Review Bibit Reksadana – Sebelumnya, saya sempat menulis artikel tentang bagaimana cara berinvestasi reksadana saham di Ipotfund, which is artikelnya bisa kalian baca di sini (Cara Berinvestasi Reksadana Saham Tanpa Ribet dan Murah).

Nah, kali ini saya mau menulis review tentang pengalaman saya berinvestasi reksadana di Bibit. Perlu kamu ketahui, Bibit merupakan salah satu supermarket reksadana “online” yang juga beroperasi di Indonesia.

PT. Bibit Tumbuh Bersama atau “Bibit” ini telah mengantongi izin sebagai Agen Penjual Efek Reksadana (APERD) dari OJK sejak tahun 2017 (KEP-14/PM.21/2017). Jadi, dari segi legalitas hukum, platform Bibit sudah bisa dikatakan aman lah.

Apalagi setelah diakuisisi oleh Stockbit beberapa waktu yang lalu. Pastinya, dengan adanya tim manajemen Stockbit di situ (ada ka Wellson Lo, Hilmawan Kusumajaya, dan lain-lain), saya optimis perkembangan aplikasi Bibit ini ke depan akan semakin cemerlang. IMHO, of course.

Why? Just try Stockbit App, my friends!

Jadi, bagaimana review saya setelah menggunakan Bibit untuk berinvestasi reksadana? Berikut ini ulasannya:

Daftar isi: tampilkan

Sekilas tentang Bibit

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, Bibit adalah supermarket reksadana online. Artinya, Bibit hanya bertugas sebagai agen yang membantu untuk menjual produk-produk reksadana dari pihak Manajer Investasi (MI).

Dengan demikian, seluruh produk reksadana yang terdapat di aplikasi Bibit, baik itu reksadana saham, pendapatan tetap, campuran, hingga pasar uang, semuanya itu bukanlah produk reksadana milik Bibit. Tetapi milik dari berbagai manajer investasi tertentu yang sudah melakukan kerjasama dengan mereka.

Baca juga: P2P Lending vs Reksadana Saham, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Jadi, cara kerja Bibit ini kurang lebih sama seperti Mall, yaitu hanya menyediakan tempat untuk berjualan. Bedanya di Bibit, yang dijual bukanlah makanan, pakaian, aksesoris, ataupun peralatan rumah tangga, melainkan reksadana.

Nah, di samping Bibit, sebetulnya juga telah ada beberapa layanan supermarket reksadana online yang beroperasi di Indonesia. Contohnya, seperti Ipotfund, Bareksa, Tanamduit, hingga Ajaib.

Namun, yang membedakan antara Bibit dengan supermarket reksadana online yang lainnya ialah di aplikasi Bibit, mereka menggunakan prinsip “Modern Portofolio Theory” dalam merancang portofolio tiap-tiap investornya. Sehingga kualitas portofolio dari setiap investor di Bibit pun bisa semakin optimal karena telah terdiversifikasi dengan baik sesuai dengan profil risiko masing-masing investor. 

Bingung? Santai aja. Di bawah, nanti ada penjelasannya kok soal teori dari Harry Makowitz yang satu ini. Hehe.

Selain itu, di Bibit, minimal investasinya juga sangat terjangkau lho. Yaitu cuman Rp10.000 saja. Hal ini tentu berbeda dengan beberapa supermarket reksadana online lainnya yang minimal investasinya dipatok di angka Rp100.000 (Ipotfund, Bareksa) dan Rp400.000 (Ajaib). Bahkan, barangkali masih ada yang minimal investasinya lebih dari itu.

Mengenal Teori Modern Portofolio

Teori modern portofolio atau MPT (Modern Portofolio Theory) pertama kali dikenalkan oleh seorang ekonom Amerika Serikat, Harry Markowitz, pada tahun 1952. Kala itu Harry menulis idenya di sebuah paper berjudul “Portfolio Selection” yang kemudian dipublikasikan oleh Journal of Finance.

