TKB90 Asetku 100% Terus, Asli atau Rekayasa?

Asetku adalah perusahaan Peer to Peer (P2P) lending resmi di Indonesia yang sudah terdaftar OJK dan berdiri sejak tahun 2017. Menariknya, sejak berdiri sampai artikel ini dipublikasikan, persentase TKB90 Asetku selalu berada di angka 100%.

Which is menandakan semua pendanaan Lenders di Asetku selalu lancar dan tidak pernah ada yang gagal bayar. Pertanyaannya, apakah benar mendanai di Asetku bisa se-perfect itu hasilnya? Padahal bunga yang ditawarkan Aseku ke Lenders terbilang cukup tinggi, yaitu up to 24% per tahun.

Ataukah sebetulnya ada beberapa pendanaan yang bermasalah di Asetku, tapi tidak dimasukkan ke perhitungan TKB90 sehingga membuat TKB90 Asetku yang tertera di web/aplikasi-nya selama ini adalah rekayasa?

Jadi, mana yang benar? Untuk menjawabnya, simak penjelasan berikut ini!

Apa itu TKB90?

TKB90 adalah indikator yang mengukur Tingkat Keberhasilan (TKB) suatu penyelenggara P2P Lending dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam antara pihak Borrowers dan Lenders dalam jangka waktu 90 hari sejak jatuh tempo.

TKB90 ditunjukkan lewat persentase. Semakin tinggi persentase TKB90 (maks 100%), maka semakin bagus pula P2P Lending tersebut dalam memfasilitasi penyelesaikan kewajiban pinjam meminjam di platform atau aplikasinya.

Rumus TKB90 adalah 100% dikurangi TKW90 atau persentase outstanding pinjaman yang wanprestasi (macet) lebih dari 90 hari. Untuk tahu lebih lanjut tentang TKB90, silakan baca tulisan saya sebelumnya tentang arti TKB90, cara hitung, dan kekurangannya.

Rumus TKW90

TKB90 Asetku asli atau rekayasa?

Fungsi utama dari TKB90 adalah untuk memberikan informasi kepada calon Lenders tentang tingkat risiko dari mendanai di suatu P2P Lending.

Apabila P2P Lending memiliki persentase TKB90 yang rendah, risiko mendanai di P2P Lending tersebut tinggi. Begitu pun sebaliknya. Jika P2P Lending mempunyai persentase TKB90 yang tinggi, maka risiko mendanai di platform tersebut rendah.

Nah, mengetahui bahwa TKB90 Asetku yang selama ini selalu berada di angka 100%, apakah itu berarti risiko mendanai di P2P Lending Asetku rendah? Belum tentu!

Sebab jawabannya sangat tergantung pada asli atau tidaknya angka TKB90 yang ditampilkan oleh Asetku selama ini.

Kalau berdasarkan pantauan saya, TKB90 Asetku bisa dianggap ASLI , bisa juga REKAYASA karena beberapa alasan berikut ini, antara lain:

4 Alasan kenapa TKB90 Asetku Asli

Beda dengan indikator NPL (Non-Performing Loan) pada perbankan yang punya aturan jelas, di industri Peer to Peer (P2P) Lending, perhitungan TKB90 masih belum memiliki aturan dan batasan-batasan yang jelas.

Sehingga penyelenggara dapat dengan mudahnya merekayasa angka tersebut secara legal tanpa khawatir ketahuan ‘bohong’. Sebab tidak ada pihak lain yang melakukan validasi.

Di Asetku, untuk menjaga agar TKB90-nya tetap 100%, mereka melakukan beberapa langkah mitigasi risiko di bawah ini, diantaranya:

1. Restrukturisasi

Bayangkan, ada satu pinjaman bermasalah di Asetku yang belum dibayar oleh Borrower hingga mendekati 90 hari sejak jatuh tempo. Kalau sampai tidak dibayar juga di hari ke-90, otomatis pinjaman bermasalah ini akan mengurangi persentase TKB90 Asetku.

Supaya TKB90-nya tidak turun, lebih baik Asetku restrukturisasi saja utang tersebut dengan memperpanjang jatuh tempo pembayaran pinjamannya (opsi rescheduling). Kalau sudah begitu, maka pinjaman yang bermasalah tersebut jadi tidak masuk lagi ke hitungan TKB90 karena jatuh temponya yang dimundurkan.

