Oh iya lah mas. Bahkan saya gak cuman ngincer cashback dari Pomona saja, tapi juga dari Shopback. hahaha. Lagipula, for me cashback means free money.

  3. aku baru tahu pomona ini, biasanya pake kompetitornya heheheh
    tapi emang cashback-cashback ini menggoda sih. jadi semacam pembenaran buat aku belanja juga hehehe

  4. Wahhh keren sekali yaa, selain belanja seperti ini ternyata juga bisa dapat cashback dari struk yang dibelanjakan… Mudah jugaa, tapi tetap ada proses verifikasinya juga yaa.. Nanti coba coba deh

Write A Comment