Dalam makalah tersebut, Harry menjelaskan MPT sebagai sebuah pendekatan yang bisa digunakan oleh investor untuk membuat keputusan investasi yang optimal, melalui metode diversifikasi.

Nah, diversifikasi di sini maksudnya ialah kegiatan menyebar portofolio aset kita ke berbagai  instrumen investasi. Sehingga kalaupun ada salah satu atau beberapa portofolio investasi kita yang turun nilainya, maka setidaknya kita masih punya beberapa portofolio investasi lain yang masih bisa menjaga nilai total aset kita secara keseluruhan agar tidak turun secara drastis.

Secara prinsip, logikanya kurang lebih sama seperti perbedaan antara meletakkan 12 telur ke dalam satu keranjang dengan meletakkan 12 telur ke dalam tiga atau empat keranjang berbeda.

Jika kita menaruh 12 telur ke dalam satu keranjang, kemudian keranjang tersebut jatuh, maka kemungkinan besar kita akan kehilangan sebagian besar telur tersebut kalau tidak seluruhnya.

Sementara jika kita menaruh 12 telur ke dalam empat keranjang, misalnya, kemudian salah satu dari keranjang tersebut jatuh, maka setidaknya kita masih punya sembilan telur lain yang masih dalam keadaan utuh. Artinya, risiko kerugian yang kita hadapi menjadi lebih terminimalisir dibandingkan jika kita hanya menaruh seluruh telur tersebut dalam satu keranjang.

Jadi, secara garis besar, teori modern portofolio menyarankan agar seorang investor untuk melakukan diversifikasi investasi demi mengurangi risiko, serta mendorong terbentuknya kondisi portofolio yang optimal.

Baca juga: 53 Cara Mendapatkan uang dari Internet [Panduan Lengkap]

Lantas, bagaimana cara diversifikasi yang tepat supaya portofolio investasi kita bisa dikatakan “optimal”?

Nah, inilah yang kemudian di dalam Modern Portfolio Theory (MPT) dijelaskan di dalam bentuk perhitungan matematika yang sudah teruji, dan pastinya juga tidak saya mengerti bagaimana cara menjelaskannya. Hhhh

Buat kamu yang penasaran, ini dia salah satu contoh perhitungan matematikanya yang saya kutip dari situs Wikipedia:

Mathematical model of Risk and Expected return in MPT

Seandainya di sini ada ahli matematika atau ekonomi yang bisa menerjemahkan rumus-rumus tersebut ke dalam kalimat yang sederhana, maka silahkeun kasih tanggapannya di kolom komentar yang ada di bawah artikel ini yaa..

Btw, ini saya punya penjelasan singkat tentang Modern Portfolio Theory (MPT)  dalam bentuk video:

Sedangkan untuk referensi artikel, barangkali kalian bisa kunjungi ke-5 link berikut ini:

Tip: Berkat Teori Modern Portofolio-nya, Harry Markowitz berhasil memperoleh penghargaan Nobel pada tahun 1990 di bidang ilmu ekonomi.

Cara Registrasi Akun / Buka Rekening Reksadana di Bibit

Jika dilihat dari sisi kemudahan mendaftarkan akun investasi di Bibit, saya memberikan nilai 8 dari 10. Alasannya ialah karena di saat kita melakukan pendaftaran, terutama ketika sampai di tahap verifikasi foto KTP plus foto selfie dengan KTP, itu ternyata kita masih diharuskan untuk melakukan proses “foto” lagi melalui aplikasi Bibit.

Padahal, sebagian dari kita kan pasti sudah ada yang menyimpan cadangan “foto KTP” dan “foto selfie dengan KTP” di hp sendiri. Sehingga seharusnya tinggal upload saja, ya kan?.

Nah, tapi di Bibit, ini kita malah diharuskan untuk mengulang proses “foto”-nya lagi lewat aplikasi, baru itu bisa verifikasi. Kalau tidak, ya gak bisa.

Jadi, so far , menurut sepengetahuan saya di aplikasi Bibit tidak ada opsi untuk mengunggah file foto dari smartphone ke aplikasi khusus untuk verifikasi “foto KTP” dan “foto selfie dengan KTP”.

