Investasi adalah sesuatu yang sangat menguntungkan namun juga berisiko. Sebelum membaca artikel ini, harap kamu membaca artikel saya sebelumnya tentang 5 hal yang perlu dipersiapkan sebelum berinvestasi.

1. Reksadana

Reksadana adalah instrumen investasi yang menghimpun dana masyarakat untuk selanjutnya diinvestasikan ke dalam portofolio efek (saham, obligasi, deposito, SBI, dll) oleh Manajer Investasi.

Berinvestasi di reksadana dapat memberikan kamu keuntungan finansial yang lumayan tergantung jenis reksadana dan kinerja dari Manajer Investasi (MI) yang mengelola produk reksadana tersebut.

Umumnya, orang hanya mengenal 4 jenis reksadana, yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran.

Namun, selain itu, ada juga jenis reksadana lain yang jarang diketahui, yakni reksadana indeks dan ETF. Investasi reksadana merupakan investasi yang menguntungkan dan cocok untuk pemula.

Pelajari lebih lanjut tentang reksadana di sini.

Kelebihan investasi reksadana:

  • Potensi keuntungan tinggi
  • Investasi sangat terjangkau, mulai dari Rp10.000
  • Tidak perlu repot menganalisa efek, semua dilakukan oleh Manajer Investasi profesional
  • Transparan, semua informasi tentang produk reksadana dapat diakses secara publik
  • Likuiditas tinggi, artinya dana investasi dapat dicairkan kapan saja
  • Portofolio terdiversifikasi secara otomatis
  • Legalitas terjamin, terdaftar dan diawasi OJK

Kekurangan investasi reksadana:

  • Risiko kerugian tetap ada, rendah – tinggi menyesuaikan jenis reksadana
  • Dikenakan biaya investasi yang dapat menggerus keuntungan seiring waktu, apalagi jika kamu berinvestasi di reksadana saham
  • Pencairan dana investasi dapat memakan waktu yang cukup lama, maksimal H+7
  • Ada risiko produk reksadana

Dimana berinvestasi reksadana?

Saat ini, ada banyak pilihan tempat untuk berinvestasi reksadana. Baik secara offline maupun online.

Saran saya, gunakan platform Ajaib atau Bibit untuk berinvestasi reksadana karena berbagai keuntungan yang mereka tawarkan, seperti fitur yang memudahkan, bonus referral, promo menarik, komunitas yang sangat membantu, dan lain-lain.

Saya sendiri juga menggunakan dua aplikasi ini untuk berinvestasi reksadana. Paling sering di Bibit sih, sementara kalau aplikasi Ajaib lebih cenderung untuk investasi saham.

Selain Ajaib dan Bibit, kamu juga bisa berinvestasi reksadana di berbagai platform lain seperti Tanamduit, IPOT, Tokopedia ReksaDana, BukaReksa, Bareksa, dan seterusnya.

2. Emas

Bagi saya, emas bukanlah sebuah investasi, melainkan sarana untuk melindungi nilai kekayaan atau istilah kerennya disebut hedging.

Mengapa? Karena meskipun harga emas dapat mengalami peningkatan sekian persen dan cukup stabil seiring berjalannya waktu, namun dari segi nilai, sebetulnya tidak ada peningkatan yang berarti.

Maksudnya, jika 25 gram emas 10 tahun lalu bisa digunakan untuk membeli 1 ekor sapi, maka saat ini kemungkinan besar nilainya juga masih sama, yaitu 1 ekor sapi. 

Kendati saya tidak menganggap emas sebagai instrumen investasi, namun saya tetap menyisihkan sebagian kecil dari portofolio saya untuk membeli emas sebagai alat lindung nilai.

