Sistem Reksadana Syariah: Definisi, Aturan, dan Keuntungannya

Pada artikel ini saya akan membahas tentang sistem reksadana syariah, keuntungan, dan beberapa produk reksadana syariah terbaik yang ada di pasar modal Indonesia.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia semestinya menjadi yang terdepan dalam bidang ekonomi syariah dan industri halal dunia. Namun, faktanya, berdasarkan laporan terbaru State of Global Islamic Economy 2019/20, peringkat Indonesia ternyata masih kalah dibandingkan Malaysia, United Arab Emirates (UAE), dan Bahrain yang menempati posisi tiga besar.

Agar dapat bersaing dengan negara lain, masyarakat Indonesia perlu lebih aktif lagi terlibat dalam industri syariah tanah air secara keseluruhan. Mulai dari proses produksi, distribusi, hingga konsumsi. Kalau di sektor keuangan syariah, satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan memperbanyak pembelian produk investasi syariah, misalnya reksadana syariah.  

Apa itu Reksadana Syariah?

Reksadana syariah adalah produk investasi syariah yang diterbitkan dan dikelola oleh Manajer Investasi. Pada instrumen reksadana syariah, modal investasi yang kamu tanam akan dikumpulkan dan digabung bersama dengan dana dari investor lain.

Setelah itu, dana yang terkumpul akan dikelola oleh Manajer Investasi untuk dibelikan Efek (surat berharga) berbasis syariah seperti instrumen pasar uang, obligasi, dan saham yang sesuai dengan prinsip dan ketentuan agama Islam.

Aturan dalam Reksadana Syariah

Dalam sistem reksadana syariah, Manajer Investasi wajib mengelola portfolio investasinya sesuai prinsip syariah dengan berpedoman pada batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), diantaranya:

  1. Maksimal rasio utang terhadap aset perusahaan adalah sebesar 45%
  2. Perusahaan memiliki pendapatan non-syariah sebesar maksimal 10% dari total pendapatan
  3. Perusahaan tidak melakukan kegiatan usaha non-halal seperti menawarkan jasa keuangan ribawi, perjudian, memproduksi barang haram, dll

Keuntungan Reksadana Syariah

Di bawah ini adalah beberapa keuntungan investasi reksadana syariah yang perlu kamu tahu, antara lain:

1. Dijamin Halal

Pada sistem reksadana syariah, produk reksadana juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk memastikan produk reksadana yang dijual selalu sesuai dengan prinsip dan ketentuan syariah.

Contohnya, memastikan reksadana tidak berinvestasi pada perusahaan yang memuat unsur perjudian, menawarkan jasa keuangan ribawi, atau memproduksi rokok dan minuman keras yang difatwakan haram oleh DSN-MUI.

Apabila ada reksadana syariah yang terbukti melanggar ketentuan ini, maka reksadana tersebut dapat dikeluarkan dari Daftar Efek Syariah (DES) Otoritas Jasa Keuangan dan berubah menjadi reksadana konvensional.

2. Investasi sambil beramal

Reksadana syariah yang ketahuan melanggar aturan di atas tapi tidak ingin keluar dari Daftar Efek Syariah dapat melakukan proses cleansing atau menyisihkan pendapatan yang tidak halal tersebut untuk tujuan amal agar pengelolaan reksadana tersebut masih sejalan dengan prinsip syariah.

Dana reksadana syariah yang belum dibelikan Efek oleh Manajer Investasi akan mengendap di bank kustodian dan mendapatkan bunga. Karena riba dilarang dalam agama islam, maka pendapatan yang diperoleh reksadana dari bunga ini akan dibersihkan (cleansing) dengan cara menyumbangkannya untuk keperluan amal.

3. Banyak pilihan produk

Meskipun tidak sebanyak produk reksadana konvensional, jumlah produk reksadana syariah di pasar modal Indonesia terbilang lumayan. Per Agustus 2021, total ada 291 produk reksadana syariah yang sudah terdaftar di OJK berdasarkan laporan terbaru.  

Adapun produk reksadana syariah ini bisa kamu beli lewat Manajer Investasi-nya langsung sebagai pihak yang menerbitkan reksadana atau lewat Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang telah berizin OJK. Bisa itu Bank, perusahaan asuransi, atau platform investasi online seperti Bibit.

4. Beragam jenis reksadana syariah

Ada lima jenis reksadana syariah di pasar modal, yaitu reksadana syariah pasar uang, reksadana syariah pendapatan tetap, reksadana syariah campuran, reksadana syariah saham, dan reksadana syariah indeks. Sebagai investor, kamu dapat memilih untuk berinvestasi di salah satu atau kelima jenis reksadana syariah tersebut sesuai tujuan investasi dan profil risiko masing-masing.

Misal, jika tujuan investasi untuk jangka pendek antara 1-3 tahun, lebih direkomendasikan memilih instrumen reksadana pasar uang syariah. Sebaliknya, kalau tujuan investasi untuk jangka panjang atau lebih dari 5 tahun, sebaiknya lakukan investasi di instrumen reksadana campuran atau reksadana saham.

Cara Beli Reksadana Syariah

Cara beli reksadana syariah tergantung dari platfom investasi yang kamu pakai. Sebagai contoh, untuk pengguna aplikasi Bibit, berikut tutorial cara membeli reksadana syariah yang perlu kamu tahu:

1. Log in aplikasi bibit

Sistem Reksadana Syariah: Definisi, Aturan, dan Keuntungannya 1

2. Klik menu Profile

Sistem Reksadana Syariah: Definisi, Aturan, dan Keuntungannya 2

3. Nyalakan pilihan Bibit Syariah

Sistem Reksadana Syariah: Definisi, Aturan, dan Keuntungannya 3

4. Klik menu Home dan lakukan pembelian reksadana di aplikasi Bibit seperti biasa (klik di sini untuk baca tutorialnya)

Sistem Reksadana Syariah: Definisi, Aturan, dan Keuntungannya 4

Daftar Produk Reksadana Syariah Terbaik di Bibit

Bagi kamu yang ingin investasi reksadana syariah di Bibit, berikut adalah daftar beberapa produk reksadana syariah terbaik di Bibit yang bisa kamu beli:

Reksadana Saham Syariah

  • Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A
  • Mandiri Investasi Atraktif-Syariah
  • TRIM Syariah Saham

Reksadana Syariah Obligasi

  • Bahana MES Syariah Fund
  • Majoris Sukuk Negara Indonesia
  • Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A

Reksadana Syariah Pasar Uang

  • Sucorinvest Sharia Money Market Fund
  • Schroders Dana Likuid Shariah
  • BNI-AM Dana Lancar Syariah

Selain 9 produk di atas, masih ada banyak lagi pilihan produk reksadana syariah yang bisa kamu beli di aplikasi Bibit. Info selengkapnya silakan cek aplikasi Bibit ya.

Kesimpulan

Kehadiran beragam produk investasi syariah seperti reksadana syariah menjadi solusi bagi umat muslim tanah air yang ingin berinvestasi secara halal dan tanpa riba. Investasi reksadana syariah dapat dilakukan dengan mudah di berbagai platform investasi reksadana. Misalnya, di aplikasi Bibit dengan mengaktifkan fitur Bibit Syariah. Salam cuan dan stay halal, Brother !!

Zai Alam

A lifelong learner, blogger and part-time investor. I love sharing about personal finance and cuan-related tips. Connect with me on Twitter. (Disclaimer: not a financial advisor)

Tinggalkan komentar