Maka dari itu, saya kasih nilai 8 dari 10 untuk Bibit dari segi kemudahan proses pendaftarannya. Kalau seandainya sudah ada opsi tersebut di aplikasi Bibit, maka saya gak akan ragu kasih nilai 10 untuk Bibit. Jadi, mohon ini dibaca ya teman-teman founder & officer –nya Bibit. Salam Damai! Peace!

Btw, buat kalian yang penasaran dengan bagaimana proses registrasi akun di Bibit, ini dia tutorialnya (Fyi, tutorial ini seluruhnya saya kutip langsung dari website resminya yaa – faq Bibit. Biar saya gak ribet lagi bikin sendiri. Lol):

1. Buka aplikasi Bibit.

2. Kamu akan masuk ke halaman Home Bibit, klik Register.

3. Jawab 6 kuesioner singkat Bibit sesuai dengan profil dan tujuan investasi kamu. Setelah menjawab 6 pertanyaan, kamu akan mengetahui profil risiko kamu, untuk melanjutkan ke registrasi Klik Lanjut Registrasi.

Tip: Masih ingat dengan teori modern portofolio dari mas Harry Markowitz? Nah, dengan kamu menjawab 6 pertanyaan kuesioner ini, Bibit nanti akan bisa mengetahui apa profil risiko kamu. Setelah itu, Bibit kemudian akan menggunakan informasi profil risiko tersebut untuk mendesain portofolio yang paling optimal untuk kamu sesuai dengan data umur, penghasilan, target tujuan hidup, hingga toleransi kamu terhadap risiko.

Setiap orang mempunyai profil risiko yang berbeda-beda. 

4. Masukkan nomor Handphone yang aktif dan kamu gunakan di kolom yang tersedia, dan kode referral jika ada.

kode referral di aplikasi bibit reksadana
(edited)

Tip: Apa kegunaan kode referral? Kode referral berguna untuk mendapatkan cashback Rp50.000 saat kamu melakukan investasi reksadana di Bibit. Namun dengan catatan minimal investasi kamu harus bernilai Rp100.000. Kalau kurang, ya otomatis tidak bisa.

Nah, buat kamu yang tertarik, kamu bisa mengisi kolom kode referral tersebut dengan kode referral saya yaitu “zaipad50” (tanpa tanda kutip), untuk mendapatkan cashback Rp50.000 saat kamu melakukan pembelian reksadana.

Hari gini dapet cashback Rp50.000 lumayan lho guys. Lebih-lebih buat investasi. Hehe.

FAQ:

  • Apakah saya bisa mendapatkan cashback dengan berinvestasi Rp75.000? Gak bisa. Minimal investasi harus Rp100.000.
  • Kalau saya berinvestasi lebih dari Rp100 ribu gimana, misalnya Rp1 juta? Yaa BISA lah.

5. Setelah klik Lanjutkan, kamu akan memperoleh SMS yang berisi kode verifikasi. Input kode verifikasi tersebut di kolom yang tersedia, lalu Klik Lanjutkan.

6. Kamu akan masuk ke Halaman Register, isi kolom yang ada sesuai dengan data diri kamu.

7. Upload foto KTP, foto selfie sambil pegang KTP dan tanda tangan.

Tip: Tanda tangan dilakukan langsung via aplikasi dan harus sesuai dengan tanda tangan di KTP.

8. Klik Daftar lalu kamu akan masuk ke halaman Setup Pin.

Tip: Pilihlah kombinasi 4 angka Pin yang mudah untuk kamu ingat. Pasalnya, Pin ini akan selalu kamu gunakan ketika hendak melakukan proses pembelian dan penjualan reksadana di Bibit.

9. Setelah konfirmasi Pin, silakan buka email kamu, lalu klik Verifikasi Email

 10. Data kamu akan di verifikasi oleh tim Bibit dan KSEI, proses registrasi kamu akan selesai maksimal 1×24 jam.

*seluruh gambar yang digunakan dalam tutorial di atas merupakan hak cipta dari Bibit

Cara berinvestasi reksadana di Bibit

Ada dua cara berinvestasi reksadana di Bibit.