Kelebihan investasi emas:

  • Dapat bertindak sebagai dana darurat
  • Harga emas cenderung naik setiap tahun
  • Investasi sangat terjangkau, bahkan bisa mulai dari Rp100 perak atau kurang dari itu (hanya di BukaEmas)
  • Dapat diperjualbelikan secara online
  • Dapat dijadikan sebagai alat jaminan saat mengajukan pinjaman di bank
  • Tahan terhadap inflasi

Kekurangan investasi emas:

  • Nilainya tidak banyak berubah, karena itu tidak cocok dijadikan sebagai investasi
  • Risiko kehilangan tinggi jika disimpan dalam bentuk fisik
  • Dikenakan biaya sertifikat dan pengiriman yang lumayan mahal saat kamu hendak mencairkan emas digital ke bentuk fisik
  • Kenaikan harga emas cenderung lambat, tidak cocok untuk investasi jangka pendek
  • Harga emas umumnya naik ketika kondisi ekonomi bobrok, dan melemah atau naik melambat saat kondisi ekonomi sedang bagus-bagusnya. (Itulah kenapa saya tidak begitu suka dengan emas)
  • Butuh waktu lama untuk balik modal (break event point) di investasi emas

Dimana berinvestasi emas?

Ada banyak pilihan. Namun saat ini saya menggunakan Indogold dan Pluang.

3. Saham

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan.

Investasi saham berarti kamu membeli saham suatu perusahaan untuk mendapatkan sebagian hak kepemilikan dari perusahaan tersebut. Termasuk hak atas sebagian keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Saham merupakan instrumen investasi yang paling digemari karena mampu memberikan potensi keuntungan sangat tinggi bahkan dengan durasi yang relatif cepat pula (asal tahu ilmunya).

Pelajari lebih lanjut tentang saham di sini.

Kelebihan investasi saham:

  • Potensi keuntungan tak terbatas
  • Keuntungan dapat diraih dengan cepat atau lambat
  • Keuntungan dividen
  • Keuntungan capital gain (selisih harga beli dan jual)
  • Berkesempatan untuk mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Kekurangan investasi saham:

  • Risiko tinggi
  • Harga saham sangat fluktuatif
  • Risiko capital loss (menjual saham di bawah harga pembelian)
  • Beberapa perusahaan tidak memberikan dividen secara rutin
  • Risiko saham di-suspend atau dihentikan transaksi perdagangannya karena beberapa alasan
  • Risiko saham delisting (ditendang dari bursa efek)
  • Perusahaan bangkrut dan di-likuidasi

Dimana berinvestasi saham?

Berinvestasi saham dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk dapat menjadi investor saham, kamu wajib memiliki rekening efek dari perusahaan sekuritas.

Setelah itu, baru deh kamu bisa mulai membeli saham pertama kamu yang terdapat di BEI.

Terkait perusahaan sekuritas, ada beberapa yang saya rekomendasikan seperti Indopremier, Stockbit, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas, dan Ajaib Sekuritas.

4. Peer to Peer (P2P) Lending

P2P lending termasuk instrumen investasi yang baru di Indonesia.

Cara kerjanya mirip seperti bank, yakni mempertemukan antara pihak yang kelebihan dana (Lender) dan pihak yang kekurangan/membutuhkan dana (Borrower).

Peminjam menggunakan platform Peer to Peer (P2P) lending untuk mendapatkan dana cepat, baik untuk keperluan produktif (cth: pembiayaan modal kerja atau ekspansi usaha,) maupun konsumtif (cth: beli gadget/hp baru).

Sedangkan, pendana menggunakanP2P Lending untuk mendanai pinjaman dari para peminjam di atas dengan harapan akan memperoleh imbal hasil bunga atas pendanaan yang mereka lakukan tersebut.

Investasi di P2P lending memiliki risiko menengah – tinggi tergantung dari jenis P2P lending dan pinjaman yang kamu danai.

Kelebihan investasi P2P Lending:

  • Potensi keuntungan tinggi
  • Sebagian platform menawarkan fitur pendanaan otomatis yang dapat memaksimalkan keuntungan
  • Sebagian platform menawarkan opsi pendanaan dengan modal kecil, mulai dari Rp25.000
  • Risiko terdiversifikasi (berlaku untuk beberapa P2P lending saja)
  • Beberapa P2P lending menawarkan likuiditas tinggi dan opsi penarikan dana yang fleksibel seperti Asetku dan Easycash
  • Beberapa P2P lending memberikan dampak sosial yang berarti bagi kalangan masyarakat menengah bawah seperti Amartha, iGrow, DanaLaut, dll.
  • Sarana untuk diversifikasi investasi
  • Pendaftaran dan investasi dapat dilakukan secara online dan cepat
  • Untuk meminimalkan risiko, sebagian P2P Lending juga memiliki program perlindungan asuransi, misalnya Akseleran

