Atur Portofolio Reksadana Sendiri vs Dibantu Robo-Advisor, Pilih Mana?

Investor yang berinvestasi reksadana dapat menyusun portofolio investasinya melalui dua cara. Pertama, mengalokasikan dana investasi sesuai komposisi yang diatur sendiri. Kedua, menggunakan bantuan Robo-Advisor yang saat ini sudah menjadi fitur mainstream di sejumlah aplikasi reksadana.

Di antara dua pilihan tersebut, manakah cara terbaik untuk susun portofolio reksadana? Berikut pendapat saya!

Atur portofolio reksadana sendiri

Mengatur portofolio reksadana sendiri mungkin bukan hal yang sulit bagi investor berpengalaman. Berbekal jam terbang tinggi dan ilmu yang diperoleh, investor berpengalaman dapat dengan mudah meracik susunan portofolio optimal versi mereka sendiri sesuai dengan kondisi dan tujuan finansial yang ingin dicapai.

Hal tersebut mustahil dilakukan oleh investor pemula yang baru saja memulai investasi reksadana. Jangankan menyusun portofolio sendiri, memilih produk reksadana yang harus dibeli saja seringkali mereka masih kesulitan. Makanya, strategi mengatur portofolio reksadana sendiri lebih cocok dilakukan oleh investor berpengalaman daripada pemula.

Investasi dengan Robo-advisor

Apa itu Robo-advisor? Robo-advisor adalah teknologi yang dapat membantu investor merancang portofolio investasi reksadana secara optimal sesuai profil risiko tiap investor yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia dan tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Teknologi Robo-advisor dikembangkan berdasarkan algoritma tertentu yang dirancang oleh penasihat keuangan, manajer investasi, dan ilmuwan data lalu dikodekan ke dalam sebuah perangkat lunak (software) oleh pemrogram.

Salah satu teknologi Robo-advisor yang banyak dipakai saat ini didasari pada Teori Modern Portfolio (MPT) yang digagas pertama kali oleh Harry Markowitz, ekonom asal Amerika Serikat yang diberikan penghargaan Nobel atas karyanya tersebut.  

Dalam riset MPT-nya, Markowitz berhasil membuat sebuah formula yang terbukti secara matematis dapat memaksimalkan keuntungan investasi sambil meminimalkan risiko lewat diversifikasi aset. Selain menggunakan teori MPT, beberapa robo advisor juga ada yang memakai strategi investasi lainnya.

Saat artikel ini ditulis, di Indonesia baru ada dua aplikasi investasi reksadana yang menghadirkan fitur Robo-advisor, yaitu Bibit dan Bareksa. Bibit menggunakan Modern Portfolio Theory (MPT), sedangkan Bareksa menggunakan cara manual yang dirancang oleh Manajer Investasi.

Robo Advisor Bibit
Robo-advisor Bibit

Baca juga: Investasi reksadana lebih mudah dengan Robo-advisor Bibit

Dibandingkan menyusun portofolio sendiri, investasi reksadana dengan Robo-advisor jelas jauh lebih cocok bagi pemula. Selain menghemat waktu, investasi reksadana menggunakan Robo-advisor juga seringkali lebih menguntungkan daripada susunan portofolio yang kita buat sendiri.

Sebelum bisa memakai fitur Robo-advisor, kamu wajib menjawab dulu beberapa pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan tersebut dirancang untuk menentukan apa profil risiko kamu berdasarkan jawaban yang diberikan. Apakah kamu termasuk investor konservatif, moderat, atau agresif.

Nantinya, setelah diketahui kamu masuk tipe investor mana, berikut Robo-advisor akan secara otomatis menyusun portofolio reksadana yang cocok untuk kamu. Sehingga yang perlu kamu lakukan tinggal berinvestasi saja sesuai saran yang diberikan.   

Kapan menyusun portofolio reksadana sendiri vs pakai Robo-advisor?

Susun portofolio reksadana sendiri sebaiknya dilakukan apabila kamu merasa sudah cukup berpengalaman di dunia investasi serta telah beberapa kali menghasilkan keuntungan yang konsisten dari menggunakan strategi investasi yang disusun sendiri.

Bila kamu menginginkan lebih banyak kontrol terhadap investasi reksadana yang kamu lakukan, menyusun portofolio sendiri juga merupakan pilihan yang tepat. Selain itu, strategi ini juga cocok dipakai jika kamu ingin beat the market alih-alih be the market sebagaimana yang umum dicapai oleh portofolio Robo-advisor.      

Sebaliknya, berinvestasi menggunakan Robo-advisor cocok untuk orang-orang dengan kriteria sebagai berikut:

  • Pemula
  • Tidak memiliki waktu untuk mengelola investasi sendiri
  • Memiliki modal investasi yang minim

Apabila kamu memenuhi salah satu atau semua kriteria di atas, investasi reksadana dengan bantuan Robo-advisor adalah pilihan yang tepat untuk kamu.  

Kesimpulan

Dalam menyusun portofolio reksadana, kamu dapat memilih menggunakan fitur Robo-advisor atau mengaturnya sendiri sesuai keinginan. Apapun pilihan kamu, pastikan strategi yang dipilih adalah yang paling sesuai dengan kondisi kamu saat ini. Bukan karena ikut-ikutan atau karena mendengar saran dari orang lain di luar sana, termasuk dari saya.

Jika tidak tahu harus memilih strategi yang mana, gunakan saja keduanya. Di aplikasi Bibit, kamu dapat berinvestasi reksadana secara otomatis dengan bantuan Robo-advisor dan bisa juga secara manual dengan memilih reksadana sendiri.

Investasi di aplikasi Bibit aman karena resmi terdaftar OJK, gratis biaya transaksi, bebas pajak, serta dapat dimulai dari Rp10.000. Menariknya lagi, kamu juga bisa mendapatkan bonus Rp25.000 dari Bibit jika mendaftar akun sekarang menggunakan kode referral -> zaipad50. Daftar dan ambil bonusnya sekarang!

Zai Alam

A lifelong learner, blogger and part-time investor. I love sharing about personal finance and cuan-related tips. Connect with me on Twitter. (Disclaimer: not a financial advisor)

Tinggalkan komentar