Pertama, ialah dengan menggunakan rekomendasi dari Robo.

Cara ini terbilang gampang, karena kamu tidak perlu ribet lagi memilih produk reksadana mana yang akan kamu beli. Soalnya, semuanya sudah dipilih secara otomatis oleh Bibit sesuai dengan hasil profil risiko kamu, yang sebelumya didapatkan dari jawaban2 kuesioner kamu sewaktu melakukan proses pendaftaran.

Berikut tutorial cara berinvestasi reksadana menggunakan rekomendasi Robo:

1. Login ke Aplikasi, klik Investasi Sekarang.

Cara Berinvestasi Reksadana di Bibit menggunakan robo advisor 1
Dok. Pribadi

2. Masukkan nominal Investasi pada kolom yang tersedia, cth: Rp10 Juta. Klik Beli.

Cara Berinvestasi Reksadana di Bibit menggunakan robo advisor 2
Dok. Pribadi

3. Centang kolom “saya menyetujui …”, lalu Klik Confirm.

Cara Berinvestasi Reksadana di Bibit menggunakan robo advisor 3
Dok. Pribadi

4. Lakukan pembayaran agar transaksi pembelian reksadana kamu akan segera diproses.

Kedua, ialah dengan berinvestasi reksadana secara manual.

Pada cara yang satu ini, kamu masih harus memilih sendiri mau berinvestasi di produk reksadana yang mana. Dengan kata lain, kamu memilih untuk mandiri dalam membuat keputusan investasi kamu sendiri.

Berikut tutorial cara berinvestasi reksadana menggunakan cara manual:

1. Login ke Aplikasi. Di bagian “Pilih Reksa Dana Sendiri” , Pilih Reksadana Pasar Uang atau Obligasi atau Saham. Dalam contoh ini, saya pilih Reksadana Pasar Uang.

berinvestasi reksadana di bibit menggunakan cara manual 1
Dok. Pribadi

2. Pada bagian ini, kamu bisa memilih berbagai pilihan produk reksadana pasar uang yang tersedia. Contoh, saya pilih produk Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia.

berinvestasi reksadana di bibit menggunakan cara manual 2
Dok. Pribadi

3. Setelah itu, kamu akan bisa melihat seluruh data kinerja dan prospektus reksadana untuk keperluan analisis. Jika setuju, klik Beli.

berinvestasi reksadana di bibit menggunakan cara manual 3
Dok. Pribadi

4. Masukkan nominal investasi, cth: Rp230.000. Klik Beli.

berinvestasi reksadana di bibit menggunakan cara manual 4
Dok. Pribadi

5. Lakukan pembayaran agar transaksi pembelian reksadana kamu akan segera diproses.

Lantas, manakah cara yang saya gunakan?

Well, sejauh ini saya baru berinvestasi di Bibit dengan menggunakan cara manual. Hal ini karena sekarang saya memang tidak fokus menempatkan uang saya di reksadana. Melainkan lebih cenderung ke instrumen P2P lending dan untuk keperluan modal bisnis.

Baca juga: P2P Lending Syariah: Pengertian, Cara Kerja, dan Pengalaman Berinvestasi

Untuk sementara ini, saya hanya menggunakan Bibit untuk berinvestasi di reksadana pasar uang saja. Dan itupun nominalnya tidak seberapa. Hanya retceh saja. Lol.