Kekurangan investasi P2P Lending:

  • Risiko tinggi
  • Umumnya, pendanaan di P2P lending tidak bisa ditarik sewaktu-waktu
  • Sebagian orang menganggap P2P lending sebagai tempatnya para #LintahDaratOnline. Lol 😀
  • Saat ini, lebih banyak P2P lending konvensional daripada syariah
  • Indikator TKB90 pada P2P lending belum sepenuhnya dapat dipercaya

Dimana berinvestasi P2P Lending?

Jumlah platfrom P2P lending di Indonesia ada banyak sekali dan nampaknya akan terus bertambah seiring waktu.

Karena itu, saya tidak menyarankan kamu untuk mencoba semuanya, cukup beberapa saja yang lumayan populer di kalangan Lender seperti Asetku, Akseleran, Amartha, Investree, Uangme, Komunal, EasyCash, Danain, dan Cashwagon.

*harap pelajari kelebihan dan kekurangan masing-masing platform P2P lending sebelum mendanai, risiko ditanggung sendiri

5. Deposito

Deposito merupakan salah satu produk investasi sederhana dari bank yang menjanjikan tingkat pengembalian (bunga) lebih tinggi daripada tabungan biasa serta memiliki jangka waktu tertentu.

Deposito adalah investasi yang menguntungkan di bank. Umumnya, deposito tersedia dalam berbagai pilihan tenor, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, bahkan ada yang sampai 36 bulan.

Deposito dapat disimpan dalam mata uang rupiah maupun valuta asing (valas).

Kelebihan investasi deposito:

  • Dapat dijadikan sebagai jaminan kredit
  • Dana investasi dijamin oleh LPS (lembaga penjamin simpanan)
  • Risiko rendah
  • Bunga lebih tinggi dari tabungan biasa

Kekurangan investasi deposito:

  • Minimal investasi lumayan, mulai dari Rp10 juta
  • Bunga rendah, rata-rata 4 – 5% p.a.
  • Dikenakan pajak 20% untuk nilai tabungan di atas Rp7,5 juta
  • Dana tidak dapat ditarik sewaktu-waktu
  • Dikenakan denda bila menarik tabungan sebelum jatuh tempo

Dimana berinvestasi deposito?

Di bank.

Kamu bisa datang ke bank lalu mengajukan pembukaan rekening deposito secara langsung. Atau bisa juga secara online lewat aplikasi resmi milik Bank. Misalnya, lewat aplikasi Mandiri Online atau Jenius dari Bank BTPN.

6. Obligasi

Obligasi dapat diartikan sebagai surat pernyataan utang dari penerbit obligasi (cth: pemerintah atau perusahaan) kepada pemegang obligasi (investor) yang berisi janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kepada pemegang obligasi secara rutin atau pada saat jatuh tempo sesuai kesepakatan.

Umumnya dikenal 3 jenis obligasi, yaitu:

  • Obligasi pemerintah – obligasi yang dikeluarkan oleh negara (pemerintah RI) dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN). Contohnya Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)
  • Obligasi korporasi – obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan Indonesia baik BUMN maupun korporasi lainnya.
  • Obligasi ritel – obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah dan dijual kepada individu atau perseorangan melalui agen penjual yang ditunjuk oleh Pemerintah. Contohnya, Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Tabungan (ST), dan Sukuk Ritel (Sukri).

Kelebihan investasi obligasi:

  • Kupon bunga yang ditawarkan lebih tinggi daripada deposito
  • Dapat diperjualbelikan sebelum jatuh tempo di pasar sekunder
  • Investasi obligasi aman, terutama investasi pada obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah
  • Keuntungan capital gain
  • Sekarang, membeli obligasi mudah dan bisa dilakukan secara online
  • Investasi terjangkau, mulai dari Rp1 juta

Kekurangan investasi obligasi:

  • Umumnya, dana investasi tidak dapat ditarik sewaktu-waktu
  • Tidak menutup kemungkinan penerbit obligasi gagal bayar, biasanya ini terjadi pada obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan

Dimana berinvestasi obligasi?