Bagaimana kalau setelah restrukturisasi, debitur tetap tidak bisa melunasi utangnya? Bila demikian, Asetku bisa lanjut ke langkah mitigasi risiko yang kedua, yakni lewat klaim asuransi.

2. Asuransi

Perlu diketahui, setiap pendanaan yang dilakukan Lenders di Asetku, dana pokoknya dijamin oleh asuransi Intra Asia. Sehingga apabila ada kasus Borrower yang gagal bayar, setidaknya sebagian dana pokok pendanaan kamu di Asetku tetap bisa kembali karena dijamin oleh asuransi.

Dulu, sewaktu masih kerjasama dengan Staco Mandiri, Asetku menjamin 100% dana pokok Lenders kembali apabila terjadi kredit macet. Tetapi kini setelah berganti dengan Intra Asia, Asetku belum memberikan pernyataan resmi soal berapa persentase dari modal pendanaan Lenders yang dijamin oleh asuransi.

Setiap penyelenggara P2P Lending yang memakai asuransi berhak mengajukan klaim ke pihak asuransi setiap kali ada debitur yang menunggak pembayaran pinjaman hingga 90 hari sejak jatuh tempo.

Jadwal pengajuan klaim tiap P2P Lending berbeda-beda, namun umumnya H+1 setelah pinjaman tersebut dinyatakan wanprestasi 90 hari, P2P bisa langsung ajukan klaim ke pihak Asuransi.

Begitu pula di Asetku, ketika ada pinjaman yang gagal bayar 90 hari, Asetku dapat mengajukan klaim ke pihak asuransi untuk memperkecil kerugian. Tapi kan yang ditanggung oleh asuransi hanya dana pokok Lenders saja? Lantas, bagaimana dengan return yang dijanjikan oleh Asetku?

Bukankah kalau pembayaran return ke Lenders-nya berkurang atau tidak dibayarkan sama sekali, maka persentase TKB90 Asetku juga dapat berkurang? Iya betul seperti itu. Makanya, untuk mencegah hal tersebut, Asetku bisa melakukan langkah mitigasi risiko yang ketiga, yaitu lewat penggunaan dana provisi.

Baca juga: Investasi Asetku Untung atau Rugi? Cek Faktanya!

3. Penggunaan Dana Provisi

Penggunaan dana provisi menjadi Langkah terakhir mitigasi risiko yang dilakukan oleh Asetku untuk menjaga agar TKB90 tetap 100%. Jika ditanya ke RM, Asetku membantah penggunaan dana provisi untuk menutupi kerugian Lenders akibat pinjaman yang gagal bayar di Asetku.

Walau begitu, saya percaya kemungkinan Asetku menggunakan opsi ini tetap ada. Dan hal ini sangat mungkin! Bayangkan aja, bunga pinjaman yang dikenakan oleh Asetku kepada Borrowers adalah 0,8% per hari atau sekitar 24% per bulan. Kalau disetahunkan, total pendapatan bunga yang bisa diperoleh Asetku mencapai 288%.

Sementara itu, return maksimal yang diberikan oleh Asetku kepada Lenders-nya saat ini adalah 24% per tahun. Berarti, ada selisih pendapatan bunga sebesar 264% yang bisa dicadangkan oleh Asetku sebagai dana provisi untuk menutupi kerugian pinjaman Borrowers yang gagal bayar.

Dengan hitungan seperti itu, seharusnya tidak masalah jika Asetku memiliki beberapa kasus kredit yang macet. Sebab bagaimanapun juga, mereka akan selalu punya cukup uang untuk menanggulangi kerugian tersebut sehingga Lenders pun senang dan angka TKB90 Asetku bisa selalu 100%.

4. Belum ada Lenders yang klaim pendanaan di Asetku bermasalah

Selama saya menjadi anggota grup Lenders Asetku di telegram, baik yang Official maupun Non-Official, saya tidak pernah mendengar satu pun keluhan dari Lenders yang mengaku kalau pendanaannya di Asetku bermasalah, misal bunga yang diterima tidak sesuai atau terjadi gagal bayar.

Kalaupun ada keluhan, palingan soal dana withdraw yang terlambat masuk di rekening atau karena kuota pendanaannya yang cepat habis. Kenyataan bahwa saya belum pernah mendengar ada satu Lenders Asetku yang mengklaim pendanaannya bermasalah dan bisa dibuktikan membuat saya percaya bahwa barangkali TKB90 Asetku yang 100% itu benar-benar asli, bukan rekayasa. Tentunya, di samping karena alasan tiga langkah mitigasi risiko di atas.