Berikut bukti screenshoot investasi reksadana pasar uang saya di Bibit.

bukti portofolio investasi reksadana di bibit 1
Dok. Pribadi
bukti portofolio investasi reksadana di bibit 2
Dok. Pribadi

Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Bibit Reksadana

Kelebihan:

  1. Biaya minimal berinvestasi murah banget. Cuman modal Rp10.000 saja, kamu sudah bisa berinvestasi reksadana di Bibit.
  2. Ada fitur Robo Advisor. Sehingga memungkinkan kita untuk mendapatkan komposisi portofolio investasi reksadana yang optimal, sesuai dengan profil risiko kita masing-masing.
  3. Dana bisa dicairkan kapan saja.
  4. Tidak dikenakan biaya. Semua investasi reksadana di Bibit GRATIS biaya pembukaan akun, komisi, hingga biaya transaksi pembelian dan penjualan reksadana.
  5. Pendaftaran mudah. Semuanya bisa dilakukan via online tanpa lagi harus kirim-kirim dokumen.
  6. Tersedianya fitur “preferensi syariah”. Sehingga kalau kita mau berinvestasi, kita hanya akan disodorkan dengan produk-produk reksadana yang tergolong syariah saja.
  7. Desain UI dan UX aplikasinya keren, bersih, putih plus ada ijo2nya. Plain and simple.
  8. Ada fitur Live Support. Jadi, kalau kamu punya kendala, kamu bisa langsung curhat ke bagian customer service Bibit.
  9. Investasi aman. Bibit telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI.

Kekurangan:

  1. Tidak ada pilihan untuk mengunggah “foto KTP” dan “foto selfie dengan KTP” ketika melakukan proses pendaftaran. Sehingga, untuk melengkapi data diri, kita masih harus melakukan kembali sesi “foto KTP” dan “foto selfie dengan KTP” via aplikasi. It’s such a waste of time, if we’ve already had those documents in our smartphone, right?
  2. Jumlah produk reksadana yang tersedia relatif masih sedikit.
  3. Proses konfirmasi pembayaran untuk metode pembayaran manual masih membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni maksimal 2×24 jam hari kerja.
  4. Tidak ada pilihan produk reksadana campuran. Yang tersedia baru produk reksadana saham, pendapatan tetap (obligasi), dan pasar uang.

Kesimpulan

Bibit merupakan salah satu pilihan supermarket reksadana online di Indonesia yang bisa kita gunakan untuk membeli berbagai produk reksadana. Melalui aplikasi Bibit, kita bisa berinvestasi reksadana dengan komposisi portofolio yang optimal lewat pendekatan Teori Modern Portofolio. Selain itu, kita juga bisa mulai berinvestasi reksadana di Bibit dengan modal Rp10.000 saja.

Dapatkan promo cashback reksadana dari Bibit senilai Rp50.000. Masukkan kode referral ini saat pendaftaran: “zaipad50” (tanpa tanda kutip).

Download aplikasi Bibit sekarang: Google Play | App Store


As always, kalau kalian punya pertanyaan atau tanggapan terkait dengan artikel ini, kalian bisa langsung menulis komentar kalian di bawah. See you on the next article.

Author

Freelance Writer, Blogger, and Finance enthusiast. Blog ini saya buat untuk berbagi tips finansial, investasi, dan berbagai cara menghasilkan uang dari internet. Hubungi halo@zaipad.com untuk perihal pertanyaan dan kerjasama.

6 Comments

  1. Sudah berinvestasi reksadana 6 bulan, keuntunganku baru sekitar 140ribuan hehehe.
    Aku belum berani main pasar saham obligasi, uang dll. Cuma berkutik di Pasar Mata Uang aja.

    • Zai Reply

      Pasar mata uang? forex berarti ya. Lebih canggih lagi dong kalau itu –“

  2. Firdausa ayub Reply

    Bisa ga sy di tutori dgn cara tatap muka dgn anda,unt memulai pendaftaran dll nya?

    • Zai Reply

      Bisa pak, tapi saya lokasinya di Gorontalo. Nanti saya hubungi via email aja.

Write A Comment

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!

Mau Informasi GRATIS tentang Tips Finansial dan How to Make Money Online dari Zaipad?

*Bonus E-Book 53 Cara Mendapatkan Uang dari Internet khusus untuk kamu yang mendaftar hari ini. 

Pendaftaran Berhasil! Silakan cek Inbox kamu untuk Konfirmasi Email.