Saat ini, akses untuk berinvestasi obligasi sudah sangat dipermudah dan dapat dilakukan secara online. Misalnya, di Bareksa, Investree, atau Tanamduit.

Sama seperti pada investasi saham, kamu juga wajib memiliki rekening efek dari perusahaan sekuritas terlebih dulu sebelum bisa berinvestasi obligasi.

7. Cryptocurrency

Cryptocurrency (mata uang kripto) adalah mata uang digital yang dibangun menggunakan teknologi blockhain serta dapat digunakan untuk transaksi secara virtual melalui jaringan internet.

Beberapa contoh mata uang kripto antara lain Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), Litecoin (LTC), dan Bitcoin Cash (BCH).

Diprediksi, mata uang kripto akan menjadi salah satu bagian penting dalam sistem keuangan dunia di masa depan.

Kelebihan investasi cryptocurrency:

  • Potensi keuntungan tinggi – saat ini, nilai dari beberapa cryptocurrency (cth: bitcoin) sudah lumayan tinggi padahal cryptocurrency belum begitu diakui di seluruh dunia. Bayangkan kalau sudah dan menjadi sebuah sistem keuangan baru yang resmi dan diakui secara global. Hmm..
  • Identitas aman – mata uang kripto memungkinkan seseorang untuk melakukan transaksi jual/beli secara anonim. Hal ini penting bagi mereka yang tidak ingin identitasnya diperjualbelikan oleh oknum-oknum pegawai bank untuk ditawarkan kartu kredit. hahaha
  • Bebas dan cepat – transaksi mata uang kripto dapat dilakukan secara cepat (hitungan detik) dan dengan biaya yang sangat murah meskipun ke rekening luar negeri.

Kekurangan investasi cryptocurrency:

  • Risiko tinggi
  • Harga sangat fluktuatif
  • Lupa kunci wallet, sehingga membuat kamu tidak bisa lagi mengakses uang kripto yang ada di wallet

Dimana berinvestasi Cryptocurrency?

Ada banyak tempat aman dan terpercaya untuk berinvestasi cryptocurrency.

Di Indonesia, beberapa yang populer antara lain Indodax, Luno, dan Triv.

Hahahaha

8. Properti

investasi yang menguntungkan di properti

Investasi properti artinya kamu berinvestasi pada aset berupa tanah dan bangunan seperti rumah, apartemen, hotel, vila, dll.

Keuntungan properti diperoleh dari keuntungan sewa atau capital gain, yakni ketika kamu menjual properti jauh di atas harga pembelian.

Kelebihan investasi properti:

  • Harga cenderung naik setiap tahun
  • Dapat dijadikan sebagai jaminan untuk pinjam uang di bank
  • Bisa disewakan untuk mendapat keuntungan rutin yang pasif
  • Keuntungan capital gain
  • Nilai properti dapat naik secara signifikan ketika ada sebuah pembangunan mall atau pusat perbelanjaan di sekitar wilayah properti tersebut
  • Bebas menentukan harga jual properti

Kekurangan investasi properti:

  • Minimum investasi mahal
  • Biaya perawatan mahal
  • Tidak likuid, terkadang properti baru bisa terjual setelah bertahun-tahun lamanya kamu mencoba menjualnya
  • Nilai properti dapat turun signifikan saat terjadi bencana alam, peperangan, atau hal buruk lainnya di sekitar wilayah properti tersebut

Dimana berinvestasi properti?

Dimana saja, selama kamu melihat ada properti yang potensial untuk dibeli dan dijual di masa depan.

Selain itu, kamu juga bisa berinvestasi properti dengan minimal investasi yang sangat terjangkau lewat berbagai platform crowdfunding seperti Dana Syariah, invesproperti.id, atau CrowdDana.