📢 Tertarik mendanai di Asetku? Daftar sekarang dan dapatkan bonus kupon tunai Rp100.000, voucher pendanaan Rp500.000, dan gratis asuransi kecelakaan senilai Rp3 juta

3 Alasan Kenapa TKB90 Asetku Rekayasa

1. TKB90 yang Ditampilkan di Situs Asetku hanya Gambar

Tampilan situs resmi Asetku

Apabila kamu ke berkunjung ke situs resmi Asetku lalu melakukan klik kanan mouse tepat di sekitar indikator yang menunjukkan TKB90 Asetku, maka di situ kamu bisa tahu kalau sebenarnya itu adalah gambar. 👇

gambar TKB90 Asetku di website resmi Asetku

Artinya, TKB90 Asetku tidak dilakukan update secara berkala sebagaimana yang diwajibkan oleh OJK. Kalau P2P Lending lain (sebagiannya), mereka melakukan update TKB90 secara berkala. Contohnya Akseleran yang selalu mengupdate TKB90 mereka setiap hari pukul 00.00 WIB.

Fakta itu saja sudah cukup membuat saya curiga bahwa selama ini Asetku kemungkinan melakukan rekayasa terhadap angka TKB90 mereka. Barangkali TKB90 Asetku di bawah 100%, namun tidak diungkap ke publik.

2. Pernyataan dari Chief Risk Officer of Asetku

November tahun 2020 lalu, DailySocial sempat mengundang Chief Risk Officer of Asetku, Jimmi Adhe Kharisma (kini menjabat sebagai Direktur Utama Asetku), dalam sebuah wawancara daring tentang dampak COVID-19 terhadap performa keuangan fintech. Berikut videonya:

Dalam video tersebut, tepatnya pada menit ke-25, pak Jimmi mengatakan bahwa per bulan September 2020 lalu, persentase TKB90 Asetku sempat mengalami penurunan yang signifikan menjadi 91,73%.

Sayangnya, walau terjadi penurunan TKB90 sebesar itu, angka TKB90 yang ditampilkan oleh Asetku baik di website mereka ataupun aplikasi tetap tidak berubah. Selalu 100%. Yang tentunya membuat saya curiga bahwa selama ini angka TKB90 Asetku yang tertera di website/aplikasi-nya tidak pernah di-update atau sengaja dibiarkan begitu agar Lenders tetap tertarik mendanai di Asetku.

3. Status Terdaftar OJK

Status Asetku terdaftar dan diawasi OJK
Status Asetku masih Terdaftar dan Diawasi OJK per 6 Oktober 2021

Saat ini P2P Lending Asetku masih berstatus “terdaftar dan diawasi OJK”. Hal tersebut membuat Asetku bisa dengan seenaknya mengubah TKB90 mereka tanpa khawatir ketahuan bohong. Kenapa? Karena OJK hanya memvalidasi TKB90 dari penyelenggara P2P Lending yang telah berizin.

Jadi, selama status Asetku masih terdaftar dan diawasi OJK, kita bisa berasumsi kalau angka TKB90 mereka ada kemungkinan direkayasa. Kendati kita tidak bisa memastikannya secara de facto.

Kesimpulan

Dari dulu sampai sekarang, Asetku selalu saja menjadi P2P Lending yang penuh kontoversi. Salah satunya karena alasan TKB90 mereka yang selalu 100% which is too good to be true. Terlepas dari segala kontoversi yang meliputi Asetku, hingga sekarang, faktanya belum ada satu pun Lenders di Asetku sepengetahuan saya yang pendanaannya bermasalah di Asetku.

Adapun soal apakah TKB90 Asetku asli atau palsu, bagi saya itu urusan belakangan. Selama pendanaan saya dan teman-teman Lenders lain di Asetku belum pernah mengalami galbay, maka saya lanjut mendanai saja. Namun tetap dalam nominal yang sesuai dengan toleransi risiko saya.

Zai Alam

A lifelong learner, blogger and part-time investor. I love sharing about personal finance and cuan-related tips. Connect with me on Twitter. (Disclaimer: not a financial advisor)

Tinggalkan komentar