9. Equity Crowd Funding (ECF)

Pada prinsipnya, Equity Crowd Funding (ECF) sama seperti investasi saham dimana kita bisa membeli saham suatu perusahaan untuk mendapatkan sebagian hak kepemilikan dari perusahaan tersebut dan keuntungan berupa dividen maupun capital gain.

Perbedaan ECF dengan investasi saham biasa adalah saham perusahaan yang diterbitkan pada platform ECF tidak diperjualbelikan di bursa efek Indonesia.

Selain itu, perusahaan yang menjual sahamnya di platform ECF juga tidak lantas menjadi sebuah perusahaan terbuka dengan status Tbk.

Kelebihan investasi ECF:

  • Sarana untuk diversifikasi portofolio
  • Keuntungan capital gain
  • Keuntungan dividen

Kekurangan investasi ECF:

  • Risiko tinggi (namanya juga investasi saham)
  • Risiko likuiditas – untuk menjual saham di ECF, investor wajib menahan (hold) saham perusahaan minimal 12 bulan dan hanya bisa menjualnya 2x dalam setahun
  • Investasi ECF masih tergolong baru di Indonesia, sehingga baik mekanisme dan aturannya juga masih terus digodok

Dimana berinvestasi ECF?

Saat ini baru ada beberapa perusahaan saja yang mendapatkan izin dari OJK sebagai platform ECF di Indonesia, antara lain:

10. Exchange Traded Fund (ETF)

Menurut BEI, Exchange Traded Fund (ETF) adalah reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek.

Dengan kata lain, ETF adalah produk reksadana yang diperjualbelikan layaknya saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun, yang diperdagangkan bukanlah produk reksadana biasa, melainkan produk reksadana indeks. Klik di sini untuk melihat daftar produk ETF yang tercatat di BEI.

Kelebihan investasi ETF:

  • Fleksibel, dapat dibeli dan dijual kapan saja selama jam perdagangan. Beda dengan saat membeli reksadana biasa dimana kita harus menunggu beberapa hari sampai transaksinya settled.
  • Likuiditas terjamin
  • Biaya manajemen relatif lebih rendah dibandingkan produk reksadana biasa. Ini karena ETF merupakan reksadana indeks dengan strategi pengelolaan pasif.
  • Diversifikasi otomatis, membeli 1 ETF sama dengan membeli puluhan saham secara tidak langsung
  • Transparan, informasi mengenai ETF dapat diakses kapanpun dan dimanapun
  • Aman
  • Harga real time

Kekurangan investasi ETF:

  • Masih kurang populer di kalangan investor Indonesia, berbeda dengan ETF di Amerika Serikat yang sangat populer dan likuid, seperti ETF SPY yang merupakan salah satu produk ETF dari indeks S&P 500
  • Risiko capitol loss, mengingat ETF sama seperti investasi saham

Dimana berinvestasi ETF?

Di Bursa Efek Indonesia. Karena itu, kamu wajib memiliki rekening efek bila ingin berinvestasi ETF.

11. Ternak Hewan

Ternak hewan merupakan salah satu jenis investasi yang old school namun terbukti menguntungkan sebagaimana yang dialami oleh Dr. Reza Abdul Jabbar yang sukses memiliki peternakan puluhan ribu sapi di Selandia Baru.

Tonton videonya berikut (langsung ke menit 9.20):

Kelebihan investasi ternak:

  • Pilihan beragam, ada ternak sapi, ayam, kambing, udang, dll
  • Memiliki dampak sosial signifikan karena berhubungan langsung dengan penyediaan bahan pangan untuk masyarakat

Kekurangan investasi ternak:

  • Risiko cukup tinggi, banyak faktor yang dapat menyebabkan kerugian pada bisnis peternakan
  • Khusus untuk peternakan sapi, prospek ke-depannya barangkali akan cenderung kurang menjanjikan mengingat masyarakat dunia semakin sadar tentang pentingnya mengurangi pemanasan global dan healthy living seperti beralih menjadi vegetarian/vegan
  • Biaya operasional tinggi

Dimana berinvestasi ternak?

Investasi ternak dapat dilakukan secara tradisional yang membutuhkan modal besar atau melalui investasi di P2P Lending khusus peternakan, seperti vestifarm, iternak, ternaknesia, dan lain-lain.

12. Pertanian

Pada prinsipnya, investasi pertanian memiliki karakteristik yang serupa dengan investasi di bidang peternakan hewan. Menguntungkan namun juga berisiko dan memiliki biaya operasional tinggi.

Untuk meminimalisir risiko, gunakan platform crowdfunding pertanian seperti iGrow, tanifund, dan seterusnya.

13. Aset Digital

Berinvestasi pada aset digital merupakan salah satu jenis investasi yang paling menguntungkan saat ini. Adapun maksud dari aset digital antara lain meliputi blog/website, channel youtube, podcast, akun media sosial (Instagram, twitter, facebook, tiktok) dan lain-lain.

Berhubung zaman sekarang sudah sangat digital dan terkoneksi, berinvestasi pada aset-aset digital seperti di atas juga patut dipertimbangkan karena dapat membuahkan hasil yang signifikan serta menjadi sumber penghasilan pasif yang menguntungkan.

Kelebihan investasi aset digital:

  • Potensi penghasilan tidak terbatas
  • Tidak ada minimum investasi, rata-rata aset digital dapat dimulai secara gratis
  • Prospek ke depannya masih sangat menjanjikan
  • Risiko ‘finansial’ rendah bahkan tidak ada, rugi waktu dan tenaga iya

Kekurangan investasi aset digital:

  • Investasi pada aset digital mungkin tidak membutuhkan modal uang, tetapi modal waktu dan tenaga itu sangat-sangat dibutuhkan. Dengan kata lain, it takes a lot of work
  • Persentase keberhasilan kecil, sebagian besar orang yang berinvestasi di aset digital berakhir dengan kegagalan. Alih-alih terkenal, yang terjadi justru malu-maluin
  • Persaingan sangat ketat. Apalagi ditambah artis-artis yang juga ikut terjun ke dunia aset digital. Weleh2
  • Dibutuhkan konsistensi yang luar biasa
  • Dan jangan lupa faktor ‘keberuntungan’ juga sangat memengaruhi

Dimana berinvestasi Aset Digital?

Dimana saja yang cocok dengan kepribadian kamu.

Kalau kamu wanita/pria yang dianugerahi wajah rupawan, coba mulai di Instagram. Kalau jago merangkai kata, coba masuk ke blog atau twitter. Kalau kamu jago nge-dance, coba tiktok.

Pinter ngomong tapi takut kamera, cobain podcast. Pinter ngomong dan nyaman-nyaman aja di depan kamera, coba youtube.

Bagaimana dengan saya?

Dari semua jenis investasi di atas, hampir semua sudah pernah saya coba kecuali investasi properti, ECF, ETF, pertanian dan peternakan. Sejauh ini, yang paling memberikan keuntungan besar bagi saya adalah berinvestasi di peer to peer lending, aset digital, reksadana, dan saham.

Sementara investasi emas hanya saya jadikan sebagai alat untuk hedging atau melindungi harta ketika situasi ekonomi dalam negeri mengalami gonjang ganjing.

Author

Pekerja teks komersial. Tertarik dengan dunia ekonomi, investasi, dan perencanaan keuangan sejak 2016. Hubungi saya di halo@zaipad.com untuk penawaran kerjasama, konsultasi, pertanyaan, dan lain-lain.

2 Comments

  1. Keren ini artikelnya bro. Mantap. Tapi langsung kaget ane tiba2 nongol Budi Binongol di tengah2 hahaaha

Write A Comment

EBOOK GRATIS

Download Ebook

Masukkan nama dan alamat email kamu di bawah ini  untuk mendapat akses mendownload Ebook 53 Cara Mendapatkan Uang dari Internet secara GRATIS.
cover
close-link
Ingin belajar investasi dan keuangan lebih jauh? Subscribe di blog Zaipad sekarang! 
SUBSCRIBE
No spam. Unsubscribe kapan saja.
Subscribe ke Blog Zaipad

Agar kamu selalu mendapat update terbaru dari blog saya dan info menarik lainnya
Subscribe
Zaipad menjamin 100% kerahasiaan data pribadi kamu. Cek kebijakan privasi
close-link